Terbaru!, KUR 2026 Bunga Mulai 3 Persen, Cek Plafon Rp10 Juta hingga Rp500 Juta dan Bedanya di BRI-Mandiri

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BISNIS,JS- Kredit Usaha Rakyat atau KUR 2026 kembali menjadi perhatian pelaku usaha mikro dan kecil yang membutuhkan tambahan modal dengan biaya pembiayaan yang relatif terjangkau.

Program ini menawarkan plafon mulai dari kategori pembiayaan sampai Rp10 juta hingga Rp500 juta, tergantung jenis KUR dan kebutuhan usaha calon debitur.

Pemerintah juga menerapkan pedoman baru melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Pelaksanaan KUR.

Aturan tersebut mulai berlaku pada 13 Januari 2026.

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah menetapkan bunga KUR Super Mikro sebesar 3 persen efektif per tahun.

Sementara itu, KUR Mikro dan KUR Kecil untuk sektor produksi serta perdagangan berorientasi ekspor memiliki bunga 6 persen efektif per tahun.

Perubahan dan rincian tersebut membuat calon debitur perlu memahami jenis KUR sebelum mengajukan pinjaman.

Pasalnya, setiap kategori memiliki plafon, tenor, persyaratan, serta ketentuan bunga yang berbeda.

KUR 2026 Cocok untuk Modal Kerja dan Investasi

KUR merupakan program pembiayaan pemerintah yang disalurkan melalui bank atau lembaga keuangan penyalur.

Pelaku usaha dapat menggunakan pembiayaan tersebut untuk kebutuhan produktif, terutama modal kerja dan investasi.

Sektor yang menjadi sasaran KUR cukup luas.

Beberapa di antaranya mencakup pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, industri pengolahan, konstruksi, pariwisata, jasa produksi, perdagangan, dan sektor produktif lainnya.

Dengan demikian, KUR tidak hanya menyasar pedagang di pasar atau pemilik toko.

Petani, nelayan, peternak, pelaku industri rumahan hingga pengusaha jasa juga dapat masuk dalam cakupan pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah menempatkan KUR sebagai salah satu instrumen pembiayaan bagi usaha produktif yang belum memiliki akses pembiayaan perbankan secara penuh.

Baca Juga :  Aset Tembus Puluhan Triliun, Ini 5 Bank Digital Terbesar RI 2026

Daftar Jenis KUR dan Plafonnya

Secara umum, KUR terbagi menjadi beberapa kategori.

Perbedaan paling mudah terlihat dari batas pembiayaannya.

Berikut gambaran jenis KUR yang tersedia pada 2026:

Jenis KUR- Plafon

KUR Super Mikro- Sampai Rp10 juta

  • KUR Mikro- Di atas Rp10 juta sampai Rp100 juta
  • KUR Kecil- Di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta
  • KUR PMI- Maksimal Rp100 juta
  • KUR Khusus- Sampai Rp500 juta

Bank Mandiri mencantumkan kelima jenis tersebut dalam informasi resmi KUR-nya.

Sementara itu, informasi resmi BRI mencantumkan KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil sebagai pilihan produk KUR.

KUR Super Mikro: Plafon Rp10 Juta, Bunga 3 Persen

KUR Super Mikro menyasar pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan dengan nilai relatif kecil.

Plafonnya mencapai Rp10 juta.

Pemerintah menetapkan bunga KUR Super Mikro sebesar 3 persen efektif per tahun.

Menariknya, calon penerima dengan usaha yang belum berjalan enam bulan masih dapat mengakses KUR Super Mikro jika memenuhi salah satu ketentuan.

Calon debitur dapat mengikuti pendampingan atau pelatihan kewirausahaan.

Pilihan lainnya yaitu bergabung dalam kelompok usaha atau memiliki anggota keluarga yang sudah menjalankan usaha produktif.

Untuk modal kerja, tenor KUR Super Mikro dapat mencapai tiga tahun.

Sedangkan pembiayaan investasi dapat memiliki tenor maksimal lima tahun.

KUR Mikro hingga Rp100 Juta

Berikutnya terdapat KUR Mikro dengan plafon di atas Rp10 juta sampai Rp100 juta.

Kategori ini dapat menjadi pilihan bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal lebih besar dibandingkan KUR Super Mikro.

BRI mencantumkan KUR Mikro dengan bunga bertahap mulai dari 6 persen efektif per tahun.

Namun, calon debitur perlu memperhatikan sektor usaha dan riwayat akses KUR.

Untuk sektor produksi serta perdagangan berorientasi ekspor, bunga KUR Mikro mencapai 6 persen efektif per tahun.

Sementara untuk perdagangan non-ekspor, bunga dapat mengikuti urutan penerimaan KUR.

