TEKNOLOGI,JS- Biaya administrasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan pengguna OVO saat melakukan transaksi digital.
Setiap metode pengisian saldo memiliki ketentuan biaya yang berbeda. Begitu pula ketika pengguna mengirim saldo ke rekening bank, memindahkan dana ke dompet digital lain, atau melakukan tarik tunai.
Karena itu, pengguna perlu mengetahui biaya setiap layanan sebelum melakukan transaksi. Dengan begitu, saldo yang tersedia tidak berkurang di luar perkiraan.
Pada Oktober 2026, biaya tersebut mencakup pengisian saldo melalui kartu debit, Indomaret, Tokopedia, mobile banking, ATM, hingga layanan pengemudi Grab.
Selain itu, pengguna juga perlu memperhatikan biaya transfer dan tarik tunai. Khusus transaksi QRIS, konsumen tidak membayar biaya tambahan ketika melakukan pembayaran.
Biaya top up OVO Oktober 2026
Pengguna OVO memiliki sejumlah pilihan untuk menambah saldo. Masing-masing metode membawa tarif yang berbeda.
Perbedaan tersebut terutama terlihat pada metode top up menggunakan kartu debit dan layanan merchant.
Berikut rincian biaya top up OVO yang perlu diketahui:
| Metode top up | Biaya |
|---|---|
| Debit Visa/Mastercard melalui aplikasi OVO | 3,5% dari nilai top up |
| Kartu debit lainnya | 2% dari nilai top up |
| Indomaret | Rp1.500/transaksi |
| Tokopedia | Rp1.000/transaksi |
| Mobile banking/ATM | Sekitar Rp1.000-Rp1.500/transaksi |
| Driver Grab | Gratis |
Sebagai contoh, pengguna yang melakukan top up Rp100.000 menggunakan debit Visa atau Mastercard akan membayar biaya 3,5 persen. Artinya, biaya administrasinya mencapai Rp3.500.
Sementara itu, penggunaan kartu debit lainnya memiliki tarif 2 persen. Untuk nominal yang sama, biaya administrasinya mencapai Rp2.000.
Karena itu, pengguna sebaiknya mempertimbangkan metode pengisian saldo sesuai kebutuhan. Biaya persentase akan semakin terasa ketika pengguna mengisi saldo dalam jumlah besar.
Top up OVO melalui Indomaret
Pengguna yang memilih Indomaret sebagai tempat pengisian saldo perlu membayar biaya Rp1.500 untuk setiap transaksi.
Biaya tersebut berlaku per transaksi, bukan berdasarkan persentase dari nominal saldo.
Dengan skema tersebut, pengguna perlu memperhatikan frekuensi top up. Beberapa transaksi dengan nominal kecil dapat membuat total biaya administrasi lebih besar dibandingkan satu transaksi dengan nominal yang lebih besar.
Namun, pengguna tetap perlu mengikuti ketentuan nominal minimum dan maksimum yang berlaku pada layanan OVO serta kanal pembayaran yang dipilih.
Top up OVO melalui Tokopedia
Tokopedia juga menyediakan pilihan untuk mengisi saldo OVO. Untuk layanan tersebut, pengguna membayar biaya Rp1.000 per transaksi.
Tarif tersebut membuat pengguna bisa menghitung biaya tambahan secara lebih mudah karena nilainya tidak mengikuti persentase nominal top up.
Sebagai ilustrasi, top up Rp50.000 maupun Rp100.000 sama-sama membutuhkan biaya transaksi Rp1.000 sesuai ketentuan yang disebutkan dalam sumber.
Top up melalui mobile banking dan ATM
Pengguna juga dapat menambah saldo OVO melalui sejumlah bank, termasuk BRI, Mandiri dan BCA.
Besaran biaya dapat berbeda sesuai bank dan kanal transaksi. Secara umum, biaya berada pada kisaran Rp1.000 hingga Rp1.500 per transaksi.
