JAMBI,JS- Warga Kota Jambi kembali menghadapi persoalan kualitas udara pada Sabtu, 26 September 2026. Setelah hujan membantu membersihkan udara selama beberapa hari, kabut asap kembali terlihat di sejumlah kawasan.
Perubahan kondisi tersebut membuat warga kembali perlu memperhatikan kualitas udara sebelum menjalankan aktivitas di luar rumah.
Pemantauan IQAir pada 26 September menunjukkan kualitas udara Kota Jambi berada pada kategori tidak sehat. Angka indeks kualitas udara juga bergerak dinamis sepanjang hari. Pada pemantauan pagi, IQAir mencatat kondisi yang masih masuk kategori tidak sehat dengan PM2.5 sebagai polutan utama.
IQAir mencatat data tersebut dari dua stasiun pemantauan yang berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG. Karena kondisi udara dapat berubah dalam hitungan jam, masyarakat perlu melihat data terbaru sebelum melakukan aktivitas luar ruangan.
Kabut Asap Kembali Setelah Hujan
Kemunculan kembali kabut asap menjadi perhatian karena kondisi udara Kota Jambi sempat membaik dalam beberapa hari terakhir.
Hujan yang turun di Kota Jambi dan sejumlah wilayah Provinsi Jambi membantu menekan konsentrasi asap di udara. Air hujan juga membantu membersihkan sebagian partikel yang mengambang di atmosfer.
Namun, perbaikan tersebut tidak otomatis mengakhiri persoalan kabut asap.
Ketika hujan berhenti, asap kembali terlihat di beberapa kawasan. Kondisi itu menunjukkan bahwa sumber asap di sekitar wilayah Jambi masih menjadi perhatian.
Pergerakan asap juga sangat bergantung pada kondisi cuaca. Arah angin, kecepatan angin, kelembapan, suhu, serta aktivitas kebakaran hutan dan lahan dapat memengaruhi kualitas udara dari waktu ke waktu.
Karena itu, warga tidak bisa hanya mengandalkan kondisi udara pada satu hari.
Kondisi yang terlihat cerah pada pagi hari juga belum tentu menunjukkan kualitas udara yang aman. Data pemantauan kualitas udara tetap menjadi salah satu acuan penting.
PM2.5 Jadi Perhatian Utama
Salah satu istilah yang kembali muncul dalam pemantauan kualitas udara Jambi ialah PM2.5.
PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini menjadi salah satu parameter penting dalam pemantauan polusi udara.
Pada pemantauan IQAir untuk Kota Jambi, PM2.5 tercatat sebagai polutan utama. Data tersebut memperlihatkan bahwa kondisi udara belum sepenuhnya pulih meskipun hujan sebelumnya membantu menurunkan kepadatan kabut asap.
Dalam kondisi seperti ini, warga perlu lebih berhati-hati ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Pengendara sepeda motor, pedagang kaki lima, pekerja lapangan, anak-anak, serta kelompok yang sensitif terhadap polusi udara perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara secara berkala.
Pemkot Jambi Kembali Pantau Kondisi Udara
Pemerintah Kota Jambi juga mengikuti perubahan kualitas udara yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Juru Bicara Pemerintah Kota Jambi, Saleh Rido, mengatakan kabut asap kembali terlihat di wilayah Kota Jambi. Ia meminta masyarakat kembali meningkatkan kewaspadaan karena kualitas udara menunjukkan kondisi yang kurang baik.
Menurut Saleh, perubahan kualitas udara dapat berlangsung cepat. Kondisi tersebut berkaitan dengan arah angin dan pergerakan asap dari kebakaran hutan dan lahan.
Pemerintah, lanjut dia, terus melihat perkembangan kondisi udara sebelum mengambil langkah berikutnya.
Situasi itu menjadi penting karena Pemkot Jambi sebelumnya sudah beberapa kali menyesuaikan kegiatan belajar mengajar akibat pencemaran udara.
