Terungkap! Dana Jumbo Danantara Diam-Diam Masuk Bursa, Investor Dibuat Penasaran, Ini Strateginya

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DANANTARA

DANANTARA

BISNIS,JS- Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia, Daya Anagata Nusantara (Danantara), memastikan telah menempatkan dana di pasar modal domestik. Meski demikian, nama lembaga tersebut tidak muncul dalam daftar pemegang saham di atas 1 persen yang dirilis Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kondisi ini sempat memunculkan tanda tanya di kalangan investor. Banyak pelaku pasar mempertanyakan keberadaan Danantara di bursa karena publik hanya melihat saham yang sebelumnya dialihkan dari pemerintah.

Namun, aktivitas investasi Danantara sebenarnya sudah berjalan di pasar saham Indonesia.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tetapkan Target ROA 7% untuk Danantara

Nama Tidak Muncul di Daftar Pemegang Saham

BEI secara berkala mempublikasikan daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen. Dalam daftar tersebut, investor tidak menemukan nama Danantara sebagai pemegang saham baru.

Akibatnya, sebagian investor menilai Danantara belum masuk ke pasar saham. Padahal sebelumnya pemerintah telah menyampaikan rencana peran aktif lembaga tersebut sebagai investor institusional.

Isu ini kembali mencuat setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah. Penurunan itu terjadi setelah MSCI mengumumkan rencana evaluasi yang berpotensi menurunkan status pasar Indonesia dari emerging market menjadi frontier market pada awal Februari 2026.

Investasi Melalui Manajer Investasi

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa Danantara memang sudah aktif melakukan transaksi di pasar saham Indonesia.

Namun, Danantara tidak melakukan pembelian saham secara langsung. Lembaga tersebut menyalurkan investasi melalui manajer investasi pihak ketiga atau third party fund managers.

Baca Juga :  KRAS-Groundbreaking: Danantara Jadi Motor Proyek Baja

Strategi ini menjadi pendekatan utama investasi Danantara sepanjang tahun ini.

Menurut Pandu, tim Danantara memilih fund manager berdasarkan rekam jejak, kualitas layanan, serta kapasitas institusional. Selain itu, tim juga menilai kesiapan infrastruktur operasional sebelum menentukan mitra pengelola dana.

“Kami meminta fund manager yang dipilih untuk menempatkan dana pada saham dengan fundamental kuat, valuasi menarik, dan likuiditas yang baik,” ujarnya, Kamis (11/3/2026).

Dorong Kedalaman Pasar Modal

Selain berinvestasi, Danantara juga ingin memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia. Pandu menilai pasar saham domestik memiliki prospek jangka panjang yang menjanjikan.

Karena itu, Danantara akan terus mendukung pengembangan pasar modal nasional.

Ia berharap kehadiran investor institusi besar seperti Danantara dapat meningkatkan market deepening atau kedalaman pasar. Langkah tersebut sekaligus mendorong likuiditas perdagangan saham di dalam negeri.

Di sisi lain, Pandu juga menekankan pentingnya transparansi serta peningkatan partisipasi dana institusi di pasar saham.

“Ke depan kami ingin pasar modal Indonesia semakin kuat, likuiditas meningkat, dan semakin banyak investor institusi yang aktif berinvestasi,” katanya.(*)

Berita Terkait

Rupiah Menguat ke Rp18.120 per Dolar AS, Ini Sentimen yang Menggerakkan Pasar Hari Ini
Harga Emas Antam Naik Rp13.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp33.000, Ini Selisih Terbarunya
Rupiah Melemah, Peluang Bisnis Ini Justru Terbuka Lebar: UMKM Ekspor dan Pariwisata Bisa Untung
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 4 November 2026: Cek Daftar Harga 24 Karat hingga 5 Karat
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 4 November 2026: Antam, UBS, Galeri 24 dan Retro Kompak Naik
Emas atau Deposito, Mana Lebih Menguntungkan? Kenali Risiko dan Keuntungannya Sebelum Investasi
Tabel Angsuran KUR BCA 2026 Rp500 Juta: Cicilan Mulai Rp9,6 Juta, Cek Bunga dan Tenor 1–5 Tahun
IHSG Anjlok 3,78% ke Level 4.904, Saham ANTM, EMTK dan HRTA Tertekan, Investor Wajib Waspada
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:01 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.120 per Dolar AS, Ini Sentimen yang Menggerakkan Pasar Hari Ini

Kamis, 5 November 2026 - 09:31 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp13.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp33.000, Ini Selisih Terbarunya

Rabu, 4 November 2026 - 21:31 WIB

Rupiah Melemah, Peluang Bisnis Ini Justru Terbuka Lebar: UMKM Ekspor dan Pariwisata Bisa Untung

Rabu, 4 November 2026 - 19:01 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Rabu 4 November 2026: Cek Daftar Harga 24 Karat hingga 5 Karat

Rabu, 4 November 2026 - 12:31 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 4 November 2026: Antam, UBS, Galeri 24 dan Retro Kompak Naik

Berita Terbaru

Teknologi

XL, Smartfren dan AXIS Dapat Jatah Jaringan 5G yang Sama

Kamis, 5 Nov 2026 - 15:01 WIB