Update Terbaru, Perkembangan Usulan Pemekaran Kerinci Hilir

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daerah Kecamatan Gunung Raya yang masuk dalam usulan Kecamatan Kabupaten Kerinci hilir

Daerah Kecamatan Gunung Raya yang masuk dalam usulan Kecamatan Kabupaten Kerinci hilir

KERINCI,JS- Wacana pemekaran wilayah di Provinsi Jambi kembali menguat. Usulan pembentukan Kabupaten Kerinci Hilir sebagai daerah otonomi baru kini mendapat dukungan luas dari masyarakat dan respons positif pemerintah daerah.

Dorongan pemekaran ini tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, aspirasi tersebut berkembang seiring kebutuhan mendesak akan pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di wilayah hilir Kerinci.

Aspirasi Lama yang Kembali Menguat

Selama bertahun-tahun, masyarakat Kerinci Hilir menyuarakan kebutuhan pemekaran wilayah. Kini, dukungan itu semakin solid karena masyarakat menilai pemekaran sebagai solusi konkret atas berbagai keterbatasan yang mereka hadapi.

Baca Juga :  Lama Ditunggu, Info Terbaru Perkembangan Pemekaran Kerinci Hilir

Selain itu, kondisi geografis Kabupaten Kerinci yang luas dan berbukit mendorong pemerintah daerah untuk mencari pendekatan baru agar layanan publik dapat menjangkau seluruh warga secara merata.

Wilayah Luas, Tantangan Pelayanan Nyata

Calon Kabupaten Kerinci Hilir berada di bagian hilir Kabupaten Kerinci dengan luas sekitar 1.762 kilometer persegi. Wilayah ini menampung sekitar 92.000 jiwa berdasarkan data 2023.

Namun, luas wilayah tersebut tidak diimbangi dengan kemudahan akses layanan. Akibatnya, masyarakat di sejumlah kecamatan harus menghadapi jarak tempuh jauh untuk mengurus kebutuhan administratif dasar.

Akses Jauh Jadi Persoalan Utama

Masalah jarak menjadi keluhan paling sering muncul. Warga harus menempuh perjalanan panjang menuju pusat pemerintahan Kabupaten Kerinci di Bukit Tengah, terutama dari wilayah terjauh seperti Kecamatan Gunung Raya dan Kecamatan Batang Merangin.

Tokoh masyarakat Kerinci Hilir, Candra Purnama, menyebut kondisi itu sudah berlangsung lama dan membebani warga.

“Masyarakat harus menghabiskan waktu dan biaya besar hanya untuk mengurus dokumen. Bagi warga di daerah ujung, situasi ini sangat memberatkan,” ujarnya.

Di sisi lain, kondisi jalan yang terbatas serta topografi perbukitan semakin memperlambat mobilitas masyarakat.

Baca Juga :  Audiensi di Jakarta, Pemkab Kerinci Siapkan Strategi Baru Kelola Sampah

Pemekaran Dinilai Jadi Solusi Strategis

Melihat kondisi tersebut, masyarakat menilai pembentukan Kabupaten Kerinci Hilir sebagai langkah strategis. Dengan pusat pemerintahan yang lebih dekat, pemerintah dapat mempercepat pelayanan sekaligus menekan biaya sosial yang selama ini ditanggung warga.

Selain itu, pemekaran juga membuka ruang bagi perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Enam Kecamatan Masuk Rencana Wilayah Baru

Jika rencana ini terealisasi, Kabupaten Kerinci Hilir akan mencakup enam kecamatan, yakni Sitinjau Laut, Bukit Kerman, Keliling Danau, Danau Kerinci, Gunung Raya, dan Batang Merangin.

Enam wilayah tersebut menyimpan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan pariwisata berbasis alam serta budaya. Pemerintah daerah optimistis pengelolaan yang lebih fokus akan mempercepat pengembangan potensi lokal.

Pemkab Beri Respons Positif

Pemerintah Kabupaten Kerinci menyambut baik usulan pemekaran tersebut. Asisten I Pemkab Kerinci, Afrizal, menilai pemekaran sejalan dengan upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas layanan publik.