Aktivitas Sekolah Ikut Menjadi Perhatian
Kembalinya kabut asap juga membuat kondisi sekolah kembali menjadi perhatian masyarakat.
Sebelumnya, Pemkot Jambi telah menerapkan penyesuaian kegiatan belajar mengajar akibat kualitas udara yang memburuk. Pemerintah menggunakan kondisi kualitas udara sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan pola pembelajaran.
Pemkot Jambi bahkan memperpanjang pembelajaran jarak jauh bagi jenjang TK/PAUD, SD dan SMP ketika kondisi udara masih masuk kategori sangat tidak sehat.
Pemkot Jambi menyebut Surat Edaran Wali Kota Jambi Nomor 29 Tahun 2026 menjadi salah satu dasar dalam mengantisipasi dampak pencemaran udara terhadap kegiatan belajar mengajar.
Aturan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kualitas udara tidak hanya menyangkut kesehatan warga, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas pendidikan.
Karena itu, kondisi udara pada akhir pekan menjadi perhatian menjelang kegiatan belajar mengajar pada Senin.
Pemerintah akan melihat perkembangan kualitas udara terbaru sebelum menentukan pola pembelajaran yang sesuai.
Keputusan Sekolah Menunggu Perkembangan Terbaru
Masyarakat, khususnya orang tua siswa, kini menunggu perkembangan kondisi udara menjelang Senin.
Jika kualitas udara kembali memburuk, pemerintah memiliki mekanisme untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebaliknya, jika kualitas udara menunjukkan perbaikan dan masuk pada kondisi yang lebih aman, aktivitas pendidikan dapat menyesuaikan kembali.
Pola tersebut sebelumnya sudah diterapkan Pemkot Jambi. Pemerintah pernah membagi pola pembelajaran berdasarkan kondisi pencemaran udara. Pada kondisi tertentu, siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh, sementara pada kondisi yang lebih baik sekolah dapat menjalankan pembelajaran tatap muka dengan sejumlah penyesuaian.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu berspekulasi mengenai kegiatan sekolah sebelum pemerintah mengumumkan keputusan berdasarkan data terbaru.
Warga Diminta Tidak Abaikan Kabut Asap
Di tengah kondisi udara yang kembali memburuk, masyarakat perlu mengambil langkah sederhana untuk mengurangi paparan polusi.
Warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak sebaiknya mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kabut asap terlihat semakin pekat.
Sementara itu, masyarakat yang harus keluar rumah dapat menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel udara.
Warga juga perlu memperhatikan kondisi kelompok rentan, terutama anak-anak dan orang yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara.
Selain itu, masyarakat dapat memantau informasi kualitas udara secara berkala melalui sumber pemantauan yang tersedia.
Pemantauan menjadi penting karena angka kualitas udara dapat berubah mengikuti kondisi cuaca dan pergerakan angin. Data IQAir sendiri menunjukkan perubahan angka AQI sepanjang jam dalam satu hari, sehingga angka pada pagi hari tidak selalu sama dengan kondisi pada siang atau malam hari.
Jangan Hanya Melihat Kabut dengan Mata
Salah satu hal yang perlu dipahami masyarakat ialah kualitas udara tidak selalu terlihat secara kasatmata.
Kabut yang tampak tipis belum tentu menunjukkan udara yang bersih. Sebaliknya, kondisi udara dapat memburuk ketika konsentrasi partikel halus meningkat meskipun jarak pandang masih terlihat cukup baik.
Karena itu, data kualitas udara memiliki peran penting.
Indikator seperti AQI, PM2.5 dan ISPU dapat membantu masyarakat memahami kondisi udara secara lebih objektif.
Khusus di Kota Jambi, pemerintah sebelumnya menggunakan data kualitas udara sebagai salah satu dasar dalam mengambil keputusan terkait kegiatan pendidikan.
Saat kualitas udara melewati batas tertentu, pemerintah dapat menyesuaikan kegiatan sekolah untuk mengurangi paparan polusi terhadap siswa.
