JAKARTA,JS- Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kembali menjadi perhatian masyarakat pada September 2026. Memasuki pertengahan bulan, harga BBM masih mengacu pada penyesuaian yang dilakukan operator pada awal September.
Perubahan harga terutama terjadi pada sejumlah produk BBM nonsubsidi. Pertamina menaikkan beberapa produknya, termasuk Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Operator lain seperti BP-AKR dan Shell juga melakukan penyesuaian pada produk tertentu. Sementara itu, beberapa jenis BBM seperti Pertalite dan Biosolar masih mempertahankan harga yang sama.
Kondisi tersebut membuat konsumen perlu mengetahui harga BBM terbaru 13 September 2026 sebelum mengisi bahan bakar kendaraan. Perbedaan harga beberapa ribu rupiah per liter dapat memengaruhi pengeluaran bulanan, terutama bagi pemilik kendaraan yang memiliki mobilitas tinggi.
Harga BBM Pertamina 13 September 2026
Pertamina masih menjadi salah satu operator yang paling banyak menjadi rujukan masyarakat ketika mencari informasi mengenai harga bensin dan solar terbaru.
Pada September 2026, perusahaan melakukan penyesuaian terhadap sejumlah BBM nonsubsidi. Salah satu perubahan terbesar terjadi pada Pertamax Green 95.
Harga Pertamax Green 95 naik menjadi Rp19.150 per liter. Sebelumnya, produk dengan RON 95 tersebut berada di level Rp16.600 per liter.
Kenaikan tersebut mencapai Rp2.550 per liter. Dengan demikian, konsumen yang mengisi 40 liter harus menyiapkan tambahan sekitar Rp102.000 dibandingkan ketika harga masih Rp16.600 per liter.
Selain Pertamax Green 95, Pertamina juga menaikkan harga Pertamax Turbo.
Produk dengan RON 98 tersebut kini berada di level Rp19.600 per liter, naik dari Rp18.300 per liter pada Agustus 2026.
Sementara itu, kenaikan juga terjadi pada produk diesel. Harga Dexlite meningkat menjadi Rp23.700 per liter, sedangkan sebelumnya berada di angka Rp19.700 per liter.
Pertamina Dex juga mengalami kenaikan. Produk diesel dengan spesifikasi lebih tinggi tersebut kini mencapai Rp25.200 per liter, dari sebelumnya Rp21.150 per liter.
Perubahan itu membuat harga sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina semakin tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
Pertamax Masih Rp15.950 per Liter
Tidak semua produk Pertamina mengalami kenaikan.
Harga Pertamax masih berada di level Rp15.950 per liter. Konsumen yang menggunakan bensin RON 92 tersebut belum menghadapi perubahan harga berdasarkan daftar harga yang berlaku pada 13 September 2026.
Harga tersebut menjadi salah satu angka penting bagi pemilik kendaraan yang ingin menjaga biaya operasional tetap terkendali.
Dengan harga Rp15.950 per liter, pengisian 30 liter membutuhkan dana sekitar Rp478.500. Sementara itu, pengisian 40 liter membutuhkan sekitar Rp638.000.
Karena itu, perubahan harga BBM beberapa ratus hingga beberapa ribu rupiah per liter tetap memiliki dampak terhadap anggaran rumah tangga maupun biaya operasional kendaraan.
Pertalite dan Biosolar Masih Mempertahankan Harga
Kabar yang cukup melegakan bagi konsumen BBM bersubsidi datang dari Pertalite dan Biosolar.
Harga Pertalite masih Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Kedua produk tersebut tidak mengikuti kenaikan sejumlah BBM nonsubsidi pada awal September.
Perbedaan harga antara BBM bersubsidi dan nonsubsidi pun semakin terlihat. Pertalite, misalnya, masih berada jauh di bawah harga Pertamax maupun Pertamax Green 95.
Namun, konsumen tetap perlu memperhatikan ketentuan penggunaan BBM bersubsidi yang berlaku. Pemilihan bahan bakar sebaiknya mengikuti aturan pemerintah serta spesifikasi kendaraan.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina September 2026
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang menjadi acuan pada 13 September 2026:
Produk BBM- Harga per Liter
- Pertalite-Rp10.000
- Biosolar- Rp6.800
- Pertamax RON 92- Rp15.950
- Pertamax Green 95 RON 95- Rp19.150
- Pertamax Turbo RON 98- Rp19.600
- Dexlite CN 51- Rp23.700
- Pertamina Dex CN 53- Rp25.200
Dari daftar tersebut, produk diesel memiliki harga paling tinggi. Pertamina Dex mencapai Rp25.200 per liter.
