Jalan Desa Sungai Jambat Rusak Parah, Warga Kesulitan Lewat Saat Hujan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak Kondisi jalan Kondisi jalan di Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur,

Tampak Kondisi jalan Kondisi jalan di Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur,

TANJABTIM,JS- Kondisi jalan di Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, semakin memprihatinkan. Jalan utama yang menjadi akses penghubung masyarakat kini mengalami kerusakan berat di banyak titik. Saat hujan turun, permukaan jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kerusakan jalan tersebut tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga mengganggu distribusi hasil pertanian, kebutuhan pokok, hingga akses pendidikan anak-anak sekolah. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar aktivitas warga kembali normal.

Warga Desa Sungai Jambat mengaku sudah lama menghadapi kondisi jalan yang rusak. Namun, hingga kini mereka belum melihat perbaikan yang signifikan. Bahkan, saat musim hujan datang, kondisi jalan semakin memburuk dan memicu kekhawatiran masyarakat.

Jalan Berlumpur Ganggu Aktivitas Warga

Jalan Desa Sungai Jambat menjadi jalur penting bagi masyarakat Kecamatan Sadu. Setiap hari warga melewati akses tersebut untuk bekerja, berbelanja, mengantar anak sekolah, hingga membawa hasil kebun dan hasil tangkapan ikan.

Namun, kondisi jalan yang berlumpur membuat perjalanan menjadi lebih lama dan berisiko. Banyak kendaraan warga terjebak di lumpur, terutama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Salah seorang warga Desa Sungai Jambat, Tendri, mengeluhkan kondisi jalan yang semakin rusak dari waktu ke waktu. Ia mengatakan warga sangat kesulitan saat melintas karena jalan berubah menjadi becek dan licin.

“Kalau hujan turun, jalan jadi lumpur semua. Motor sering jatuh dan kendaraan sulit lewat. Kondisi ini sangat mengganggu transportasi masyarakat,” ujar Tendri.

Keluhan serupa juga datang dari warga lainnya. Mereka menilai kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut membutuhkan perhatian serius karena menyangkut aktivitas ekonomi dan keselamatan masyarakat.

Kendaraan Sering Terjebak Lumpur

Kerusakan jalan di Desa Sungai Jambat terlihat hampir di sepanjang akses utama desa. Banyak lubang besar muncul di badan jalan dan dipenuhi genangan air. Selain itu, tekstur tanah yang lembek membuat kendaraan mudah tergelincir.

Pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati saat melintas. Bahkan, beberapa warga memilih menunda perjalanan ketika hujan turun deras karena takut terjatuh di jalan berlumpur.

Tidak sedikit kendaraan roda empat juga mengalami kesulitan. Mobil pengangkut barang dan hasil perkebunan sering tersendat akibat jalan licin. Situasi tersebut ikut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Warga berharap pemerintah daerah segera memperbaiki jalan dengan pengerasan maupun pengaspalan permanen agar akses transportasi menjadi lebih aman dan nyaman.

Baca Juga :  Jalan Rusak Tanjab Timur Makin Parah, Edi Purwanto Bongkar Penyebab Sebenarnya: “Daerah Tak Bisa Bergerak Sendiri”

Aktivitas Ekonomi Ikut Terdampak

Kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian warga Desa Sungai Jambat. Banyak petani dan nelayan mengalami kesulitan saat membawa hasil produksi menuju pasar.

Biaya transportasi ikut meningkat karena kendaraan membutuhkan waktu lebih lama untuk melewati jalan rusak. Selain itu, risiko kerusakan kendaraan juga semakin tinggi akibat kondisi jalan yang tidak layak.

Para pedagang mengaku distribusi barang sering terlambat ketika hujan turun. Situasi tersebut memicu kenaikan biaya operasional dan mengurangi pendapatan masyarakat.

Warga menilai perbaikan jalan akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi desa. Infrastruktur yang baik dapat mempercepat distribusi barang dan meningkatkan aktivitas perdagangan masyarakat.

Anak Sekolah Kesulitan Berangkat

Selain sektor ekonomi, kondisi jalan rusak juga memengaruhi dunia pendidikan. Banyak anak sekolah di Desa Sungai Jambat harus melewati jalan berlumpur setiap hari untuk menuju sekolah.

Saat hujan turun, sepatu dan pakaian mereka sering kotor akibat cipratan lumpur. Bahkan, beberapa siswa terpaksa terlambat datang ke sekolah karena kendaraan sulit melintas.

