Gencatan Senjata di Gaza Dinilai Masih Rapuh

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kondisi gaza, ditengah gencatan senjata dengan israel yang dinilai masih rapuh.

Foto : Kondisi gaza, ditengah gencatan senjata dengan israel yang dinilai masih rapuh.

GAZA,JS– Gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 kembali menjadi sorotan internasional. Pemerintah Palestina menilai kesepakatan itu rapuh karena Israel belum sepenuhnya mematuhi isi perjanjian.

Duta Besar Palestina untuk Austria sekaligus peninjau tetap di PBB, Salah Abdel Shafi, mengatakan Israel menewaskan sekitar 260 warga Palestina di wilayah yang dikontrolnya sejak gencatan senjata diberlakukan.

“Tentunya gencatan senjata ini tidak stabil, bahkan sangat rapuh,” kata Shafi kepada RIA Novosti.

Baca Juga :  Wacana Alih Status PPPK ke PNS, Berikut Mekanismenya

Sejumlah pemimpin dunia mendukung kesepakatan ini, termasuk Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Mereka menandatangani deklarasi lanjutan mengenai perdamaian di Gaza tiga hari setelah kesepakatan awal.

Dalam kesepakatan tersebut, Hamas membebaskan 20 sandera yang masih hidup. Sebagai imbalannya, Israel melepaskan 1.718 tahanan Palestina dari Gaza dan 250 narapidana yang divonis hukuman panjang. Meski pertukaran tahanan selesai, laporan di lapangan menunjukkan Israel masih melakukan beberapa serangan sporadis.

Baca Juga :  Wika Salim Bela Sang Ayah : "Aku Bangga, Bukan Malu"

Shafi menegaskan stabilitas jangka panjang hanya tercapai jika Israel menghentikan serangan dan mematuhi isi kesepakatan. “Tanpa langkah nyata dari Israel, gencatan senjata ini hanya akan bertahan sementara,” ujarnya.

Situasi ini menarik perhatian komunitas internasional. Para pengamat khawatir eskalasi lanjutan dapat memicu krisis kemanusiaan baru di Gaza. Wilayah itu telah lama terdampak blokade dan konflik bersenjata berkepanjangan.

Berita Terkait

Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 3 November 2026: 1 MYR Tembus Rp4.445, Cek Nilai 100 hingga 1.000 Ringgit
Bank of Singapore Acquires 10.51% Stake in CMNT: Cemindo Gemilang Shares Rise to Rp770
Online Personal Loans in Argentina: Best Fintech Apps, Interest Rates and Hidden Costs in 2026
Canada Mortgage Rates October 2026: Best Rates Start at 3.25%, Compare Fixed vs. Variable Before You Apply
Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 22 Oktober 2026: Tembus Rp115, Cek Nilai Tukar dan Dampaknya
How to Improve Your Credit Score in China: 7 Smart Steps to Rebuild Your Financial Reputation
Best Debt Consolidation Loans in the USA for October 2026: Compare Rates, Fees, and Lenders
Dolar Singapura Tembus Rp14.000! Cek Kurs SGD ke Rupiah Hari Ini, 21 Oktober 2026
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:01 WIB

Kurs Ringgit Malaysia ke Rupiah Hari Ini 3 November 2026: 1 MYR Tembus Rp4.445, Cek Nilai 100 hingga 1.000 Ringgit

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Bank of Singapore Acquires 10.51% Stake in CMNT: Cemindo Gemilang Shares Rise to Rp770

Jumat, 23 Oktober 2026 - 05:01 WIB

Online Personal Loans in Argentina: Best Fintech Apps, Interest Rates and Hidden Costs in 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Canada Mortgage Rates October 2026: Best Rates Start at 3.25%, Compare Fixed vs. Variable Before You Apply

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:01 WIB

Kurs Yen Jepang ke Rupiah Hari Ini 22 Oktober 2026: Tembus Rp115, Cek Nilai Tukar dan Dampaknya

Berita Terbaru