Peringatan Hari Pancasila, Pemkot Sungai Penuh Berikan Bantuan Alsintan hingga Program Kopi 400 Hektare ke Petani

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUNGAIPENUH,JS- Pemerintah Kota Sungai Penuh memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan melalui penyaluran berbagai bantuan kepada kelompok masyarakat.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Program itu tidak hanya menyasar kebutuhan alat dan mesin pertanian atau alsintan. Pemerintah Kota Sungai Penuh juga mengarahkan bantuan pada pengembangan komoditas kopi, peternakan ayam, perikanan, hingga pemenuhan kebutuhan pangan bagi balita yang mengalami stunting dan balita berisiko stunting.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menyerahkan bantuan secara simbolis dalam kegiatan tersebut. Ia hadir bersama Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh Hardizal, S.Sos., M.H., serta Kepala DPKPP Kota Sungai Penuh H. Suarman, S.E., M.M.

Langkah tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk menghubungkan program bantuan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan untuk Kelompok Tani

Sektor pertanian menjadi salah satu perhatian utama dalam program bantuan kali ini. Pemerintah Kota Sungai Penuh menyalurkan sejumlah bantuan yang bertujuan membantu kelompok tani meningkatkan aktivitas produksi.

Salah satu bantuan yang menarik perhatian yakni traktor roda empat.

Kehadiran alat pertanian tersebut dapat membantu kelompok tani dalam mengolah lahan dengan lebih efisien. Penggunaan alat mesin pertanian juga dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap proses pengolahan lahan secara manual.

Bagi petani, ketersediaan alsintan memiliki peran penting karena proses persiapan lahan menjadi salah satu tahapan yang membutuhkan tenaga dan waktu cukup besar.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong kelompok penerima agar memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan dan peruntukannya.

Pengelolaan bantuan secara bersama juga dapat memperluas manfaat. Satu unit alat dapat mendukung aktivitas beberapa anggota kelompok apabila kelompok tani memiliki sistem pemanfaatan dan pemeliharaan yang baik.

Program Kopi Arabika Diperluas hingga 400 Hektare

Selain bantuan alsintan, Pemkot Sungai Penuh juga membawa program pengembangan kopi dalam paket bantuan kepada masyarakat.

Program tersebut mencakup perluasan kopi Arabika dengan luas mencapai 400 hektare.

Kopi menjadi salah satu komoditas yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat di wilayah dataran tinggi. Pengembangan lahan secara lebih luas dapat membuka peluang peningkatan produksi sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi petani.

Namun, pengembangan perkebunan kopi tidak cukup hanya dengan memperluas areal tanam. Petani juga membutuhkan dukungan pada tahap pengolahan dan peningkatan kualitas hasil produksi.

Atas dasar itu, pemerintah turut memberikan paket mesin pengolahan kopi.

Bantuan tersebut dapat mendukung petani dalam mengembangkan proses pascapanen. Dengan pengolahan yang lebih baik, petani memiliki peluang untuk menghasilkan produk kopi dengan nilai tambah lebih tinggi.

Program ini juga membuka ruang bagi pengembangan kopi tidak hanya sebagai komoditas bahan baku, tetapi sebagai produk yang memiliki nilai ekonomi lebih besar setelah melalui proses pengolahan.

Baca Juga :  Tol Betung-Jambi Seksi 1A Tembus 69 Persen, Kapan Dibuka? Ini Progres Terbarunya

Bantuan Ayam Petelur Ikut Masuk Program

Program pemerintah daerah juga menyentuh subsektor peternakan.

Dalam penyerahan tersebut, Pemkot Sungai Penuh memberikan paket pengembangan ayam petelur Merah Putih.

Bantuan peternakan dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat sumber pendapatan masyarakat. Selain itu, produksi telur juga berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan dan sumber protein masyarakat.

Pengembangan ayam petelur membutuhkan pengelolaan yang konsisten, mulai dari pemeliharaan, pakan, kesehatan ternak hingga pemasaran hasil produksi.

Karena itu, kelompok penerima perlu menjaga keberlanjutan program agar bantuan tidak berhenti pada tahap penerimaan saja.