Harga BBM BP-AKR Ikut Berubah
Selain Pertamina, konsumen juga dapat menemukan perubahan harga di jaringan SPBU BP-AKR.
Produk BP Ultimate mengalami kenaikan harga hingga Rp19.330 per liter. Sebelumnya, harga produk tersebut berada di level Rp16.760 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada BP Ultimate Diesel.
Harga produk diesel tersebut mencapai Rp25.420 per liter, naik dari Rp21.910 per liter.
Sementara itu, harga BP 92 masih Rp16.130 per liter.
Perubahan harga ini membuat konsumen perlu melakukan perbandingan sebelum memilih tempat pengisian BBM. Selisih harga antarmerek dapat menjadi pertimbangan, khususnya bagi pengendara yang mengisi tangki secara rutin.
Harga Vivo Revvo 92 Masih Rp16.130
Jaringan SPBU Vivo juga menjadi salah satu pilihan konsumen di Indonesia.
Berdasarkan pantauan pada salah satu SPBU Vivo di kawasan Jalan Tendean, Jakarta Selatan, harga Revvo 92 masih Rp16.130 per liter.
Harga tersebut sama dengan BP 92 yang berada di level Rp16.130 per liter.
Namun, ketersediaan produk menjadi faktor penting. Diesel Primus dan Revvo 95 tidak tercantum pada papan harga karena stok produk tersebut masih kosong di lokasi yang menjadi pantauan.
Artinya, konsumen tidak hanya perlu melihat harga BBM. Ketersediaan produk juga perlu menjadi pertimbangan ketika memilih SPBU.
Harga Shell V-Power Diesel Tembus Rp25.420
Shell juga melakukan perubahan harga pada produk diesel yang tersedia.
Harga Shell V-Power Diesel naik menjadi Rp25.420 per liter. Sebelumnya, produk tersebut berada di level Rp21.910 per liter.
Harga itu membuat Shell V-Power Diesel berada pada level yang sama dengan BP Ultimate Diesel berdasarkan daftar harga yang tersedia.
Sementara itu, beberapa produk bensin Shell belum tersedia di lokasi yang menjadi pantauan.
Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ tercatat belum tersedia.
Kondisi stok dapat berubah dari satu SPBU ke SPBU lainnya. Karena itu, konsumen sebaiknya mengecek ketersediaan sebelum melakukan perjalanan khusus untuk membeli jenis BBM tertentu.
Perbandingan Harga BBM Pertamina, BP, Vivo dan Shell
Perbandingan harga dapat membantu konsumen menentukan pilihan bahan bakar sesuai kebutuhan dan anggaran.
Untuk bensin RON 92, Pertamax berada di level Rp15.950 per liter. Sementara itu, BP 92 dan Vivo Revvo 92 masing-masing berada di level Rp16.130 per liter.
Dengan demikian, terdapat selisih Rp180 per liter antara Pertamax dan dua produk RON 92 tersebut.
Jika seseorang mengisi 40 liter, selisihnya mencapai Rp7.200 untuk satu kali pengisian.
Angka tersebut memang terlihat kecil untuk sekali pengisian. Namun, biaya tersebut dapat bertambah apabila kendaraan digunakan setiap hari.
Misalnya, pengendara mengisi 40 liter sebanyak empat kali dalam sebulan. Selisih Rp180 per liter akan menghasilkan perbedaan biaya sekitar Rp28.800 dalam satu bulan.
Karena itu, membandingkan fuel price today sebelum mengisi tangki dapat membantu pengguna kendaraan mengatur fuel cost.
Harga Diesel Menjadi Perhatian
Kenaikan harga produk diesel juga menjadi salah satu perhatian utama pada September 2026.
Pertamina Dex mencapai Rp25.200 per liter. Sementara itu, BP Ultimate Diesel dan Shell V-Power Diesel berada di level Rp25.420 per liter.
Harga tersebut sudah menembus Rp25.000 per liter.
