INTERNASIONAL,JS- Nilai tukar Won Korea Selatan (KRW) terhadap Rupiah Indonesia (IDR) menjadi salah satu informasi yang banyak dicari masyarakat, terutama pekerja migran, calon tenaga kerja ke Korea Selatan, keluarga penerima kiriman uang, hingga masyarakat yang bertransaksi menggunakan mata uang asing.
Pada Jumat, 2 Oktober 2026, berdasarkan angka referensi yang tersedia dalam data yang menjadi acuan artikel ini, nilai 1 Won Korea Selatan berada di kisaran Rp13,18 hingga Rp13,24. Dengan angka tersebut, masyarakat dapat memperkirakan nilai uang Won ketika menghitung penghasilan, tabungan, biaya hidup, maupun kiriman uang ke Indonesia.
Sebagai gambaran, 1.000 Won Korea setara dengan sekitar Rp13.180 hingga Rp13.240. Sementara itu, 10.000 Won bernilai sekitar Rp131.800 hingga Rp132.400. Adapun 100.000 Won memiliki nilai sekitar Rp1,318 juta hingga Rp1,324 juta.
Namun, masyarakat perlu memahami bahwa kurs mata uang dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, nilai konversi yang muncul pada mesin pencari atau kalkulator kurs belum tentu sama dengan nominal yang diterima ketika seseorang menukarkan uang melalui bank, penyedia remitansi, atau layanan transfer internasional.
Kurs Won Korea ke Rupiah Hari Ini, Jumat 2 Oktober 2026
Won merupakan mata uang resmi Korea Selatan dengan kode internasional KRW. Sementara itu, Rupiah menjadi mata uang resmi Indonesia dengan kode IDR.
Kedua mata uang tersebut memiliki nilai yang berbeda. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui kurs terbaru sebelum melakukan transaksi yang melibatkan Won dan Rupiah.
Mengacu pada rentang kurs Rp13,18–Rp13,24 per Won, berikut perkiraan konversi beberapa nominal yang umum digunakan.
Jumlah Won Korea Perkiraan nilai Rupiah
- ₩1 Rp13,18–Rp13,24
- ₩1.000 Rp13.180–Rp13.240
- ₩5.000 Rp65.900–Rp66.200
- ₩10.000 Rp131.800–Rp132.400
- ₩20.000 Rp263.600–Rp264.800
- ₩50.000 Rp659.000–Rp662.000
- ₩100.000 Rp1.318.000–Rp1.324.000
- ₩500.000 Rp6.590.000–Rp6.620.000
- ₩1.000.000 Rp13.180.000–Rp13.240.000
Angka dalam tabel merupakan estimasi berdasarkan rentang kurs tersebut, bukan penawaran transaksi langsung dari bank atau penyedia jasa penukaran uang.
Dengan demikian, seseorang yang memiliki uang 100.000 Won dapat memperkirakan nilainya sekitar Rp1,32 juta sebelum memperhitungkan biaya transfer, biaya administrasi, dan selisih kurs.
Mengapa Kurs Won Korea ke Rupiah Penting Diketahui?
Informasi kurs Won Korea ke Rupiah memiliki manfaat praktis bagi masyarakat yang memiliki hubungan pekerjaan, keluarga, atau transaksi keuangan dengan Korea Selatan.
Pertama, pekerja Indonesia di Korea Selatan dapat menggunakan kurs sebagai acuan untuk menghitung nilai penghasilan dalam Rupiah. Perhitungan tersebut membantu mereka menyusun anggaran, menentukan jumlah tabungan, dan memperkirakan uang yang dapat dikirim kepada keluarga.
Kedua, keluarga penerima remitansi dapat memperkirakan nominal Rupiah yang akan mereka terima. Misalnya, jika keluarga menerima kiriman sebesar 500.000 Won, nilai konversinya berada di kisaran Rp6,59 juta hingga Rp6,62 juta berdasarkan rentang kurs yang digunakan dalam artikel ini.