Karhutla Masih Menjadi Persoalan di Jambi
Persoalan kabut asap di Jambi tidak terlepas dari aktivitas kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Pada September 2026, sejumlah daerah di Provinsi Jambi menghadapi ancaman karhutla. Data yang dihimpun pemerintah dan berbagai lembaga menunjukkan aktivitas titik panas masih menjadi perhatian.
Sebelumnya, RRI melaporkan terdapat 2.766 titik panas di Jambi selama periode 1 hingga 14 September 2026. Angka tersebut menunjukkan besarnya tantangan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di provinsi ini.
Selain pemadaman di darat, pemerintah juga menjalankan berbagai upaya untuk mengendalikan dampak karhutla.
BNPB sebelumnya mengoperasikan helikopter dalam operasi modifikasi cuaca di Jambi. Operasi tersebut mencatat total penerbangan 15 jam 32 menit dan menggunakan 8.000 kilogram natrium klorida untuk membantu proses penyemaian awan.
Upaya tersebut berjalan bersamaan dengan penanganan titik api dan pemantauan kondisi udara.
Kualitas Udara Jambi Bisa Berubah Cepat
Perubahan kualitas udara menjadi alasan utama masyarakat perlu memantau kondisi terbaru.
Data IQAir pada 26 September memperlihatkan angka AQI Kota Jambi berubah dari waktu ke waktu. Pada salah satu pembaruan pagi, IQAir mencatat AQI 163 dengan kategori tidak sehat dan PM2.5 sebesar 72,5 mikrogram per meter kubik. Beberapa jam berikutnya, sistem menunjukkan perubahan angka seiring perubahan cuaca dan kondisi angin.
Dengan kondisi seperti itu, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan satu angka sebagai gambaran kualitas udara sepanjang hari.
Pemantauan berkala memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan kondisi.
Terlebih lagi, cuaca Jambi dapat berubah dari panas menjadi hujan dalam waktu relatif singkat. Angin juga dapat membawa asap dari satu wilayah ke wilayah lain.
Apa yang Perlu Dilakukan Warga?
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat ketika kualitas udara memburuk.
Pertama, warga dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap terlihat semakin pekat.
Kedua, warga dapat menggunakan masker ketika harus keluar rumah.
Ketiga, masyarakat dapat menutup pintu dan jendela ketika asap dari luar mulai masuk ke dalam rumah.
Keempat, warga dapat memantau informasi kualitas udara sebelum berolahraga atau melakukan aktivitas luar ruangan.
Kelima, orang tua perlu memberikan perhatian lebih kepada anak-anak ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat.
Langkah tersebut tidak menggantikan arahan pemerintah atau tenaga kesehatan. Namun, tindakan sederhana tersebut dapat membantu masyarakat mengurangi paparan polusi dalam aktivitas sehari-hari.
Warga Menunggu Kondisi Udara Kembali Stabil
Kembalinya kabut asap di Kota Jambi menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara belum sepenuhnya selesai.
Hujan memang sempat memberikan perbaikan. Namun, setelah hujan berhenti, kabut asap kembali muncul di sejumlah kawasan.
Pemerintah Kota Jambi kini kembali memantau perkembangan kondisi udara. Selain kesehatan warga, perkembangan tersebut juga akan menjadi pertimbangan dalam menentukan aktivitas pendidikan pada awal pekan.
Masyarakat pun perlu mengikuti informasi resmi pemerintah dan data kualitas udara terbaru.
Dengan kondisi yang masih dinamis, kualitas udara Kota Jambi dapat berubah dalam hitungan jam.
Karena itu, kewaspadaan tetap diperlukan sampai kondisi udara benar-benar membaik dan stabil.
Bagi warga Kota Jambi, akhir pekan kali ini bukan sekadar soal cuaca cerah atau hujan. Pergerakan asap, kualitas PM2.5, arah angin, serta perkembangan karhutla akan menentukan seperti apa kondisi udara dalam beberapa hari ke depan.(TIM)










