Viral! Anak SD Seberangi Sungai Pakai Tali, Bupati Sarolangun Langsung Turun Tangan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sarolangun, H Hurmin saat meninjau jembatan gantung di Desa Bukit Berantai yang rusak akibat banjir

Bupati Sarolangun, H Hurmin saat meninjau jembatan gantung di Desa Bukit Berantai yang rusak akibat banjir

SAROLANGUN,JS- Kondisi memprihatinkan di Desa Bukit Berantai, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, akhirnya mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Setelah banjir bandang menghantam kawasan tersebut dan memutus total akses jembatan gantung warga, Bupati Sarolangun H Hurmin langsung turun ke lokasi bersama jajaran Forkopimda untuk memastikan langkah penanganan berjalan cepat.

Kunjungan kerja yang berlangsung pada Sabtu (09/05/2026) itu menjadi sorotan masyarakat. Selain meninjau langsung kondisi jembatan yang rusak parah, rombongan pemerintah juga memastikan pembangunan jembatan baru segera dimulai demi memulihkan aktivitas masyarakat.

Peristiwa ini sebelumnya viral di media sosial setelah video anak-anak sekolah dasar menyeberangi sungai menggunakan tali beredar luas. Rekaman tersebut memicu simpati publik karena para siswa harus mempertaruhkan keselamatan demi bisa tetap bersekolah.

Banjir Bandang Putuskan Akses Utama Warga

Banjir bandang yang menerjang Desa Bukit Berantai beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur desa. Arus sungai yang deras menghantam jembatan gantung hingga putus total.

Padahal, jembatan tersebut menjadi akses utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju sekolah, kebun, pusat kesehatan, dan pasar.

Akibat putusnya jembatan, warga sempat mengalami kesulitan besar. Banyak aktivitas ekonomi lumpuh sementara karena masyarakat tidak memiliki jalur alternatif yang aman untuk menyeberangi sungai.

Situasi semakin memprihatinkan ketika anak-anak sekolah tetap nekat menyeberang menggunakan tali sebagai pegangan. Mereka harus melewati arus sungai dengan pakaian sekolah yang basah demi bisa mengikuti pelajaran.

Video perjuangan para siswa itu kemudian menyebar luas di media sosial dan menuai perhatian publik nasional.

Baca Juga :  Harga Pangan Stabil di Sarolangun April 2026: Beras, Daging, hingga Cabai Aman, Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga

Warga Bangun Jembatan Darurat dari Pohon Kelapa

Melihat kondisi yang semakin darurat, masyarakat setempat bergerak cepat. Warga bergotong royong membuat akses sementara menggunakan batang pohon kelapa agar aktivitas penyeberangan bisa berlangsung lebih aman.

Meski jauh dari standar keamanan ideal, keberadaan jembatan darurat tersebut sedikit membantu warga dan anak-anak sekolah untuk melintasi sungai.

Namun demikian, masyarakat tetap berharap pemerintah segera menghadirkan solusi permanen melalui pembangunan jembatan baru yang lebih kokoh dan aman.

Harapan itu akhirnya mendapat kepastian setelah Bupati Sarolangun H Hurmin turun langsung ke lokasi.

Bupati Hurmin Pastikan Pembangunan Jembatan Baru

Dalam kunjungannya, Bupati Sarolangun H Hurmin menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat untuk mempercepat pembangunan jembatan gantung baru di Desa Bukit Berantai.

Ia mengatakan pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk TNI dan pemerintah pusat.

Menurut Hurmin, pembangunan jembatan baru nantinya melibatkan dukungan anggaran dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kita bersama Forkopimda Kabupaten Sarolangun terus bergerak. Untuk jangka pendek, kami sudah berkoordinasi dengan bapak Dandim. Mudah-mudahan ada dukungan anggaran dari Kementerian Pertahanan,” ujar Hurmin kepada awak media.

Selain itu, pemerintah daerah juga membuka komunikasi dengan Kementerian PUPR agar proses pembangunan bisa berlangsung lebih cepat.

Baca Juga :  Rp 3,25 Miliar untuk Pendidikan Sarolangun, Ini Detail Bantuan MDT & Beasiswa

Infrastruktur Desa Jadi Prioritas Pemerintah

Bupati Hurmin menilai keberadaan jembatan gantung memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat pedesaan, terutama di wilayah terpencil seperti Batang Asai.

Karena itu, pemerintah daerah menjadikan pembangunan infrastruktur dasar sebagai prioritas utama demi meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan warga.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin masyarakat terus menghadapi risiko keselamatan hanya karena keterbatasan akses.