Sebagai contoh, layanan BRImo dari Bank Rakyat Indonesia mengenakan biaya Rp1.200 untuk transaksi top up OVO berdasarkan dokumen informasi produk yang Anda cantumkan.
Artinya, pengguna BRI perlu memperhitungkan biaya tersebut setiap kali melakukan pengisian saldo melalui BRImo.
Top up OVO melalui driver Grab gratis
Ada pula pilihan yang tidak mengenakan biaya administrasi.
Pengguna dapat melakukan top up melalui driver Grab tanpa biaya admin sesuai informasi biaya layanan OVO.
Pilihan ini dapat menjadi alternatif bagi pengguna yang kebetulan menggunakan layanan Grab dan membutuhkan tambahan saldo OVO.
Meski begitu, pengguna tetap perlu memperhatikan ketentuan transaksi yang berlaku pada aplikasi dan layanan terkait.
Biaya transfer OVO ke sesama pengguna
Setelah saldo masuk, pengguna dapat menggunakannya untuk berbagai transaksi, termasuk mengirim saldo kepada pengguna OVO lainnya.
Transfer antar pengguna OVO tidak dikenakan biaya administrasi.
Dengan demikian, pengguna tidak perlu membayar biaya tambahan ketika mengirim saldo OVO Cash kepada sesama pengguna OVO.
Fitur tersebut membuat OVO dapat digunakan untuk kebutuhan pengiriman dana secara langsung antar pengguna.
Namun, pengguna tetap perlu memastikan nomor tujuan sudah benar sebelum menekan tombol konfirmasi.
Biaya transfer OVO ke rekening bank
Berbeda dengan transfer sesama pengguna OVO, pengiriman saldo menuju rekening bank membutuhkan biaya administrasi.
Biaya transfer OVO ke rekening bank tercatat sebesar Rp2.500 per transaksi.
Selain biaya tersebut, OVO menetapkan minimum transfer sebesar Rp10.000.
Jadi, pengguna yang ingin mengirim saldo ke rekening bank perlu memastikan nominal transfer memenuhi batas minimum tersebut.
OVO juga memiliki program tertentu untuk pengguna baru. Dalam ketentuan yang disebutkan, pengguna baru dapat memperoleh promo gratis transfer sebanyak tiga kali.
Namun, promo dapat memiliki syarat dan periode tertentu. Karena itu, pengguna sebaiknya mengecek informasi terbaru di aplikasi sebelum melakukan transaksi.
Biaya transfer OVO ke e-wallet lain
Perkembangan layanan keuangan digital membuat pengguna tidak hanya mengirim uang ke rekening bank.
Transfer antarplatform juga semakin sering digunakan. OVO menyediakan layanan pengiriman dana ke sejumlah dompet digital lain, seperti DANA dan GoPay.
Untuk layanan tersebut, pengguna perlu membayar biaya Rp2.500 per transaksi.
Biaya ini perlu diperhitungkan terutama ketika pengguna sering memindahkan saldo dalam nominal kecil.
Misalnya, pengguna yang melakukan lima transaksi transfer secara terpisah akan mengeluarkan biaya administrasi lebih besar dibandingkan jika kebutuhan tersebut dapat digabung dalam transaksi yang memenuhi ketentuan.
Biaya tarik tunai OVO di ATM BCA
Pengguna OVO Premier juga memiliki pilihan untuk menarik saldo secara tunai melalui ATM BCA.
Untuk layanan tersebut, OVO mengenakan biaya Rp5.000 per transaksi.
Fitur tarik tunai ini khusus tersedia bagi akun yang sudah melakukan upgrade ke OVO Premier.
Dengan demikian, pengguna akun OVO biasa perlu melakukan upgrade terlebih dahulu apabila ingin menggunakan fasilitas tarik tunai yang mensyaratkan status Premier.