Jika kelompok mampu mengelola usaha secara baik, program tersebut dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi produktif yang memberikan manfaat dalam jangka lebih panjang.

Sektor Perikanan Mendapat Perhatian

Tidak hanya pertanian dan peternakan, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menyalurkan sejumlah bantuan untuk sektor perikanan.

Bantuan tersebut mencakup beberapa kebutuhan kelompok masyarakat yang bergerak dalam usaha perikanan.

Di antaranya terdapat restocking benih ikan, paket benih ikan yang dilengkapi pakan dan peralatan, bantuan jala, benih lele beserta pakan, serta bantuan happa atau jaring.

Rangkaian bantuan tersebut menyasar kebutuhan berbeda dalam kegiatan budidaya maupun pengelolaan perikanan.

Ketersediaan benih dan pakan menjadi bagian penting dalam budidaya ikan. Sementara itu, jala dan happa dapat menunjang kegiatan pemeliharaan serta pengelolaan ikan sesuai kebutuhan kelompok penerima.

Dengan dukungan tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat mengembangkan sektor perikanan sebagai salah satu sumber ekonomi produktif.

Bantuan Pangan untuk Balita Stunting

Pada kesempatan yang sama, Pemkot Sungai Penuh juga memberikan perhatian terhadap persoalan stunting.

Pemerintah menyerahkan beras fortifikasi dan telur bagi balita stunting serta balita yang masuk kategori berisiko stunting.

Program tersebut melengkapi bantuan produktif di sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Pemerintah tidak hanya mendorong peningkatan produksi masyarakat, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan pangan kelompok yang membutuhkan dukungan khusus.

Beras fortifikasi dan telur memiliki peran sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan pangan balita. Karena itu, penerima perlu memanfaatkan bantuan sesuai tujuan program dan kebutuhan anak.

Penanganan stunting sendiri membutuhkan pendekatan yang lebih luas. Pemenuhan makanan bergizi perlu berjalan bersama pemantauan pertumbuhan anak, pelayanan kesehatan, pola asuh, kebersihan lingkungan dan edukasi keluarga.

Dengan demikian, bantuan pangan menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat penanganan stunting.

Baca Juga :  Karhutla Tebo Masih Jadi Ancaman, Status Siaga Darurat Berakhir 30 September 2026

Alfin Tekankan Manfaat Bantuan bagi Masyarakat

Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan bahwa berbagai bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan pemerintah daerah kepada masyarakat.

Menurut Alfin, program bantuan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, terutama pada sektor pertanian dan perikanan.

Selain itu, pemerintah juga mengaitkan program tersebut dengan agenda ketahanan pangan dan percepatan penanganan stunting.

Arah kebijakan tersebut membuat bantuan tidak hanya berfokus pada satu sektor. Pemerintah menggabungkan dukungan terhadap kegiatan ekonomi produktif dengan program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Di sektor pertanian, bantuan alsintan dapat membantu kelompok tani menjalankan aktivitas pengolahan lahan.

Sementara itu, program kopi Arabika dan mesin pengolahan membuka dukungan dari sisi pengembangan komoditas serta pascapanen.

Pada sektor peternakan, paket ayam petelur memberikan dukungan terhadap kegiatan produksi telur. Kemudian pada sektor perikanan, pemerintah menyediakan benih, pakan dan peralatan yang menunjang aktivitas masyarakat.

Kelompok Penerima Perlu Kelola Bantuan Secara Berkelanjutan

Besarnya variasi bantuan juga membawa tanggung jawab bagi kelompok penerima.

Bantuan alsintan membutuhkan pemeliharaan agar alat tetap berfungsi dalam jangka panjang. Begitu pula bantuan peternakan, perikanan dan pengembangan kopi membutuhkan pengelolaan yang konsisten.

Karena itu, kelompok penerima perlu menyusun pola pemanfaatan yang jelas.

Untuk bantuan alat pertanian, misalnya, kelompok dapat mengatur jadwal penggunaan serta pemeliharaan alat. Langkah tersebut penting agar bantuan tidak hanya bermanfaat pada satu musim tanam.

