BISNIS,JS- Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner kini memiliki peluang lebih besar untuk memperluas jangkauan bisnis melalui pemanfaatan teknologi digital.
Bank Mandiri menghadirkan Livin’ Food sebagai salah satu strategi untuk mempertemukan pelaku usaha makanan dan minuman dengan konsumen melalui ekosistem layanan perbankan digital.
Kehadiran fitur tersebut menjadi bagian dari pengembangan aplikasi Livin’ by Mandiri yang tidak hanya menyediakan layanan transaksi keuangan, tetapi juga menghubungkan kebutuhan finansial dengan aktivitas gaya hidup masyarakat.
Melalui Livin’ Food, nasabah dapat mencari berbagai pilihan makanan, melakukan pemesanan, hingga menyelesaikan pembayaran langsung dalam satu aplikasi. Sementara itu, pelaku usaha kuliner memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka kepada calon pelanggan yang lebih luas.
Langkah Bank Mandiri ini menarik perhatian karena sektor UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian nasional.
Terlebih lagi, perubahan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan layanan digital membuka peluang baru bagi bisnis kuliner untuk meningkatkan penjualan.
Livin’ Food Hadirkan Peluang Pasar Baru bagi UMKM Kuliner
Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mencari, memilih, dan membeli makanan. Konsumen kini semakin terbiasa menggunakan aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memesan makanan tanpa harus datang langsung ke lokasi penjual.
Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan strategi pemasaran melalui platform digital.
Bank Mandiri memanfaatkan peluang ini dengan menghadirkan Livin’ Food sebagai layanan pemesanan makanan yang terintegrasi dalam super app Livin’ by Mandiri.
Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, menjelaskan bahwa perusahaan ingin mendorong pemanfaatan teknologi sebagai sarana pengembangan usaha masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara platform digital, pelaku usaha, dan konsumen dapat menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan.
Melalui pendekatan tersebut, UMKM kuliner tidak hanya mengandalkan pelanggan yang datang langsung ke tempat usaha. Mereka juga berpeluang memperkenalkan produk kepada pengguna aplikasi yang mencari pilihan makanan secara digital.
L
Dengan demikian, teknologi dapat membantu pelaku usaha memperluas strategi pemasaran sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada kelompok konsumen yang lebih beragam.
Bank Mandiri Gandeng Lebih dari 2.300 Merchant Kuliner
Salah satu perkembangan menarik dari Livin’ Food terlihat dari jumlah mitra usaha yang bergabung.
Pada tahap awal pengembangan, Bank Mandiri telah menggandeng lebih dari 2.300 merchant kuliner. Mayoritas mitra tersebut berasal dari kalangan UMKM.
Angka ini menunjukkan besarnya peluang kolaborasi antara perbankan digital dan pelaku usaha makanan serta minuman.
Bank Mandiri juga membuka ruang untuk memperluas jumlah merchant seiring perkembangan layanan dan kerja sama dengan pelaku UMKM kuliner di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi pengusaha makanan, kehadiran platform seperti Livin’ Food dapat menjadi tambahan saluran pemasaran. Mereka memiliki kesempatan untuk memperkenalkan menu, produk unggulan, serta identitas bisnis kepada konsumen yang menggunakan aplikasi tersebut.
Namun, keberadaan platform digital tetap perlu didukung kualitas produk, harga yang kompetitif, pelayanan pelanggan, dan konsistensi usaha.
P
Kombinasi berbagai faktor tersebut dapat membantu merchant membangun kepercayaan konsumen dan menjaga keberlangsungan bisnis dalam persaingan industri kuliner.
Potensi Menjangkau 42,6 Juta Pengguna Livin’ by Mandiri
Faktor lain yang membuat pengembangan Livin’ Food menarik adalah besarnya basis pengguna aplikasi Livin’ by Mandiri.
Hingga September 2026, Bank Mandiri mencatat jumlah pengguna terdaftar Livin’ by Mandiri mencapai 42,6 juta orang.
Basis pengguna tersebut membuka potensi jangkauan pasar yang luas bagi merchant kuliner yang bergabung dalam ekosistem digital perusahaan.
Meski demikian, jumlah pengguna terdaftar tidak otomatis berarti seluruh pengguna akan melakukan pemesanan makanan. Peluang penjualan tetap bergantung pada kebutuhan konsumen, lokasi layanan, pilihan menu, harga, dan pengalaman bertransaksi.
Karena itu, pelaku UMKM perlu memanfaatkan kesempatan tersebut dengan strategi bisnis yang tepat.
Misalnya, pengusaha kuliner dapat menawarkan menu andalan, menjaga kualitas makanan, memperhatikan kemasan, serta memberikan pelayanan yang cepat dan ramah.
Selain itu, pelaku usaha perlu memahami karakteristik pelanggan agar dapat menentukan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dengan strategi tersebut, kehadiran Livin’ Food berpotensi menjadi salah satu saluran pemasaran tambahan bagi bisnis kuliner.
Biaya Transaksi Kompetitif dan Peluang Pembiayaan
Selain memperluas akses pasar, Bank Mandiri juga menyoroti dukungan terhadap perkembangan merchant melalui skema biaya transaksi yang kompetitif.
Perusahaan turut membuka akses terhadap berbagai fasilitas pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dukungan tersebut memiliki arti penting bagi UMKM karena pelaku usaha tidak hanya membutuhkan pelanggan, tetapi juga memerlukan pengelolaan keuangan dan modal yang sehat.
