MERANGIN,JS- Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti rapat paripurna DPRD Merangin pada Jumat, 10 April 2026. Momen tersebut tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi juga menghadirkan kisah nyata tentang pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja.
Bupati Merangin, M. Syukur, bersama jajaran pimpinan dan anggota dewan menghadiri langsung penyerahan santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) serta beasiswa pendidikan kepada keluarga almarhum M. Yani.
Penyerahan ini menghadirkan emosi mendalam, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan. Banyak pihak menyaksikan bagaimana program jaminan sosial benar-benar memberikan dampak nyata.
Santunan Rp311,5 Juta dan Beasiswa Pendidikan
Santunan sebesar Rp311,5 juta diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Merangin, Dimas Agung Ibrahim, kepada Agustiningsih, istri almarhum.
Rincian santunan tersebut meliputi:
- Santunan kematian sebesar Rp214 juta
- Beasiswa pendidikan untuk dua anak sebesar Rp97,5 juta
Selain itu, bantuan ini menjadi bukti konkret bahwa program jaminan sosial bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar hadir saat masyarakat membutuhkan.
Sosok Almarhum: Anggota DPRD Aktif dan Peserta BPJS
Almarhum M. Yani dikenal sebagai anggota Komisi II DPRD Merangin dari Partai Nasdem. Selama hidupnya, ia aktif sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Keikutsertaannya dalam program ini akhirnya memberikan manfaat besar bagi keluarganya setelah kepergiannya.
Fakta ini sekaligus memperkuat pesan penting bahwa perlindungan kerja bukan hanya untuk pekerja formal, tetapi juga untuk semua lapisan masyarakat.
Bupati Tekankan Pentingnya Jaminan Sosial
Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa penyerahan santunan tersebut menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam melindungi tenaga kerja.
Ia menekankan bahwa jaminan sosial harus menjangkau seluruh pekerja, baik formal maupun informal.
“Program ini memberikan kepastian perlindungan. Kami ingin seluruh aparatur desa hingga pekerja rentan mendapatkan akses yang sama,” tegasnya.
Selanjutnya, ia juga menyampaikan rencana strategis pemerintah daerah untuk memperluas cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah ini bertujuan agar lebih banyak masyarakat terlindungi dari risiko kerja di masa depan.
Sinergi Pemerintah dan BPJS Jadi Kunci
Di sisi lain, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Merangin, Dimas Agung Ibrahim, menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga jaminan sosial.
Menurutnya, sinergi yang kuat mampu menghadirkan perlindungan yang lebih luas dan merata.
Ia menjelaskan bahwa manfaat kepesertaan BPJS tidak hanya berupa santunan kematian, tetapi juga mencakup:
- Perlindungan kecelakaan kerja
- Jaminan hari tua
- Beasiswa pendidikan anak
- Dukungan finansial berkelanjutan
Dengan kata lain, program ini membantu keluarga tetap memiliki masa depan yang terjamin meskipun kehilangan tulang punggung keluarga.
Dampak Nyata bagi Keluarga Pekerja
Momen penyerahan santunan ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana jaminan sosial bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga almarhum tidak hanya menerima bantuan finansial, tetapi juga harapan baru untuk melanjutkan kehidupan.
Beasiswa pendidikan yang diberikan memastikan anak-anak almarhum tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.
Hal ini menjadi salah satu manfaat paling signifikan, karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi generasi penerus.
Kesadaran Masyarakat Masih Perlu Ditingkatkan
Meskipun manfaat BPJS Ketenagakerjaan sudah terbukti, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya menjadi peserta.
Oleh karena itu, momentum seperti ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan edukasi publik.
Dimas Agung Ibrahim berharap masyarakat mulai melihat kepesertaan BPJS sebagai langkah preventif, bukan sekadar kewajiban administratif.
Dengan semakin banyaknya peserta, perlindungan sosial akan menjadi lebih kuat dan menyeluruh.
Strategi Perluasan Kepesertaan di Merangin
Pemerintah Kabupaten Merangin terus mendorong perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi:
- Pekerja informal
- Petani dan nelayan
- Pedagang kecil
- Tenaga honorer dan non-ASN
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perlindungan kerja yang inklusif.
Selain itu, program ini juga mendukung stabilitas ekonomi masyarakat, terutama dalam menghadapi risiko tak terduga.
Kenapa BPJS Ketenagakerjaan Penting?
Ada beberapa alasan utama mengapa program ini menjadi sangat penting:
- Memberikan perlindungan finansial saat risiko terjadi
- Menjamin masa depan keluarga pekerja
- Mengurangi beban ekonomi akibat kecelakaan atau kematian
- Menyediakan akses pendidikan bagi anak pekerja
Dengan manfaat tersebut, BPJS Ketenagakerjaan menjadi salah satu program strategis dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Penutup: Kisah Haru yang Jadi Pelajaran Penting
Penyerahan santunan di DPRD Merangin bukan sekadar seremoni. Momen ini menghadirkan pelajaran penting tentang arti perlindungan sosial.
Kisah almarhum M. Yani menjadi bukti bahwa keputusan untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan memberikan dampak besar bagi keluarga.
Ke depan, pemerintah daerah bersama BPJS diharapkan terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya.
Dengan demikian, perlindungan kerja tidak lagi menjadi pilihan, tetapi kebutuhan utama bagi setiap pekerja di Indonesia.(*)









