KESEHATAN,JS- Stroke di usia muda kini menjadi salah satu masalah kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele. Jika dahulu stroke identik dengan orang lanjut usia, sekarang gangguan pembuluh darah otak juga dapat menyerang remaja dan orang dewasa yang masih berada pada usia produktif.
Kondisi tersebut membuat kesadaran terhadap penyebab stroke di usia muda, faktor risiko stroke, gejala stroke, serta cara mencegah stroke menjadi semakin penting.
Data Kementerian Kesehatan melalui Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi stroke berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk berusia 15 tahun ke atas mencapai 10,9 per mil atau sekitar 0,109 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan Riskesdas 2013 yang mencatat 7 per mil.
Artinya, masyarakat tidak seharusnya menganggap stroke hanya sebagai penyakit yang menyerang lansia.
Menurut CDC, stroke dapat terjadi pada siapa saja dan pada usia berapa pun.
Apa Itu Stroke?
Stroke terjadi ketika aliran darah menuju bagian otak terganggu.
Gangguan tersebut dapat terjadi karena bekuan darah menyumbat pembuluh darah otak, yang dikenal sebagai stroke iskemik. Stroke juga dapat terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga menyebabkan perdarahan, yang dikenal sebagai stroke hemoragik.
Ketika otak tidak memperoleh pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup, sel-sel otak dapat mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Karena itu, stroke termasuk kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
Mengapa Stroke Bisa Menyerang Anak Muda?
Usia memang menjadi salah satu faktor risiko stroke. Namun, usia bukan satu-satunya penentu.
Anak muda juga dapat menghadapi faktor risiko yang sama dengan kelompok usia lebih tua. Bahkan, kebiasaan sehari-hari seperti merokok, kurang bergerak, pola makan tidak sehat, serta tidak pernah memeriksa tekanan darah dapat meningkatkan risiko penyakit pembuluh darah sejak lebih dini.
CDC juga mencatat bahwa peningkatan obesitas, hipertensi, dan diabetes pada kelompok usia muda ikut berkontribusi terhadap risiko stroke pada kelompok tersebut.
Berikut sejumlah penyebab dan faktor risiko stroke di usia muda yang perlu Anda kenali.
1. Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi
Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko stroke yang paling penting.
Tekanan darah yang terus tinggi dapat memberikan tekanan berlebihan pada dinding pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah.
2. Kebiasaan Merokok
Merokok juga dapat meningkatkan risiko stroke pada usia muda.
Asap rokok mengandung berbagai zat yang dapat merusak jantung dan pembuluh darah. Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah, sedangkan zat lain dalam asap rokok dapat mengurangi kemampuan darah membawa oksigen.
Selain itu, merokok dapat meningkatkan kecenderungan darah membentuk gumpalan dan mempercepat penumpukan plak di pembuluh darah.
Karena itu, kebiasaan merokok sejak usia muda dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan pembuluh darah.
3. Kurang Aktivitas Fisik
Kebiasaan duduk terlalu lama, jarang berjalan kaki, dan minim olahraga juga dapat meningkatkan faktor risiko stroke.
Kurangnya aktivitas fisik dapat mempermudah seseorang mengalami kenaikan berat badan. Kondisi tersebut kemudian dapat berkaitan dengan tekanan darah tinggi, kolesterol tidak sehat, dan diabetes.
Sebaliknya, aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga berat badan, tekanan darah, serta kadar kolesterol.
Karena itu, jangan menunggu sampai usia tua untuk mulai berolahraga.
4. Obesitas dan Berat Badan Berlebih
Obesitas menjadi salah satu penyebab tidak langsung yang perlu mendapat perhatian.
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami hipertensi, diabetes tipe 2, dan gangguan kadar kolesterol.
Ketiga kondisi tersebut kemudian dapat memperbesar risiko penyakit jantung dan stroke. CDC juga mengaitkan obesitas dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang lebih tinggi serta peningkatan risiko hipertensi dan diabetes.
Pola makan tinggi kalori, terlalu banyak garam, makanan ultra-proses, serta kurang aktivitas fisik dapat memperburuk masalah tersebut.
