JAMBI,JS- Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong sektor energi sebagai sumber utama pendapatan daerah. Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa sektor batu bara memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang 2025.
Ia menyebutkan bahwa total penerimaan dari iuran tetap dan royalti berhasil mencapai Rp112 miliar. Angka ini langsung memenuhi target APBD 2025 secara penuh.
Selain itu, capaian ini menunjukkan bahwa sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Rincian Pendapatan: Royalti Jadi Penyumbang Terbesar
Pemerintah mencatat dua sumber utama pendapatan dari sektor batu bara, yaitu:
- Iuran tetap (landrent): Rp6,11 miliar
- Iuran produksi (royalti): Rp105,96 miliar
Dengan demikian, royalti mendominasi kontribusi terhadap PAD Jambi. Pemerintah daerah langsung merasakan dampaknya dalam memperkuat struktur fiskal.
Lebih lanjut, realisasi tersebut mencapai 100 persen sesuai target APBD, sehingga menunjukkan pengelolaan sektor tambang berjalan optimal.
86 Perusahaan Tambang, Tapi Hanya 31 yang Aktif
Saat ini, pemerintah mencatat sebanyak 86 perusahaan batu bara telah mengantongi izin di Jambi. Namun, hanya 31 perusahaan yang aktif berproduksi.
Kondisi ini membuka peluang besar bagi peningkatan pendapatan di masa depan. Jika lebih banyak perusahaan mulai beroperasi, maka potensi PAD bisa meningkat drastis.
Di sisi lain, pemerintah tetap menekankan kepatuhan terhadap regulasi serta kewajiban sosial perusahaan.
Dasar Hukum DBH Minerba Semakin Kuat
Pemerintah mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 terkait hubungan keuangan pusat dan daerah. Aturan ini menegaskan bahwa Dana Bagi Hasil (DBH) minerba berasal dari:
- Iuran tetap
- Iuran produksi
Selain itu, pemerintah pusat mengawasi langsung kewajiban perusahaan, termasuk:
Pemberdayaan masyarakat sekitar tambang
Reklamasi lingkungan pascatambang
Dengan pengawasan ketat, pemerintah memastikan aktivitas tambang tetap memberikan manfaat jangka panjang.
Proyek Jalan Khusus Batu Bara Jadi Kunci Solusi
Untuk mengatasi dampak angkutan batu bara di jalan umum, pemerintah mempercepat pembangunan jalan khusus. Proyek ini melibatkan tiga perusahaan besar.
1. PT Inti Bangun Sarana (IBS) – Progres Tertinggi
Target panjang: 101 Km
Realisasi: 72 Km
Progres: 86%
PT IBS menunjukkan perkembangan paling signifikan. Pemerintah menargetkan jalur ini segera beroperasi secara bertahap setelah infrastruktur pendukung selesai.
2. PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) – Terhenti Sementara
Target panjang: 108 Km
Status: Dihentikan sejak September 2025
Kendala sosial dan perizinan menghentikan proyek ini. Namun, pemerintah langsung melakukan verifikasi dan fasilitasi agar proyek kembali berjalan. Target penyelesaian ditetapkan pada akhir 2026.
3. PT Putra Bulian Properti (PBP) – Tahap Awal
Target panjang: 143 Km
Status: Belum signifikan
Proyek ini masih bergantung pada pembebasan lahan dan administrasi pusat. Karena itu, progresnya masih sangat awal.
Strategi Pemerintah Tekan Dampak Lingkungan
Pemerintah Provinsi Jambi langsung menerapkan berbagai langkah strategis untuk mengurangi dampak negatif aktivitas tambang, antara lain:
- Membatasi operasional angkutan batu bara di jalan umum
- Menegakkan hukum secara tegas
- Mengatur jam operasional kendaraan tambang
- Memperbaiki jalan yang terdampak
- Memperkuat koordinasi lintas sektor
Langkah ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan.
Potensi Ekonomi Tambang Masih Sangat Besar
Jika seluruh perusahaan tambang aktif berproduksi, maka PAD Jambi berpotensi meningkat lebih tinggi. Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti jalan khusus akan mempercepat distribusi logistik.
Dengan demikian, sektor batu bara tidak hanya menyumbang pendapatan, tetapi juga mendorong investasi dan membuka lapangan kerja.
FAQ
1. Berapa PAD Jambi dari batu bara 2025?
PAD Jambi dari sektor batu bara mencapai Rp112 miliar pada 2025.
2. Apa sumber utama pendapatan tambang di Jambi?
Pendapatan berasal dari iuran tetap dan royalti produksi batu bara.
3. Berapa jumlah perusahaan tambang di Jambi?
Terdapat 86 perusahaan, tetapi hanya 31 yang aktif beroperasi.
4. Mengapa jalan khusus batu bara penting?
Jalan khusus mengurangi kemacetan, kerusakan jalan umum, dan risiko kecelakaan.
5. Kapan jalan batu bara selesai dibangun?
PT IBS ditargetkan segera beroperasi, sementara PT SAS selesai akhir 2026.
Kesimpulan
Sektor batu bara terus menjadi penggerak utama ekonomi Jambi. Pemerintah berhasil mengoptimalkan pendapatan hingga Rp112 miliar pada 2025, terutama dari royalti.
Selain itu, pembangunan jalan khusus menjadi solusi strategis untuk mengatasi dampak transportasi tambang. Meskipun beberapa proyek menghadapi kendala, pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian.
Ke depan, potensi PAD masih terbuka lebar. Jika seluruh perusahaan tambang aktif dan infrastruktur selesai, maka Jambi berpeluang menjadi salah satu daerah dengan pendapatan tambang terbesar di Indonesia.(*)