Ketiga, calon pekerja migran dapat memanfaatkan informasi tersebut untuk membuat perencanaan keuangan sebelum berangkat. Mereka dapat memperkirakan biaya kebutuhan sehari-hari, potensi tabungan, dan jumlah uang yang ingin dikirim ke Indonesia.
Selain itu, informasi kurs juga berguna bagi pelaku usaha yang membeli barang dari Korea Selatan, penggemar produk Korea, serta masyarakat yang merencanakan perjalanan ke negara tersebut.
Meski demikian, kurs saja tidak cukup untuk menentukan keuntungan atau kemampuan menabung. Pengeluaran, biaya transfer, pajak yang berlaku, serta nilai tukar saat transaksi turut memengaruhi hasil akhirnya.
Cara Menghitung Konversi Won Korea ke Rupiah
Masyarakat dapat menghitung konversi Won ke Rupiah menggunakan rumus sederhana. Caranya, kalikan jumlah Won yang dimiliki dengan nilai kurs Won terhadap Rupiah.
Sebagai contoh, jika kurs yang digunakan sebesar Rp13,20 per Won, perhitungannya menjadi sebagai berikut:
- Jumlah Won × Rp13,20 = nilai dalam Rupiah.
Jika seseorang memiliki 10.000 Won, perhitungannya adalah 10.000 × Rp13,20. Hasilnya mencapai Rp132.000.
Sementara itu, untuk 100.000 Won, perhitungannya menjadi 100.000 × Rp13,20 atau Rp1.320.000.
Rumus tersebut juga berlaku untuk nominal yang lebih besar. Jika seseorang menerima gaji atau kiriman sebesar 1 juta Won, nilai konversinya pada kurs Rp13,20 mencapai Rp13,2 juta.
Namun, angka tersebut hanya menunjukkan nilai konversi berdasarkan kurs asumsi. Jumlah yang masuk ke rekening penerima bisa berbeda karena penyedia layanan menggunakan kurs transaksi dan mungkin mengenakan biaya tambahan.
Berapa Rupiah Gaji 2 Juta Won Korea?
Pertanyaan mengenai gaji dalam Won menjadi salah satu kebutuhan praktis calon pekerja migran Indonesia.
Untuk memberikan gambaran, penghasilan sebesar 2 juta Won jika menggunakan kurs Rp13,18 akan bernilai Rp26.360.000. Sementara itu, jika menggunakan kurs Rp13,24, nilainya mencapai Rp26.480.000.
Dengan demikian, konversi 2 juta Won berada di kisaran Rp26,36 juta hingga Rp26,48 juta berdasarkan rentang kurs dalam artikel ini.
Akan tetapi, angka tersebut bukan berarti pekerja menerima seluruh nominal itu sebagai tabungan bersih. Pekerja tetap perlu memperhitungkan biaya hidup, tempat tinggal, makan, transportasi, asuransi, potongan gaji, dan kewajiban lain sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, calon pekerja sebaiknya membedakan antara gaji kotor, gaji bersih, dan jumlah uang yang benar-benar dapat ditabung atau dikirim ke Indonesia.
Perbedaan Kurs Referensi dan Kurs Transaksi Bank
Masyarakat juga perlu memahami perbedaan antara kurs referensi pasar dan kurs transaksi yang digunakan penyedia jasa keuangan.
Kurs referensi menunjukkan gambaran nilai tukar mata uang pada suatu waktu. Sementara itu, bank atau penyedia remitansi dapat menetapkan kurs beli dan kurs jual yang berbeda sesuai mekanisme transaksi mereka.
Ketika seseorang menukarkan Won menjadi Rupiah, penyedia jasa akan menggunakan kurs yang berlaku untuk transaksi tersebut. Karena itu, hasil akhirnya tidak selalu sama dengan perhitungan menggunakan kurs referensi.
Selain selisih kurs, biaya administrasi dan biaya transfer juga dapat mengurangi jumlah uang yang diterima. Pengaruhnya bergantung pada layanan, metode pengiriman, serta ketentuan masing-masing penyedia.
