BISNIS,JS- Harga LPG 3 kilogram (kg) kembali menjadi perhatian masyarakat setelah pemerintah mengumumkan langkah besar dalam sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai mempercepat pengembangan CNG Merah Putih, sebuah tabung gas berbasis Compressed Natural Gas (CNG) yang diproyeksikan menggantikan LPG bersubsidi secara bertahap.
Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Selama ini Indonesia masih bergantung pada impor LPG dalam jumlah besar sehingga beban subsidi energi terus meningkat setiap tahun.
Melalui pemanfaatan gas bumi domestik, pemerintah berharap mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus menjaga harga energi tetap terjangkau bagi masyarakat.
Apa Itu CNG Merah Putih?
CNG Merah Putih merupakan tabung gas berisi Compressed Natural Gas yang menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar utama.
Berbeda dengan LPG yang berasal dari campuran propana dan butana, CNG memanfaatkan gas alam yang tersedia cukup melimpah di Indonesia.
Kementerian ESDM menilai penggunaan CNG dapat memberikan banyak keuntungan, mulai dari efisiensi subsidi hingga pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri secara maksimal.
Program ini juga menjadi salah satu langkah penting menuju transisi energi yang lebih ramah lingkungan.
Pemerintah Targetkan Uji Coba Tahun 2026
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pemerintah telah memasuki tahap pengembangan prototipe tabung CNG ukuran 3 kilogram.
Saat ini sejumlah tabung sedang menjalani proses pengujian di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Pengujian tersebut meliputi:
- Ketahanan tabung terhadap tekanan tinggi.
- Sistem keamanan katup (valve).
- Kualitas material tabung.
- Standar keselamatan penggunaan rumah tangga.
Pemerintah juga memastikan tabung yang digunakan memiliki bobot lebih ringan dibandingkan tabung CNG generasi sebelumnya sehingga masyarakat, terutama ibu rumah tangga, tetap nyaman saat menggunakannya.
Mengapa Tabung Baru Dibuat Lebih Ringan?
Teknologi tabung CNG terus berkembang.
Generasi pertama menggunakan material logam penuh sehingga bobotnya cukup berat.
Kini pemerintah mengembangkan tabung tipe terbaru yang memanfaatkan material komposit berteknologi tinggi.
Keunggulannya antara lain:
- Lebih ringan.
- Lebih kuat.
- Tahan tekanan tinggi.
- Lebih aman digunakan.
- Lebih mudah dipindahkan.
Penggunaan material modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan sekaligus mempercepat penerimaan masyarakat terhadap program konversi energi.
Tahap Awal Masih Impor dari China
Untuk mempercepat implementasi, pemerintah masih mendatangkan tabung CNG dari China.
Langkah tersebut hanya bersifat sementara.
Jika kebutuhan nasional meningkat, pemerintah berencana mendorong investasi pembangunan pabrik tabung CNG di Indonesia.
Dengan produksi dalam negeri, biaya produksi diperkirakan turun sehingga industri nasional ikut berkembang.
Harga CNG Merah Putih Diproyeksikan Sama dengan LPG 3 Kg
Kabar yang paling dinantikan masyarakat tentu menyangkut harga.
Pemerintah memastikan simulasi awal tetap menggunakan harga yang setara dengan LPG bersubsidi.
Artinya, masyarakat tidak perlu membayar lebih mahal ketika nantinya beralih menggunakan CNG Merah Putih.
Meski harga jual kepada masyarakat tetap sama, pemerintah memperkirakan subsidi energi dapat berkurang hingga sekitar 30 persen.
Penghematan tersebut muncul karena Indonesia memanfaatkan gas bumi domestik yang jauh lebih murah dibandingkan impor LPG.
Implementasi Bertahap Dimulai dari Pulau Jawa
Program konversi tidak langsung berlaku secara nasional.
Kementerian ESDM memilih kota-kota besar di Pulau Jawa sebagai lokasi awal implementasi.
- Alasannya cukup sederhana.