Orang tua siswa berharap pemerintah segera memperhatikan akses jalan desa demi kenyamanan dan keselamatan anak-anak mereka. Mereka tidak ingin kondisi infrastruktur yang buruk menghambat pendidikan generasi muda di Kecamatan Sadu.

Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak

Masyarakat Desa Sungai Jambat meminta pemerintah daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur segera turun tangan menangani kerusakan jalan tersebut. Mereka berharap ada langkah konkret berupa perbaikan permanen agar kondisi jalan tidak terus memburuk setiap musim hujan.

Menurut warga, jalan desa memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, mereka berharap pemerintah menjadikan perbaikan jalan sebagai prioritas pembangunan daerah.

Warga juga berharap adanya pengawasan terhadap kualitas pembangunan infrastruktur agar jalan yang diperbaiki dapat bertahan dalam jangka panjang.

Infrastruktur Jadi Harapan Masyarakat Desa

Pembangunan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat di wilayah pedesaan. Jalan yang layak akan mempermudah akses transportasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan mempercepat pelayanan publik.

Masyarakat Desa Sungai Jambat berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan di Kecamatan Sadu. Mereka ingin menikmati akses jalan yang aman seperti daerah lain di Provinsi Jambi.

Selain itu, warga juga berharap pembangunan infrastruktur dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa dan membuka peluang ekonomi baru di masa depan.

Baca Juga :  Hujan Deras Teror Warga Kerinci, Longsor Intai Permukiman hingga Sekolah di Muara Emat

Kondisi Jalan Jadi Sorotan Warga

Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi jalan rusak di berbagai daerah memang sering menjadi sorotan masyarakat. Infrastruktur jalan yang buruk tidak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Di Desa Sungai Jambat, warga berharap suara mereka segera mendapat perhatian. Mereka ingin pemerintah melihat langsung kondisi jalan yang rusak dan berlumpur agar solusi cepat dapat dilakukan.

Masyarakat menilai akses jalan yang baik merupakan hak dasar yang harus diperoleh setiap warga. Karena itu, mereka berharap perbaikan jalan di Kecamatan Sadu dapat segera terealisasi demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

Harapan Warga Desa Sungai Jambat

Warga Desa Sungai Jambat kini hanya bisa berharap kondisi jalan segera membaik. Mereka ingin menjalani aktivitas sehari-hari tanpa harus khawatir terjebak lumpur atau mengalami kecelakaan di jalan rusak.

Masyarakat juga berharap pemerintah mendengar aspirasi mereka dan segera melakukan pembangunan infrastruktur secara merata hingga ke wilayah pedesaan.

Apabila perbaikan jalan segera dilakukan, warga yakin aktivitas ekonomi, pendidikan, dan transportasi masyarakat akan kembali lancar. Selain itu, pembangunan jalan juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sungai Jambat dan Kecamatan Sadu secara keseluruhan.(TIM)

Berita Terkait

Hujan Deras Teror Warga Kerinci, Longsor Intai Permukiman hingga Sekolah di Muara Emat
Tiga Pejabat Berebut Kursi Dewan Pengawas Perumda Tirta Khayangan, UKK Digelar di Universitas Jambi
Viral! Jalan Tebo–Rimbo Bujang Dipenuhi Lubang, Warga Keluhkan Debu dan Lumpur
Air Bersih Jadi Prioritas, Sungai Penuh Dapat Proyek IPAM 50 Liter per Detik dari APBN
Rotasi di Pemkab Sarolangun, 9 Pejabat Eselon II Dilantik dan Dua Jabatan Kosong
ASN Kerinci Kini Bisa Urus SK Berkala dan Cuti Secara Digital, Tak Perlu Lagi Antre Berkas Manual
Sungai Penuh Bergerak! Alfin Fokus Atasi Banjir dan Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Terancam? 78 Daerah Ajukan Relaksasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:00 WIB

Jalan Desa Sungai Jambat Rusak Parah, Warga Kesulitan Lewat Saat Hujan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:00 WIB

Hujan Deras Teror Warga Kerinci, Longsor Intai Permukiman hingga Sekolah di Muara Emat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tiga Pejabat Berebut Kursi Dewan Pengawas Perumda Tirta Khayangan, UKK Digelar di Universitas Jambi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:00 WIB

Viral! Jalan Tebo–Rimbo Bujang Dipenuhi Lubang, Warga Keluhkan Debu dan Lumpur

Sabtu, 9 Mei 2026 - 10:00 WIB

Air Bersih Jadi Prioritas, Sungai Penuh Dapat Proyek IPAM 50 Liter per Detik dari APBN

Berita Terbaru