Oleh sebab itu, masyarakat sebaiknya membandingkan jumlah Rupiah bersih yang akan diterima, bukan hanya melihat angka kurs yang tercantum pada layar.
Sebelum mengirim uang dari Korea Selatan, periksa pula estimasi biaya, waktu pemrosesan, batas transaksi, dan nominal akhir yang masuk ke rekening penerima.
Won Korea dan Rupiah terhadap Dolar AS
Selain kurs Won terhadap Rupiah, pergerakan Dolar Amerika Serikat (USD) juga sering menjadi perhatian pelaku pasar valuta asing.
Data yang menjadi acuan artikel ini mencantumkan nilai Rupiah sekitar Rp17.882 per Dolar AS pada Jumat, 2 Oktober 2026. Angka tersebut dapat digunakan sebagai referensi yang disebutkan dalam bahan awal, tetapi perlu pemeriksaan terhadap sumber kurs bertanggal sebelum dianggap sebagai kurs pasar terverifikasi.
Secara umum, perubahan nilai Dolar AS dapat memengaruhi pergerakan berbagai mata uang di pasar internasional. Namun, arah pergerakan Won terhadap Rupiah tidak selalu mengikuti perubahan USD secara persis.
Kurs KRW/IDR juga bergantung pada pergerakan Won terhadap Dolar AS, pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS, serta kondisi pasar dan permintaan terhadap kedua mata uang.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa Won pasti menguat terhadap Rupiah hanya karena kedua mata uang menunjukkan pergerakan tertentu terhadap Dolar AS. Perbandingan harus menggunakan data kurs pada waktu dan sumber yang konsisten.
Faktor yang Memengaruhi Nilai Tukar Won dan Rupiah
Nilai tukar mata uang dapat bergerak karena beberapa faktor ekonomi dan pasar.
Salah satunya adalah kebijakan suku bunga. Keputusan bank sentral Korea Selatan dan Bank Indonesia dapat memengaruhi minat investor terhadap aset dalam masing-masing mata uang.
Selain itu, inflasi juga berperan dalam membentuk ekspektasi pasar. Perubahan tingkat harga dapat memengaruhi kebijakan moneter, daya beli, dan penilaian investor terhadap mata uang.
Kondisi perdagangan internasional turut berpengaruh. Arus ekspor dan impor, kebutuhan valuta asing perusahaan, serta aliran investasi dapat meningkatkan atau mengurangi permintaan terhadap suatu mata uang.
Sentimen global juga dapat memengaruhi pasar. Ketika investor mengubah penempatan aset akibat perubahan kondisi ekonomi atau risiko global, nilai berbagai mata uang dapat bergerak dalam waktu singkat.
Meski demikian, faktor-faktor tersebut tidak menentukan arah kurs secara otomatis. Pergerakan aktual tetap bergantung pada kondisi pasar dan perkembangan informasi pada saat transaksi berlangsung.
Tips Menukar atau Mengirim Won ke Indonesia
Agar perhitungan keuangan lebih akurat, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sebelum menukar atau mengirim Won.
Pertama, periksa kurs terbaru pada hari transaksi. Jangan hanya mengandalkan artikel lama atau angka yang muncul pada tanggal berbeda.
Kedua, bandingkan beberapa bank atau penyedia remitansi yang memiliki izin sesuai ketentuan. Perhatikan kurs, biaya transfer, serta estimasi waktu pengiriman.
Ketiga, periksa jumlah Rupiah bersih yang akan diterima. Kurs yang terlihat tinggi belum tentu menghasilkan nilai akhir terbesar jika penyedia layanan mengenakan biaya tambahan.
Keempat, simpan bukti transaksi dan periksa kembali nama penerima serta nomor rekening sebelum mengirim uang.
Terakhir, hindari mengambil keputusan keuangan hanya berdasarkan perkiraan kurs. Jika nominal transaksi cukup besar, perubahan kecil pada nilai tukar dapat menghasilkan selisih Rupiah yang berarti.(*)