Hal serupa berlaku pada bantuan benih ikan, pakan, ayam petelur dan pengembangan kopi. Kelompok perlu memastikan bantuan berkembang menjadi kegiatan produktif dan memberikan hasil bagi anggota.

Dengan pengelolaan yang baik, bantuan pemerintah dapat menghasilkan manfaat yang lebih panjang dibandingkan sekadar penggunaan pada tahap awal.

Bantuan Diharapkan Mendorong Ekonomi Masyarakat

Pemkot Sungai Penuh berharap seluruh bantuan yang telah disalurkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari sisi pertanian, bantuan alsintan dapat mendukung efisiensi kegiatan petani. Kemudian program kopi Arabika dapat membuka ruang pengembangan komoditas yang memiliki nilai ekonomi.

Pada saat yang sama, bantuan peternakan dan perikanan dapat memperluas pilihan masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif.

Sementara itu, bantuan pangan untuk balita stunting dan balita berisiko stunting melengkapi upaya pemerintah dalam memperbaiki pemenuhan kebutuhan gizi kelompok sasaran.

Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan sektor pangan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pangan bergizi serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan sumber pendapatan.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum Penguatan Program

Penyerahan bantuan pada rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 memberikan konteks tersendiri bagi kegiatan tersebut.

Pemerintah Kota Sungai Penuh menggunakan momentum tersebut untuk memperkuat perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

Bantuan kepada kelompok tani, peternak, pembudidaya ikan hingga keluarga dengan balita stunting menunjukkan berbagai sektor mendapatkan perhatian dalam satu rangkaian program.

Selanjutnya, efektivitas program akan sangat bergantung pada pemanfaatan bantuan oleh penerima.

Masyarakat penerima dapat menjaga bantuan secara bersama, menggunakan sesuai peruntukan dan mengembangkan hasilnya agar manfaat program terus berlanjut.

Pada akhirnya, keberhasilan bantuan bukan hanya terlihat dari jumlah alat atau paket yang pemerintah salurkan. Dampak yang lebih penting terlihat dari kemampuan masyarakat meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, memperkuat ketahanan pangan dan memperbaiki pemenuhan gizi keluarga.

Dengan pendekatan tersebut, bantuan alsintan, pengembangan kopi Arabika, peternakan, perikanan dan pangan bergizi dapat menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan warga.(*)

Berita Terkait

Sewa Aset Pemkot Tunggak Dua Tahun, Bank Jambi Sungai Penuh Baru Melunasi Setelah Jadi Temuan BPK
DPRD Sungai Penuh Setujui Perubahan APBD 2026, Alfin Minta OPD Percepat Program
Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil
Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan
Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Pastikan Tim Siaga Hadapi Ancaman Bencana
Karhutla Jambi Meningkat, 14 Sumur Bor Diusulkan untuk Kawasan Gambut
Kontrak PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Segera Berakhir, Ini Syarat dan Ketentuan pengajuan Perpanjangan Kontrak
26 ASN Sungai Penuh Jalani Ujian Dinas, BKPSDM:Untuk Persamaan Ijazah dan Kenaikan Pangkat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Peringatan Hari Pancasila, Pemkot Sungai Penuh Berikan Bantuan Alsintan hingga Program Kopi 400 Hektare ke Petani

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Sewa Aset Pemkot Tunggak Dua Tahun, Bank Jambi Sungai Penuh Baru Melunasi Setelah Jadi Temuan BPK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:10 WIB

DPRD Sungai Penuh Setujui Perubahan APBD 2026, Alfin Minta OPD Percepat Program

Rabu, 30 September 2026 - 19:15 WIB

Dua Nelayan Tanjab Barat Hilang Saat Melaut, Ditemukan Selamat Setelah Dicari hingga 46 Mil

Rabu, 30 September 2026 - 16:30 WIB

Ternyata! Bimtek BPD SE Kota Sungai Penuh di Jambi Telan Rp1,46 Miliar, SPPD hingga Biaya Hotel Jadi Dipertanyakan

Berita Terbaru