5. Kolesterol Tinggi
Kolesterol juga berperan dalam kesehatan pembuluh darah.
Kadar kolesterol tertentu yang terlalu tinggi dapat mendorong pembentukan plak pada dinding pembuluh darah. Jika plak semakin banyak, pembuluh darah dapat menyempit dan mengganggu aliran darah.
Pada kondisi tertentu, plak juga dapat pecah dan memicu pembentukan bekuan darah.
Karena itu, anak muda yang memiliki faktor risiko sebaiknya tidak menganggap pemeriksaan kolesterol hanya diperlukan oleh orang tua.
6. Diabetes
Diabetes juga sering berjalan bersama hipertensi dan gangguan metabolisme lainnya. Kombinasi beberapa faktor tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.
Karena itu, menjaga kadar gula darah tetap terkendali menjadi bagian penting dalam pencegahan stroke.
7. Pola Makan Tidak Sehat
Makanan tinggi garam, lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kardiovaskular.
Konsumsi garam yang berlebihan juga dapat meningkatkan tekanan darah. Sementara itu, pola makan yang buruk dapat mempermudah kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko diabetes.
CDC menyarankan masyarakat memperbanyak pilihan makanan sehat, termasuk buah dan sayuran, serta membatasi asupan natrium dan lemak tidak sehat.
Jadi, makanan viral atau makanan cepat saji sesekali mungkin terlihat sepele.
8. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko stroke.
Alkohol dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Kondisi tersebut kemudian dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.
9. Penyakit atau Kelainan Jantung
Masalah jantung juga dapat menjadi faktor risiko stroke pada usia muda.
Beberapa gangguan jantung dapat memicu pembentukan bekuan darah. Bekuan tersebut kemudian dapat mengikuti aliran darah menuju otak dan menyumbat pembuluh darah.
Gangguan irama jantung, kelainan katup jantung, serta kondisi tertentu pada ruang jantung termasuk beberapa masalah yang dapat meningkatkan risiko tersebut.
Karena itu, orang muda yang memiliki keluhan jantung atau riwayat penyakit jantung perlu berkonsultasi dengan tenaga medis.
10. Faktor Genetik dan Kondisi Medis Tertentu
Tidak semua penyebab stroke berkaitan dengan gaya hidup.
Riwayat keluarga dan faktor genetik juga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami stroke. Beberapa kelainan tertentu pada darah atau pembuluh darah juga dapat meningkatkan risiko stroke pada usia muda.
Karena itu, seseorang dengan riwayat keluarga stroke atau penyakit kardiovaskular perlu memperhatikan faktor risiko lain dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kenali Gejala Stroke pada Usia Muda
Mengenali gejala stroke sama pentingnya dengan memahami faktor risikonya.
Stroke dapat muncul secara tiba-tiba. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Wajah tiba-tiba terlihat mencong atau turun pada salah satu sisi.
- Salah satu lengan atau kaki tiba-tiba terasa lemah atau mati rasa.
- Bicara mendadak menjadi pelo atau sulit dipahami.
- Kesulitan memahami pembicaraan orang lain.
- Penglihatan tiba-tiba terganggu.
- Tubuh kehilangan keseimbangan.
- Sulit berjalan atau mengalami pusing secara mendadak.
- Sakit kepala berat yang muncul tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.
- Kebingungan atau perubahan kesadaran.
American Stroke Association menggunakan metode B.E. F.A.S.T. untuk membantu masyarakat mengenali tanda stroke, yaitu gangguan keseimbangan, perubahan penglihatan, wajah menurun, kelemahan lengan, gangguan bicara, dan segera mencari pertolongan medis.
Jangan Menunggu Gejala Stroke Hilang
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu gejala membaik dengan sendirinya.
Padahal, stroke membutuhkan pertolongan medis segera. Semakin cepat pasien mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat, semakin besar peluang tenaga medis mencegah kerusakan otak yang lebih luas.
Jika seseorang tiba-tiba mengalami wajah mencong, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, gangguan bicara, gangguan penglihatan, atau kehilangan keseimbangan, segera cari pertolongan medis darurat. Catat waktu ketika gejala mulai muncul karena informasi tersebut dapat membantu tenaga medis menentukan penanganan.
