JAKARTA,JS- Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut ditandai dengan pemberhentian ratusan pegawai yang dinilai melanggar disiplin kerja, etika, hingga aturan kepegawaian.
Keputusan ini menjadi salah satu evaluasi internal terbesar sejak Program Makan Bergizi Gratis mulai dijalankan secara nasional. Pemerintah ingin memastikan seluruh anggaran negara yang dialokasikan untuk peningkatan gizi masyarakat benar-benar dikelola secara profesional, transparan, dan bebas dari penyimpangan.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kepercayaan publik terhadap salah satu program prioritas nasional yang menyerap anggaran besar.
BGN Bersih-Bersih Internal
Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, menjelaskan bahwa lembaganya terus memperkuat pengawasan internal. Salah satu caranya ialah memberikan sanksi kepada pegawai yang terbukti melanggar aturan.
Menurutnya, tindakan disiplin tidak hanya menyasar pegawai kontrak, tetapi juga aparatur sipil negara yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kami ingin memastikan seluruh pegawai bekerja secara profesional dan menjaga integritas dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Sudaryono dalam konferensi pers, Senin (27/7/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya reformasi birokrasi agar pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai target.
Dalam keterangannya, Sudaryono mengungkapkan bahwa hingga 27 Juli 2026 terdapat 261 kasus pelanggaran yang berujung pada pemberhentian pegawai.
Rinciannya meliputi:
- 224 pegawai non-ASN
- 37 tenaga ahli
ASN dan PPPK Ikut Diproses
Tidak hanya pegawai non-ASN, Badan Gizi Nasional juga memproses pegawai berstatus ASN maupun PPPK.
Sebanyak 9 ASN dan PPPK menjalani proses pemeriksaan karena diduga melakukan pelanggaran disiplin berat.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa BGN menerapkan aturan yang sama kepada seluruh pegawai tanpa memandang status kepegawaiannya.
Selain kasus berat, terdapat pula ASN dan PPPK yang menerima hukuman disiplin ringan.
Jumlahnya mencapai 39 orang.
Mereka memperoleh sanksi berupa:
- Mutasi jabatan
- Demosi
- Teguran administratif
- Pembinaan disiplin
BGN berharap sanksi tersebut dapat menjadi efek jera sekaligus mendorong peningkatan profesionalisme seluruh aparatur.
Judi Online Masuk Daftar Pelanggaran
Salah satu temuan yang cukup menyita perhatian ialah keterlibatan sejumlah pegawai dalam aktivitas judi online.
Selain judi online, pemeriksaan internal juga menemukan pelanggaran lain berupa:
- Ketidakdisiplinan kerja
- Dugaan penyalahgunaan uang
- Pelanggaran etika pegawai
- Pelanggaran administrasi
Sudaryono mengingatkan seluruh pegawai agar tidak menganggap pelanggaran kecil sebagai sesuatu yang dapat diabaikan.
Menurutnya, sistem pengawasan internal mampu mendeteksi berbagai bentuk penyimpangan, termasuk dugaan penyalahgunaan dana dalam jumlah kecil.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Program ini menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, antara lain:
- Anak sekolah
- Balita
- Ibu hamil
- Ibu menyusui
Karena itu, tata kelola anggaran menjadi aspek yang sangat penting.
BGN memastikan pengawasan internal tidak berhenti pada pemberian sanksi.
Beberapa langkah yang diprioritaskan meliputi:
- Evaluasi berkala terhadap pegawai.
- Pengawasan penggunaan anggaran.
- Peningkatan sistem pelaporan internal.
- Penguatan pengawasan etika kerja.
- Penegakan disiplin tanpa pengecualian.
Melalui kebijakan tersebut, BGN berharap seluruh pegawai dapat bekerja secara profesional dan bertanggung jawab.
Pemerintah Ingin Menjaga Kepercayaan Publik
Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu program dengan perhatian publik yang sangat tinggi.
Integritas Menjadi Kunci Keberhasilan Program
Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran.
Integritas sumber daya manusia juga menjadi faktor utama.
Pegawai yang bekerja secara profesional akan membantu memastikan distribusi makanan bergizi berjalan tepat sasaran.
Sebaliknya, pelanggaran disiplin maupun penyalahgunaan wewenang dapat menghambat pencapaian tujuan program.
Evaluasi Akan Terus Berjalan
Sudaryono menegaskan evaluasi terhadap seluruh pegawai akan berlangsung secara rutin.
BGN juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Dengan pengawasan yang semakin kuat, pemerintah berharap pelaksanaan MBG menjadi lebih akuntabel, transparan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.(*)