Bagi pemilik kendaraan diesel dengan kapasitas tangki besar, perubahan harga tersebut dapat memberikan dampak cukup terasa terhadap biaya pengisian.
Sebagai contoh, pengisian 50 liter dengan harga Rp25.420 membutuhkan sekitar Rp1.271.000.
Jika kendaraan menggunakan produk dengan harga Rp21.910 per liter, pengisian 50 liter sebelumnya membutuhkan sekitar Rp1.095.500.
Artinya, terdapat perbedaan sekitar Rp175.500 untuk volume 50 liter.
Perhitungan sederhana seperti ini penting bagi pemilik kendaraan pribadi, kendaraan niaga, maupun pelaku usaha yang mengandalkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.
Mengapa Harga BBM Nonsubsidi Bisa Berubah?
Harga BBM nonsubsidi dapat mengikuti berbagai faktor ekonomi dan pasar. Salah satu faktor penting berasal dari pergerakan harga minyak mentah dunia.
Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga dapat memengaruhi biaya pengadaan energi.
Operator kemudian melakukan evaluasi harga berdasarkan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.
Karena itu, harga BBM nonsubsidi dapat mengalami perubahan ketika kondisi pasar mengalami pergeseran.
Berbeda dengan BBM bersubsidi, harga produk nonsubsidi lebih berkaitan dengan mekanisme harga yang diterapkan operator dan kondisi pasar.
Bagi konsumen, perubahan tersebut membuat informasi petrol price, gasoline price, diesel fuel price, dan energy prices semakin penting untuk dipantau.
Dampak Kenaikan Harga BBM terhadap Biaya Harian
Kenaikan harga BBM tidak hanya memengaruhi biaya ketika seseorang mengisi tangki.
Dalam jangka panjang, harga bahan bakar dapat memengaruhi biaya perjalanan harian.
Pemilik mobil yang menempuh jarak jauh setiap hari tentu membutuhkan BBM lebih banyak dibandingkan pengguna yang hanya menggunakan kendaraan pada akhir pekan.
Begitu pula pelaku usaha seperti kurir, pedagang, sopir perjalanan, dan pemilik kendaraan niaga. Kenaikan beberapa ribu rupiah per liter dapat meningkatkan biaya operasional.
Karena itu, konsumen dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk menghemat penggunaan bahan bakar.
Pertama, hindari akselerasi dan pengereman secara berlebihan. Kedua, pertahankan tekanan ban sesuai rekomendasi. Ketiga, lakukan servis kendaraan secara berkala.
Selain itu, rencanakan perjalanan agar beberapa keperluan dapat dilakukan dalam satu rute.
Langkah sederhana tersebut dapat membantu menekan konsumsi BBM tanpa mengubah jenis kendaraan.
Jangan Hanya Melihat Harga per Liter
Harga per liter memang menjadi faktor penting ketika memilih BBM. Namun, konsumen sebaiknya tidak menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan.
Spesifikasi mesin kendaraan juga perlu diperhatikan.
Setiap kendaraan memiliki rekomendasi nilai oktan tertentu. Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti rekomendasi pabrikan agar penggunaan bahan bakar sesuai dengan karakter mesin.
Untuk bensin, istilah seperti RON 92, RON 95, dan RON 98 menunjukkan angka oktan. Sementara itu, produk diesel menggunakan parameter yang berbeda, termasuk cetane number atau CN.
Dengan memahami spesifikasi tersebut, konsumen dapat memilih bahan bakar secara lebih tepat.
Daftar Harga BBM 13 September 2026
Berikut rangkuman harga BBM berdasarkan data yang tersedia pada 13 September 2026:
Pertamina
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax RON 92: Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
- Pertamax Turbo RON 98: Rp19.600 per liter
- Dexlite CN 51: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex CN 53: Rp25.200 per liter
BP-AKR
- BP 92: Rp16.130 per liter
- BP Ultimate: Rp19.330 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp25.420 per liter
Vivo
- Revvo 92: Rp16.130 per liter
- Diesel Primus: belum tersedia pada papan harga/pantauan stok
- Revvo 95: belum tersedia pada papan harga/pantauan stok
Shell
- Shell Super: belum tersedia
- Shell V-Power: belum tersedia
- Shell V-Power Diesel: Rp25.420 per liter
- Shell V-Power Nitro+: belum tersedia.(*)