Cara Mencegah Stroke di Usia Muda
- Berhenti merokok.
- Periksa tekanan darah secara berkala.
- Jaga berat badan tetap sehat.
- Rutin melakukan aktivitas fisik.
- Kurangi konsumsi garam.
- Perbanyak buah dan sayuran.
- Batasi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.
- Kontrol kadar gula darah.
- Periksa kadar kolesterol jika memiliki faktor risiko.
- Batasi konsumsi alkohol.
- Jangan abaikan keluhan atau penyakit jantung.
- Kenali riwayat kesehatan keluarga.
Kemenkes juga mendorong masyarakat menerapkan pola makan bergizi seimbang, menjaga kadar gula darah, melakukan aktivitas fisik secara rutin, dan melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari upaya pencegahan stroke.
Apakah Anak Muda Bisa Terkena Stroke?
Bisa.
Stroke tidak mengenal batas usia secara mutlak. Meskipun risiko stroke meningkat seiring bertambahnya usia, orang yang lebih muda tetap dapat mengalami stroke.
Karena itu, munculnya gejala seperti wajah mencong, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau gangguan bicara tidak boleh dianggap hanya sebagai kelelahan, kurang tidur, atau masuk angin.
Apakah Kurang Tidur Bisa Menyebabkan Stroke?
Kurang tidur tidak tepat disebut sebagai satu-satunya penyebab langsung stroke. Namun, pola hidup yang buruk dan kondisi kesehatan yang menyertainya dapat meningkatkan faktor risiko kardiovaskular.
Karena itu, menjaga kualitas tidur tetap menjadi bagian penting dari pola hidup sehat, bersama dengan olahraga, pola makan seimbang, pengendalian tekanan darah, dan menghindari rokok.
FAQ
Apa penyebab stroke di usia muda?
Penyebab atau faktor risiko stroke pada usia muda dapat mencakup hipertensi, merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik, diabetes, kolesterol tinggi, pola makan tidak sehat, konsumsi alkohol berlebihan, penyakit jantung, serta faktor genetik dan kondisi medis tertentu.
Apa ciri stroke yang paling mudah dikenali?
Tanda yang paling mudah dikenali antara lain wajah mencong, salah satu lengan melemah, dan gangguan bicara. Gunakan prinsip B.E. F.A.S.T. untuk mengenali tanda lainnya seperti gangguan keseimbangan dan perubahan penglihatan.
Apakah stroke bisa menyerang orang berusia 20 atau 30 tahun?
Ya. Stroke dapat terjadi pada usia berapa pun. Karena itu, gejala stroke pada orang muda tetap membutuhkan pemeriksaan dan penanganan segera.
Apakah merokok meningkatkan risiko stroke?
Ya. Merokok dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, meningkatkan kecenderungan darah membentuk gumpalan, dan mempercepat penumpukan plak pada pembuluh darah.
Kapan seseorang harus segera ke rumah sakit?
Segera cari pertolongan medis darurat ketika seseorang mengalami gejala stroke secara tiba-tiba, terutama wajah mencong, kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, gangguan bicara, gangguan penglihatan, atau kehilangan keseimbangan. Jangan menunggu gejala menghilang.
Kesimpulan
Stroke di usia muda bukan lagi sesuatu yang boleh dianggap mustahil. Risiko tersebut dapat meningkat ketika seseorang memiliki tekanan darah tinggi, merokok, mengalami obesitas, jarang bergerak, memiliki diabetes atau kolesterol tinggi, serta menghadapi penyakit jantung dan faktor medis tertentu.
Namun, usia muda juga memberikan kesempatan untuk melakukan pencegahan sejak dini.
Mulailah dari kebiasaan sederhana: berhenti merokok, lebih aktif bergerak, menjaga pola makan, mempertahankan berat badan sehat, serta rutin memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol jika memiliki faktor risiko.
Yang tidak kalah penting, kenali tanda stroke dan jangan menunda mencari pertolongan medis. Stroke merupakan keadaan darurat. Penanganan cepat dapat membantu mengurangi risiko kerusakan otak dan kecacatan jangka panjang.
Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau diagnosis dokter.(*)