Bank Mandiri mencantumkan bunga 6 persen untuk penerimaan pertama dan 7 persen untuk penerimaan kedua pada skema tersebut.

Pada umumnya, usaha calon debitur sudah berjalan minimal enam bulan.

Namun, terdapat pengecualian tertentu, antara lain bagi pekerja yang terkena PHK dan sudah mengikuti pelatihan kewirausahaan serta menjalankan usaha minimal tiga bulan.

Ketentuan khusus juga berlaku bagi petani tebu rakyat yang bekerja sama dengan mitra usaha yang memberikan pendampingan.

KUR Kecil Bisa Mencapai Rp500 Juta

Pelaku usaha dengan kebutuhan modal lebih besar dapat melihat kategori KUR Kecil.

Plafon KUR Kecil berada di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta.

Tenor modal kerja dapat mencapai empat tahun.

Sedangkan pembiayaan investasi dapat mencapai lima tahun.

Untuk sektor produksi dan perdagangan berorientasi ekspor, bunga berada pada level 6 persen efektif per tahun sesuai ketentuan 2026.

Namun, perdagangan non-ekspor memiliki pola bunga bertahap.

  • Penerima pertama membayar bunga 6 persen.
  • Penerima kedua menghadapi bunga 7 persen.
  • Penerima ketiga masuk ke tingkat 8 persen.
  • Kemudian penerima keempat dapat masuk ke tingkat 9 persen.

Karena itu, calon debitur perlu melihat bukan hanya plafon pinjaman, tetapi juga sektor usaha dan frekuensi akses KUR.

Baca Juga :  BNI Sekuritas Perbarui Kantor Cabang, Investor Kini Bisa Dapat Edukasi Investasi Secara Langsung

KUR BRI 2026: Super Mikro, Mikro dan Kecil

BRI mencantumkan tiga pilihan KUR dalam informasi produknya.

  • Pertama, KUR Super Mikro dengan plafon sampai Rp10 juta.
  • Kedua, KUR Mikro dengan plafon di atas Rp10 juta sampai Rp100 juta.
  • Ketiga, KUR Kecil dengan plafon di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta.

BRI juga menyebut beberapa sektor yang dapat memperoleh pembiayaan, termasuk pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, industri pengolahan, konstruksi, pariwisata, jasa, dan perdagangan.

Dalam informasi umum BRI, calon debitur KUR perlu memiliki usaha produktif dan layak.

BRI juga mencantumkan usaha yang berjalan minimal enam bulan sebagai salah satu kriteria umum, bersama persyaratan administrasi dan ketentuan SLIK sesuai produk serta kebijakan yang berlaku.

Karena persyaratan dapat berbeda berdasarkan jenis KUR, calon debitur sebaiknya melakukan pengecekan langsung sebelum mengajukan pembiayaan.

KUR Mandiri 2026 Punya Lima Kategori

Bank Mandiri menyediakan pilihan KUR yang lebih beragam.

Bank tersebut mencantumkan:

  • KUR Super Mikro
  • KUR Mikro
  • KUR Kecil
  • KUR Penempatan Pekerja Migran Indonesia atau KUR PMI
  • KUR Khusus

Kelima kategori tersebut memiliki karakteristik pembiayaan masing-masing.

  • KUR PMI untuk Calon Pekerja Migran
  • KUR PMI menyasar calon Pekerja Migran Indonesia.
  • Plafonnya mencapai maksimal Rp100 juta.
  • Tenor mengikuti masa kontrak kerja dan/atau magang dengan batas maksimal tiga tahun.

Calon penerima KUR PMI juga memiliki ketentuan frekuensi penerimaan tersendiri. Bank Mandiri mencantumkan batas penerimaan paling banyak satu kali.

KUR Khusus untuk Pembiayaan Tertentu

Selain itu, terdapat KUR Khusus dengan plafon sampai Rp500 juta.

Ketentuannya menyesuaikan sektor usaha dan pola pembiayaan yang berlaku.

Bank Mandiri mencantumkan sektor produksi dan perdagangan berorientasi ekspor sebagai sektor yang mendapat perlakuan tertentu dalam ketentuan akumulasi dan akses KUR.

KUR dan Kredit Komersial Tidak Sama

Calon debitur juga perlu membedakan KUR dengan kredit usaha komersial.

KUR masuk dalam program pembiayaan pemerintah dengan dukungan subsidi bunga atau marjin.

Sebaliknya, kredit usaha komersial berjalan berdasarkan produk pembiayaan bank dan tidak menggunakan skema subsidi KUR.

Perbedaan tersebut berpengaruh terhadap struktur bunga dan persyaratan pembiayaan.

Karena itu, pelaku usaha tidak sebaiknya hanya melihat angka plafon ketika membandingkan produk kredit.