Menurutnya, wilayah administrasi yang lebih ringkas akan memudahkan pemerintah menyusun kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah hilir yang selama ini tertinggal dari sisi infrastruktur.

Semulun Pantai Disiapkan Jadi Ibu Kota

Dalam skema pemekaran, pemerintah daerah menetapkan Semulun Pantai di Kecamatan Bukit Kerman sebagai calon ibu kota Kabupaten Kerinci Hilir.

Pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare untuk pembangunan pusat perkantoran terpadu. Lokasi ini dinilai strategis karena mudah dijangkau dari berbagai kecamatan.

Baca Juga :  Imigrasi Kerinci Jemput Bola, Jamaah Umrah Bangko Tak Lagi Repot

Ke depan, pusat pemerintahan baru ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus pusat pelayanan publik yang lebih efisien.

Moratorium DOB Masih Jadi Penghambat

Meski dukungan daerah dan masyarakat terus menguat, pemekaran Kabupaten Kerinci Hilir masih menghadapi kendala besar. Pemerintah pusat masih memberlakukan moratorium pembentukan daerah otonomi baru.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Eko Subawo, menyatakan pemerintah masih melakukan kajian terhadap berbagai usulan DOB.

“Lebih dari 380 usulan daerah otonomi baru belum dapat diproses selama moratorium. Untuk Kerinci Hilir, kami akan menyampaikan perkembangan jika ada keputusan lebih lanjut,” ujarnya.

Harapan Masyarakat Tak Pernah Surut

Meski terbentur kebijakan pusat, masyarakat Kerinci Hilir tetap menunjukkan optimisme. Pemerintah daerah bersama masyarakat telah menyiapkan dokumen administratif dan kajian teknis sebagai bentuk keseriusan.

Masyarakat meyakini pemekaran akan meningkatkan kualitas layanan publik, menarik investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Dengan potensi sumber daya alam dan pariwisata yang besar, Kerinci Hilir berpeluang tumbuh sebagai pusat ekonomi baru di Jambi. Jika pemerintah pusat mencabut moratorium DOB, masyarakat berharap Kerinci Hilir dapat menjadi contoh pemekaran wilayah yang benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat.(*)

Berita Terkait

Zakat Fitrah 1447 H di Tanjab Barat Ditetapkan, Cek Rinciannya
Sarolangun Siap Cetak 350 Hektare Sawah Baru, Target Padi Melonjak 2026
Pendis Kemenag Sungai Penuh Siapkan Langkah Penting untuk Madrasah
Kursi Kepsek Kosong, 12 SD di Sungai Penuh Tetap Jalan Normal
Bupati Merangin Ungkap Strategi Bangun Jalan Meski Dana Terbatas
Akhirnya Tuntas! Jalan 88 Km di Batang Asai Resmi Dibuka
Audiensi di Jakarta, Pemkab Kerinci Siapkan Strategi Baru Kelola Sampah
Jalan Rusak di Pauh Akhirnya Diperbaiki, Ini Kata Bupati Hurmin
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 22:30 WIB

Zakat Fitrah 1447 H di Tanjab Barat Ditetapkan, Cek Rinciannya

Sabtu, 28 Februari 2026 - 22:00 WIB

Sarolangun Siap Cetak 350 Hektare Sawah Baru, Target Padi Melonjak 2026

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:30 WIB

Pendis Kemenag Sungai Penuh Siapkan Langkah Penting untuk Madrasah

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:00 WIB

Update Terbaru, Perkembangan Usulan Pemekaran Kerinci Hilir

Sabtu, 28 Februari 2026 - 10:30 WIB

Kursi Kepsek Kosong, 12 SD di Sungai Penuh Tetap Jalan Normal

Berita Terbaru

Ilustrasi kerusakan kaki-kaki mobil

Otomotif

Kaki-Kaki Mobil Cepat Rusak? Ternyata Ini Kesalahan Pengemudi

Sabtu, 28 Feb 2026 - 21:00 WIB