Dalam menjalankan bisnis kuliner, pengusaha harus mengatur berbagai kebutuhan operasional. Mulai dari pembelian bahan baku, pembayaran tenaga kerja, biaya kemasan, hingga pengembangan fasilitas usaha.
Akses pembiayaan yang sesuai kebutuhan dapat membantu pelaku UMKM mempertimbangkan langkah pengembangan bisnis secara lebih terencana.
Namun, setiap pengusaha tetap perlu memperhitungkan kemampuan keuangan sebelum mengambil fasilitas pembiayaan.
Perhitungan omzet, biaya operasional, keuntungan, dan kewajiban pembayaran harus menjadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, Bank Mandiri juga mengembangkan sistem keamanan berlapis untuk membantu meminimalkan risiko pesanan fiktif dalam proses transaksi digital.
Aspek keamanan tersebut penting karena kepercayaan menjadi salah satu fondasi utama dalam perdagangan melalui platform elektronik.
Nasabah Bisa Pesan Makanan dan Membayar Tanpa Isi Saldo E-Wallet
Livin’ Food juga menawarkan kemudahan bagi konsumen yang ingin memesan makanan melalui aplikasi perbankan.
Nasabah dapat melakukan pembayaran menggunakan rekening tabungan maupun Mandiri Kartu Kredit. Dengan pilihan tersebut, konsumen tidak perlu mengisi saldo dompet digital terlebih dahulu untuk menyelesaikan transaksi.
Fleksibilitas pembayaran ini menjadi salah satu nilai tambah dalam pengalaman belanja digital.
Selain itu, nasabah juga dapat memanfaatkan Livin’ Poin untuk memperoleh potongan harga ketika melakukan pembayaran sesuai ketentuan program yang berlaku.
Program loyalitas tersebut memberikan manfaat tambahan bagi pengguna aplikasi, terutama ketika mereka rutin menggunakan layanan dalam ekosistem Livin’ by Mandiri.
Kemudahan pemesanan dan pembayaran dalam satu aplikasi juga membantu konsumen mengurangi kebutuhan untuk berpindah-pindah layanan ketika mencari makanan dan menyelesaikan transaksi.
Dengan demikian, Livin’ Food menawarkan manfaat bagi dua kelompok sekaligus, yakni konsumen yang membutuhkan kemudahan pemesanan dan merchant yang ingin memperluas jangkauan pemasaran.
Transaksi Livin’ by Mandiri Tembus Rp3.863 Triliun
Pengembangan Livin’ Food juga berjalan di tengah pertumbuhan aktivitas digital Livin’ by Mandiri.
Bank Mandiri mencatat aplikasi tersebut memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar hingga September 2026.
Sepanjang Januari hingga September 2026, Livin’ by Mandiri membukukan sekitar 4,2 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp3.863 triliun.
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah transaksi meningkat 22 persen. Sementara itu, nilai transaksi tumbuh 20 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Data tersebut memperlihatkan tingginya aktivitas masyarakat dalam memanfaatkan layanan perbankan digital.
Pertumbuhan ini juga memperlihatkan bagaimana aplikasi perbankan berkembang melampaui fungsi dasar transfer dan pembayaran.
Kini, masyarakat dapat memanfaatkan satu ekosistem digital untuk berbagai kebutuhan, mulai dari menabung, melakukan transaksi, mencari pembiayaan, berinvestasi, hingga memenuhi kebutuhan gaya hidup.
Bagi Bank Mandiri, pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengalaman nasabah sekaligus memperkuat hubungan dengan mitra bisnis.
Digitalisasi Menjadi Kunci Persaingan UMKM Kuliner
Persaingan bisnis kuliner semakin menuntut pelaku usaha untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen.
Pengusaha tidak cukup hanya mengandalkan lokasi strategis atau pelanggan tetap. Mereka juga perlu membangun kehadiran digital agar produk lebih mudah ditemukan calon pembeli.
Kehadiran Livin’ Food memberikan alternatif bagi UMKM untuk memperluas saluran pemasaran melalui ekosistem perbankan digital.
Meski begitu, keberhasilan pemanfaatan platform tersebut tetap membutuhkan kesiapan masing-masing merchant.
Pelaku usaha perlu memastikan ketersediaan produk, menjaga kualitas makanan, menetapkan harga yang sesuai, serta memberikan pelayanan yang konsisten.
Selain itu, pengelolaan keuangan juga perlu mendapat perhatian agar peningkatan pesanan tidak justru menimbulkan masalah dalam operasional.
Bank Mandiri berharap pengembangan Livin’ Food dapat memperkuat hubungan antara konsumen dan pelaku usaha lokal.
Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, perusahaan ingin mendorong produk UMKM agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat serta memiliki kesempatan bersaing di pasar digital.
Pada akhirnya, pengembangan layanan ini tidak hanya berkaitan dengan kemudahan memesan makanan. Lebih jauh, Livin’ Food menjadi salah satu upaya mempertemukan teknologi perbankan dengan kebutuhan pengembangan usaha masyarakat.
Jika ekosistem tersebut terus berkembang, UMKM kuliner berpeluang memperoleh tambahan akses pasar, sementara nasabah mendapatkan pilihan makanan dan layanan transaksi yang semakin praktis.(*)