Tenor, bunga efektif, biaya, agunan, legalitas usaha, serta kemampuan membayar angsuran juga perlu masuk dalam perhitungan.

BRI Kupedes Bukan KUR

Salah satu contoh kredit komersial BRI yaitu Kupedes.

BRI menjelaskan bahwa Kupedes dapat digunakan pelaku usaha mikro untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi.

Produk tersebut menyediakan pinjaman hingga Rp500 juta dengan tenor maksimal 60 bulan.

Informasi BRI yang diperbarui untuk program 2026 mencantumkan suku bunga Kupedes pada kisaran 19,75 persen hingga 26 persen, dengan agunan berupa tanah/tanah dan bangunan atau kendaraan bermotor.

Angka tersebut berbeda jauh dari bunga KUR karena Kupedes merupakan kredit komersial, bukan KUR bersubsidi.

Namun, calon debitur tetap perlu melihat struktur biaya secara keseluruhan karena setiap produk memiliki mekanisme pembiayaan yang berbeda.

Bank Mandiri Juga Memiliki KUM

Bank Mandiri menyediakan Kredit Usaha Mikro atau KUM untuk kebutuhan usaha produktif.

KUM dapat digunakan untuk modal kerja maupun investasi.

Bank Mandiri mencantumkan limit hingga Rp500 juta dengan jangka waktu sampai lima tahun.

Berbeda dari KUR, KUM merupakan produk kredit mikro komersial.

Bank Mandiri juga mencantumkan adanya agunan berupa objek yang dibiayai dan aset tetap sesuai ketentuan produk.

Karena itu, pelaku usaha perlu memastikan terlebih dahulu jenis pembiayaan yang sesuai dengan kondisi bisnisnya.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Dokumen menjadi bagian penting dalam proses pengajuan kredit.

Bank Mandiri, misalnya, mencantumkan sejumlah dokumen untuk KUR seperti NIB atau surat keterangan usaha, NIK yang dibuktikan dengan identitas, NPWP untuk limit tertentu, serta dokumen keluarga sesuai kondisi calon debitur.

Pada KUR Kecil dengan plafon di atas Rp100 juta, Bank Mandiri juga mencantumkan ketentuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sesuai peraturan yang berlaku.

Sementara itu, BRI mencantumkan dokumen seperti e-KTP, KK, NPWP, NIB/IUMK atau legalitas usaha dalam informasi produk pembiayaannya.

Namun, kelengkapan dokumen dapat berbeda berdasarkan jenis pembiayaan dan hasil analisis bank.(*)

Berita Terkait

Allo Deposito Tawarkan Bunga hingga 9 Persen, Cek Tenor 1-24 Bulan dan Syaratnya
Aset Tembus Puluhan Triliun, Ini 5 Bank Digital Terbesar RI 2026
Harga Bitcoin Hari Ini Tembus Rp1,5 Miliar, BTC Kembali Menguat, Cek BTC ke Rupiah dan Pergerakannya
BEI Ubah Batas Harga Saham Jadi Rp1 Mulai 28 September 2026, Ini 46 Saham Gocap yang Terimbas
Bunga Deposito BRI, BNI, dan Mandiri 21 September 2026: Cek Suku Bunga Terbaru dan Simulasi Rp100 Juta
AXA Sharia Life Insurance Resmi Berdiri, Bidik Pasar Asuransi Syariah dan Perkuat Perlindungan Finansial Indonesia
BNI Sekuritas Perbarui Kantor Cabang, Investor Kini Bisa Dapat Edukasi Investasi Secara Langsung
Promo BRI Kartu Kredit September 2026: Diskon 25% di Boost, Transaksi Minimum Rp100 Ribu
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:01 WIB

Terbaru!, KUR 2026 Bunga Mulai 3 Persen, Cek Plafon Rp10 Juta hingga Rp500 Juta dan Bedanya di BRI-Mandiri

Rabu, 23 September 2026 - 18:01 WIB

Allo Deposito Tawarkan Bunga hingga 9 Persen, Cek Tenor 1-24 Bulan dan Syaratnya

Rabu, 23 September 2026 - 15:00 WIB

Aset Tembus Puluhan Triliun, Ini 5 Bank Digital Terbesar RI 2026

Rabu, 23 September 2026 - 04:01 WIB

Harga Bitcoin Hari Ini Tembus Rp1,5 Miliar, BTC Kembali Menguat, Cek BTC ke Rupiah dan Pergerakannya

Selasa, 22 September 2026 - 11:31 WIB

BEI Ubah Batas Harga Saham Jadi Rp1 Mulai 28 September 2026, Ini 46 Saham Gocap yang Terimbas

Berita Terbaru