Apalagi, kejadian anak sekolah menyeberangi sungai menggunakan tali telah membuka mata banyak pihak mengenai pentingnya pembangunan infrastruktur di daerah pelosok.

“Kita ingin masyarakat bisa beraktivitas dengan aman. Anak-anak sekolah juga harus mendapat akses pendidikan yang layak tanpa mempertaruhkan keselamatan,” tegasnya.

Viral di Media Sosial, Publik Soroti Keselamatan Anak Sekolah

Kasus Desa Bukit Berantai menjadi perhatian luas setelah video anak-anak sekolah menyeberangi sungai viral di berbagai platform media sosial.

Banyak netizen merasa prihatin karena para siswa tetap berjuang pergi ke sekolah meski kondisi sangat berbahaya.

Tidak sedikit pula masyarakat yang meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah terpencil agar kejadian serupa tidak terulang.

Fenomena ini sekaligus menunjukkan kekuatan media sosial dalam mendorong perhatian publik terhadap persoalan infrastruktur daerah.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak kasus serupa menjadi viral dan akhirnya mendapat respons cepat dari pemerintah setelah mendapat sorotan luas masyarakat.

Dukungan Forkopimda Percepat Penanganan

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Hurmin tidak datang sendiri. Ia turut didampingi unsur Forkopimda Kabupaten Sarolangun yang ikut meninjau kondisi lapangan secara langsung.

Kehadiran Forkopimda menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan akses masyarakat di Batang Asai.

Selain membahas pembangunan jembatan baru, pemerintah juga mengevaluasi langkah-langkah penanganan darurat untuk memastikan aktivitas warga tetap berjalan selama proses pembangunan berlangsung.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan pemerintah pusat diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur tersebut.

Harapan Besar Warga Desa Bukit Berantai

Masyarakat Desa Bukit Berantai menyambut baik kepastian pembangunan jembatan baru. Warga berharap proyek tersebut segera terealisasi sehingga aktivitas sehari-hari kembali normal.

Bagi warga, keberadaan jembatan bukan sekadar fasilitas penyeberangan. Infrastruktur itu menjadi penghubung utama kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat desa.

Selain membantu akses pendidikan anak-anak, jembatan juga mempermudah distribusi hasil kebun dan kebutuhan pokok masyarakat.

Karena itu, warga berharap pembangunan dilakukan dengan kualitas terbaik agar mampu bertahan dalam kondisi cuaca ekstrem.

Pembangunan Infrastruktur Jadi Sorotan Nasional

Peristiwa di Sarolangun kembali mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok Indonesia.

Meski pembangunan nasional terus berjalan, masih banyak daerah terpencil yang menghadapi keterbatasan akses transportasi dan fasilitas publik.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan dan masa depan pendidikan anak-anak.

Karena itu, banyak pihak berharap pemerintah pusat semakin memperkuat perhatian terhadap pembangunan infrastruktur desa, terutama di wilayah rawan bencana.

Dengan adanya dukungan dari Kemenhan dan Kementerian PUPR, masyarakat kini menaruh harapan besar agar jembatan baru di Desa Bukit Berantai segera berdiri dan menjadi solusi permanen bagi warga Batang Asai.(*)

Berita Terkait

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran
Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini
Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan
APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota
Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”
Balek Kalahek Tempurung Jadi Simbol Pelestarian Budaya Sungai Penuh, Warisan Leluhur Luhah Rio Mendiho di Tengah Modernisasi
Hati-Hati! Penipu Catut Nama Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh, Ini Modusnya
Resmi Didorong Kemenkum, Kopi Arabika Sungai Penuh Siap Bersaing di Pasar Global
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:01 WIB

Gaji ke-13 ASN Jambi Masih Ditunggu, Dua Daerah Belum Lakukan Pembayaran

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:01 WIB

Cabai Merah Naik Lagi, Update Terbaru Harga Pangan di Pasar Tanjung Bajure Sungai Penuh Hari ini

Senin, 29 Juni 2026 - 19:03 WIB

Koperasi Sawit Danau Bangko Resmi Berdiri, Bupati Fadhil Arief Bidik Pendapatan Petani Tembus Rp4,5 Juta per Bulan

Senin, 29 Juni 2026 - 17:30 WIB

APBD 2025 Kota Sungai Penuh Tuai Banyak Masukan, Ini Respons Wakil Wali Kota

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:35 WIB

Bupati Sarolangun Tegaskan Penutupan Hiburan Malam, Warga Kompak Dukung: “Sudah Banyak Mudaratnya”

Berita Terbaru

Google Gemini ubah mobil jadi teman perjalanan super pintar!

Teknologi

Google Gemini Ubah Mobil Menjadi Asisten Pintar Masa Depan

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:01 WIB