- Wilayah tersebut telah memiliki:
- Infrastruktur jaringan gas.
- Distribusi energi yang lebih baik.
- Pasokan gas bumi yang relatif stabil.
Selain itu, pemerintah telah berkoordinasi dengan SKK Migas agar pasokan gas tetap tersedia ketika program berjalan.
Harga LPG Terbaru Juli 2026
Di tengah rencana konversi energi tersebut, masyarakat juga memperhatikan perkembangan harga LPG.
Hingga awal Juli 2026, harga LPG subsidi 3 kilogram belum mengalami perubahan.
Di sejumlah daerah, harga LPG 3 kg di tingkat pengecer masih berkisar Rp22.000 per tabung, sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) tetap mengikuti ketentuan pemerintah daerah masing-masing.
Namun kondisi berbeda terjadi pada LPG non subsidi.
Harga tabung ukuran 5,5 kilogram maupun 12 kilogram mengalami kenaikan sejak April 2026.
Daftar Harga LPG Non Subsidi Terbaru 2026
Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB
- LPG 5,5 kg: Rp107.000
- LPG 12 kg: Rp228.000
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan
- LPG 5,5 kg: Rp111.000
- LPG 12 kg: Rp230.000
Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara
- LPG 5,5 kg: Rp114.000
- LPG 12 kg: Rp238.000
Tarakan
- LPG 5,5 kg: Rp124.000
- LPG 12 kg: Rp265.000
Ambon dan Jayapura
- LPG 5,5 kg: Rp134.000
- LPG 12 kg: Rp285.000
FTZ Batam
LPG 5,5 kg: Rp100.000
LPG 12 kg: Rp208.000
Mengapa Harga LPG Non Subsidi Naik?
Beberapa faktor memengaruhi kenaikan harga LPG non subsidi.
Di antaranya:
- Harga energi dunia.
- Fluktuasi nilai tukar rupiah.
- Biaya distribusi.
- Biaya pengadaan impor.
- Penyesuaian kebijakan energi nasional.
Sementara itu, pemerintah tetap mempertahankan harga LPG bersubsidi untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.
Apa Keuntungan CNG Dibanding LPG?
Program konversi menuju CNG menawarkan sejumlah keunggulan.
1. Mengurangi Impor Energi
Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang cukup besar sehingga pemanfaatannya dapat menekan impor LPG.
2. Menghemat Anggaran Negara
Pemerintah memperkirakan subsidi energi turun hingga 30 persen apabila penggunaan CNG berlangsung secara luas.
3. Lebih Ramah Lingkungan
Gas bumi menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis bahan bakar fosil lainnya.
4. Memperkuat Ketahanan Energi Nasional
Pemanfaatan sumber energi domestik membuat Indonesia tidak terlalu bergantung pada kondisi pasar internasional.
Tantangan Program CNG Merah Putih
Meski menawarkan banyak manfaat, program ini tetap menghadapi sejumlah tantangan.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Penyediaan infrastruktur distribusi.
- Pembangunan stasiun pengisian CNG.
- Edukasi masyarakat.
- Produksi tabung dalam negeri.
- Standarisasi keamanan nasional.
Pemerintah harus memastikan seluruh aspek tersebut berjalan seiring agar proses transisi berlangsung lancar.
Prospek Energi Indonesia ke Depan
Transformasi menuju pemanfaatan gas bumi menunjukkan arah baru kebijakan energi nasional.
Selain meningkatkan efisiensi anggaran negara, langkah ini juga membuka peluang investasi baru di sektor energi, manufaktur tabung berteknologi tinggi, hingga industri pendukung lainnya.
Jika implementasi berjalan sesuai target, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus memperkuat ketahanan energi dalam jangka panjang.
Masyarakat kini menunggu hasil uji coba CNG Merah Putih yang dijadwalkan berlangsung pada 2026. Keberhasilan tahap tersebut akan menjadi penentu apakah tabung gas baru ini benar-benar mampu menggantikan peran LPG 3 kilogram secara bertahap di seluruh Indonesia.(*)