Sebelum menarik uang, pengguna sebaiknya memastikan saldo mencukupi untuk nominal penarikan sekaligus biaya administrasi.
Bayar menggunakan QRIS tetap gratis bagi konsumen
Selain transfer dan tarik tunai, OVO juga dapat digunakan untuk membayar transaksi melalui QRIS.
Untuk konsumen, pembayaran menggunakan QRIS tidak mengenakan biaya tambahan.
Ketentuan ini perlu dibedakan dari MDR QRIS, yaitu biaya yang berkaitan dengan transaksi dari sisi merchant.
Mulai 1 Oktober 2026, Bank Indonesia menerapkan tarif MDR QRIS 0 persen untuk merchant dengan transaksi hingga Rp100.000 pada kategori yang tercakup dalam ketentuan tersebut.
Artinya, konsumen tidak perlu menambahkan biaya administrasi ketika membayar menggunakan QRIS.
Namun, pengguna tetap perlu memastikan nominal pembayaran sebelum melakukan konfirmasi transaksi.
Apakah OVO memiliki biaya bulanan?
Pengguna juga sering mempertanyakan apakah saldo OVO akan terpotong setiap bulan karena biaya administrasi akun.
Dalam informasi yang Anda cantumkan, OVO tidak mengenakan biaya bulanan untuk akun pengguna.
Dengan kata lain, pengguna tidak perlu menyiapkan saldo khusus untuk membayar potongan bulanan akun.
Meski demikian, biaya tetap dapat muncul ketika pengguna menjalankan transaksi tertentu. Contohnya top up melalui kanal yang mengenakan biaya, transfer ke rekening bank, transfer ke e-wallet lain, atau tarik tunai.
Karena itu, pengguna perlu membedakan biaya bulanan dengan biaya transaksi.
Cara menghemat biaya transaksi OVO
Pengguna dapat mengurangi biaya transaksi dengan memilih metode yang sesuai.
Pertama, perhatikan apakah biaya menggunakan persentase atau tarif tetap. Perbedaan ini cukup penting ketika nominal top up semakin besar.
Kedua, manfaatkan kanal yang menawarkan biaya lebih rendah jika sesuai dengan kebutuhan. Top up melalui driver Grab, misalnya, tercantum gratis dalam informasi biaya layanan OVO.
Ketiga, pengguna perlu memperhatikan frekuensi transfer. Jika tidak mendesak, pengguna dapat menghindari transaksi berulang yang masing-masing mengenakan biaya Rp2.500.
Keempat, cek promo yang tersedia di aplikasi. Program gratis transfer untuk pengguna baru, misalnya, dapat mengurangi biaya transaksi selama pengguna memenuhi syarat promo.
Terakhir, selalu periksa halaman konfirmasi sebelum menyelesaikan transaksi. Informasi biaya pada aplikasi menjadi rujukan paling relevan ketika terdapat perubahan tarif.
Rincian biaya OVO Oktober 2026
Jika dirangkum, biaya layanan OVO memiliki beberapa kategori utama.
Top up melalui debit Visa atau Mastercard mengenakan biaya 3,5 persen. Sementara itu, kartu debit lainnya mengenakan biaya 2 persen.
Pengguna yang memilih Indomaret membayar Rp1.500 per transaksi. Top up melalui Tokopedia membutuhkan biaya Rp1.000 per transaksi.
Untuk mobile banking atau ATM, biaya berada pada kisaran Rp1.000 hingga Rp1.500, tergantung bank dan kanal yang digunakan. Khusus contoh BRImo, biayanya mencapai Rp1.200.
Transfer sesama pengguna OVO tidak membutuhkan biaya. Sebaliknya, transfer ke rekening bank maupun e-wallet lain mengenakan biaya Rp2.500 per transaksi.
Sementara itu, tarik tunai melalui ATM BCA membutuhkan biaya Rp5.000 bagi pengguna OVO Premier.(*)










