Waspada Karhutla! BPBD Kabupaten Kerinci Ingatkan Bahaya Pembakaran Lahan di Musim Kemarau

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Kerinci himbau warga waspada Karhutla

BPBD Kerinci himbau warga waspada Karhutla

KERINCI,JS- Memasuki musim kemarau 2026, suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia mulai meningkat tajam. Kondisi ini langsung memicu kekhawatiran terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk di wilayah Kabupaten Kerinci.

Melihat situasi tersebut, BPBD Kabupaten Kerinci langsung mengambil langkah cepat dengan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi seperti membakar jerami maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Jika kamu tinggal di wilayah rawan karhutla, peringatan ini bukan sekadar imbauan biasa. Ini merupakan langkah penting untuk mencegah bencana besar yang bisa berdampak luas, baik secara ekonomi maupun kesehatan.

Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci, Dedi Andrizal, menegaskan bahwa kondisi cuaca panas saat ini membuat api lebih mudah menyebar dengan cepat.

Ia menjelaskan bahwa suhu tinggi, ditambah dengan angin kering, menciptakan kondisi ideal bagi api untuk meluas tanpa kendali. Bahkan, api kecil dari pembakaran jerami bisa berubah menjadi kebakaran besar dalam waktu singkat.

“Di tengah cuaca panas seperti sekarang, pembakaran lahan atau jerami sangat berbahaya karena api cepat menyebar dan sulit dikendalikan,” ujarnya pada Minggu, 12 April 2026.

Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan sejak dini, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut atau vegetasi kering.

Larangan Membakar Lahan Jadi Fokus Utama Pencegahan

BPBD Kerinci secara tegas melarang segala bentuk pembakaran terbuka. Praktik ini masih sering dilakukan sebagian masyarakat karena dianggap cepat dan murah untuk membersihkan lahan.

Namun, kebiasaan tersebut justru membawa risiko besar. Api yang awalnya terkendali bisa merembet ke area lain dan menyebabkan kebakaran luas.

Selain merusak lingkungan, karhutla juga memicu kabut asap yang berbahaya bagi kesehatan. Dampaknya bisa meluas hingga mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, bahkan transportasi.

Sudah saatnya masyarakat beralih ke metode pembukaan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Peran Masyarakat Jadi Kunci Utama Cegah Karhutla

Pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat memegang peran penting dalam menjaga lingkungan sekitar.

Dedi Andrizal menekankan bahwa kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan.

“Untuk mengurangi risiko karhutla, masyarakat harus aktif menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang memicu api,” tegasnya.

Baca Juga :  Update Terbaru Haji 2026: 414 JCH Kerinci Siap Berangkat, Cek Jadwal dan Rutenya di Sini

Langkah sederhana seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah, dan melaporkan titik api sejak dini dapat memberikan dampak besar.

Dampak Karhutla: Bukan Hanya Lingkungan, Tapi Juga Ekonomi

Karhutla tidak hanya merusak hutan. Dampaknya jauh lebih luas dan kompleks.

Beberapa dampak utama antara lain:

  • Penurunan kualitas udara akibat kabut asap
  • Gangguan kesehatan seperti ISPA
  • Kerugian ekonomi dari sektor pertanian dan pariwisata
  • Terganggunya aktivitas masyarakat sehari-hari

Jika kamu ingin memahami pentingnya pencegahan karhutla, lihat saja dampak yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Kerugian yang muncul bisa mencapai miliaran rupiah.

Strategi Efektif Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Agar risiko karhutla bisa ditekan, berikut langkah yang bisa langsung diterapkan:

  1. Hindari Pembakaran Terbuka

Gunakan metode alternatif seperti pengolahan mekanis atau kompos.

  1. Tingkatkan Pengawasan Lingkungan

Pantau area rawan secara rutin, terutama saat cuaca ekstrem.

  1. Edukasi Masyarakat

Sosialisasi bahaya karhutla harus terus dilakukan secara masif.

  1. Laporkan Titik Api Secepatnya

Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko meluas.

Baca Juga :  Pembatasan BBM 2026 Resmi Berlaku! Batas Isi Solar & Pertalite di Kerinci Bikin Warga Kaget

FAQ

  1. Apa penyebab utama karhutla?

Penyebab utama berasal dari aktivitas manusia seperti pembakaran lahan, ditambah faktor cuaca panas dan angin kencang.

  1. Apakah membakar jerami berbahaya?

Ya, sangat berbahaya. Api bisa dengan cepat menyebar ke area lain, terutama saat musim kemarau.

  1. Bagaimana cara melaporkan kebakaran?

Segera hubungi BPBD setempat atau aparat desa jika menemukan titik api.

  1. Apa dampak kesehatan dari karhutla?

Kabut asap dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti ISPA, terutama pada anak-anak dan lansia.

  1. Apakah ada sanksi bagi pembakar lahan?

Ya, pelaku pembakaran lahan bisa dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku.

Kesimpulan: Saatnya Bertindak Sebelum Terlambat

Musim kemarau 2026 membawa ancaman serius berupa kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah, termasuk Kerinci. BPBD Kabupaten Kerinci sudah memberikan peringatan tegas, dan kini giliran masyarakat untuk bertindak.

Jika kamu ingin lingkungan tetap aman dan sehat, hindari segala bentuk pembakaran lahan. Kesadaran hari ini akan menentukan kondisi lingkungan di masa depan.

Karhutla bukan hanya masalah pemerintah. Ini tanggung jawab bersama.(*)

Berita Terkait

Wako Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur dan Strategi Penanganan Bencana Sungai Penuh
Setelah 37 Tahun Gelap, 86 KK di Merangin Segera Nikmati Listrik PLN, Jaringan 3 Km Mulai Dibangun
Sekolah Kembali Dibuka, SD-SMP di Muaro Jambi Wajib Pakai Masker, PAUD dan TK Masih Belajar dari Rumah
Tebo Dihantui Karhutla, Api Muncul di Sejumlah Lokasi dalam Beberapa Hari Terakhir
Bunda PAUD Sri Kartini Alfin Ajak Anak Cintai Buku Sejak Dini, Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Ceria
Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat PNS 2026 Sungai Penuh Dibuka, Cek Syarat, Jadwal CAT BKN dan Cara Daftar
Karhutla Mengancam, BBTNKS Tutup Jalur Pendakian Gunung Kerinci Sejak 1 September
Sri Kartini Alfin Turun Langsung Salurkan Program 3S Sungai Penuh, Sasar Keluarga Berisiko Stunting
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 18:45 WIB

Wako Alfin Sambangi BNPB, Bawa Usulan Rehabilitasi Infrastruktur dan Strategi Penanganan Bencana Sungai Penuh

Kamis, 3 September 2026 - 16:01 WIB

Setelah 37 Tahun Gelap, 86 KK di Merangin Segera Nikmati Listrik PLN, Jaringan 3 Km Mulai Dibangun

Kamis, 3 September 2026 - 14:01 WIB

Sekolah Kembali Dibuka, SD-SMP di Muaro Jambi Wajib Pakai Masker, PAUD dan TK Masih Belajar dari Rumah

Kamis, 3 September 2026 - 13:01 WIB

Tebo Dihantui Karhutla, Api Muncul di Sejumlah Lokasi dalam Beberapa Hari Terakhir

Kamis, 3 September 2026 - 09:01 WIB

Ujian Dinas dan Kenaikan Pangkat PNS 2026 Sungai Penuh Dibuka, Cek Syarat, Jadwal CAT BKN dan Cara Daftar

Berita Terbaru