JAKARTA,JS- Kabar mengenai program Satu Orang Satu Rekening yang digagas pemerintah menjadi perhatian masyarakat. Program ini menawarkan kesempatan bagi jutaan warga Indonesia untuk memiliki rekening bank tanpa harus menyiapkan setoran awal sendiri.
Menariknya, pemerintah juga menyiapkan saldo awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening baru. Program tersebut menyasar masyarakat yang belum memiliki rekening perbankan, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pelaksanaan program tersebut dalam waktu dekat. Bahkan, pemerintah berencana merealisasikannya dalam dua bulan ke depan.
Pernyataan tersebut Airlangga sampaikan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Menurut Airlangga, pemerintah masih mematangkan sejumlah persiapan, mulai dari penyelarasan regulasi, pemeriksaan data calon penerima, hingga kesiapan pelaksanaan bersama pihak perbankan.
Dengan demikian, masyarakat perlu memahami bahwa program ini tidak sekadar memberikan rekening gratis. Pemerintah juga ingin memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal agar semakin banyak warga bisa memanfaatkan fasilitas perbankan.
Pemerintah Siapkan Rekening Gratis dengan Saldo Rp50.000
Program Satu Orang Satu Rekening menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan pembukaan rekening baru bagi sekitar 25,16 juta penduduk dewasa yang belum mempunyai rekening bank.
Setiap rekening nantinya memperoleh saldo awal sebesar Rp50.000. Dengan adanya setoran awal tersebut, masyarakat tidak perlu menyiapkan dana pembukaan rekening dari kantong sendiri.
Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,28 triliun untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Anggaran itu mengikuti hasil pemeriksaan ulang terhadap jumlah calon penerima. Pemerintah ingin memastikan setiap rekening benar-benar menjangkau masyarakat yang memenuhi kriteria.
Karena itu, pemerintah tidak lagi menggunakan perkiraan jumlah penerima secara umum. Pemerintah melakukan pencocokan data berdasarkan usia, kepemilikan rekening, serta tingkat kesejahteraan masyarakat.
Siapa Saja yang Berpeluang Mendapat Rekening Gratis?
Salah satu hal yang paling banyak menarik perhatian masyarakat adalah kriteria penerima program.
Berdasarkan penjelasan pemerintah, program Satu Orang Satu Rekening menyasar warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun yang belum memiliki rekening bank.
Selain persyaratan usia dan kepemilikan rekening, pemerintah juga memprioritaskan masyarakat yang masuk kelompok desil 1 sampai desil 4.
Kelompok desil tersebut menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan data sosial ekonomi nasional. Desil 1 mencakup kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 4 mencakup kelompok berikutnya dalam kategori sasaran program.
Artinya, tidak semua warga yang sudah berusia 17 tahun otomatis memperoleh rekening gratis.
Masyarakat tetap harus memenuhi kriteria yang pemerintah tetapkan. Pemerintah juga perlu mencocokkan identitas dan kepemilikan rekening agar tidak terjadi penerima ganda.
Oleh sebab itu, warga sebaiknya tidak langsung menganggap program ini sebagai bantuan uang tunai yang bisa diterima seluruh masyarakat.
Program ini berfokus pada pembukaan rekening bank, sedangkan saldo Rp50.000 berfungsi sebagai setoran awal untuk rekening tersebut.
Target Penerima Mencapai 25,16 Juta Orang
Pemerintah menetapkan sasaran sekitar 25,16 juta penduduk dewasa untuk program pembukaan rekening gratis.
Jumlah tersebut mengalami penyesuaian setelah pemerintah melakukan penyisiran dan pencocokan data calon penerima.
Sebelumnya, pemerintah sempat membahas target yang jauh lebih besar.
Namun, setelah proses pemeriksaan data, pemerintah menyesuaikan sasaran berdasarkan jumlah penduduk berusia minimal 17 tahun yang belum memiliki rekening dan masuk kelompok kesejahteraan prioritas.
Penyesuaian tersebut turut memengaruhi kebutuhan anggaran.
Pemerintah kini menyiapkan sekitar Rp1,28 triliun untuk mendukung pembukaan rekening dan pemberian saldo awal Rp50.000 kepada calon penerima yang memenuhi persyaratan.
Langkah pencocokan data ini penting karena pemerintah ingin memastikan program berjalan tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah perlu menghindari pembukaan rekening ganda bagi masyarakat yang sebenarnya sudah memiliki rekening perbankan.
BRI dan BSI Ikut Mendukung Pelaksanaan Program
Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan sektor perbankan, termasuk Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kedua bank tersebut turut mendukung penyediaan data dan pelaksanaan pembukaan rekening bagi masyarakat sasaran.
Pemerintah juga memanfaatkan data dari sejumlah lembaga untuk memperkuat proses verifikasi.
Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Badan Pusat Statistik (BPS), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi bagian penting dalam proses pencocokan data.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah berharap proses identifikasi calon penerima berjalan lebih akurat.
Di sisi lain, keterlibatan perbankan juga penting untuk memastikan rekening yang terbentuk dapat digunakan masyarakat sesuai ketentuan masing-masing bank.
Masyarakat nantinya perlu mengikuti mekanisme pembukaan rekening yang pemerintah dan bank pelaksana tetapkan.
Kapan Program Satu Orang Satu Rekening Mulai Berjalan?
Pertanyaan mengenai jadwal pelaksanaan juga menjadi perhatian masyarakat. Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan realisasi program rekening gratis dalam dua bulan ke depan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tetap mengarahkan pelaksanaan program tersebut pada tahun 2026.
Dengan demikian, masyarakat dapat menantikan perkembangan pelaksanaan program hingga akhir tahun ini.
Meski demikian, pemerintah masih perlu menyelesaikan sejumlah tahapan sebelum pembukaan rekening berjalan secara luas.
Tahapan tersebut mencakup finalisasi regulasi, pemadanan data penerima, koordinasi dengan bank pelaksana, serta pengaturan mekanisme pembukaan rekening.
Karena itu, masyarakat sebaiknya menunggu pengumuman resmi mengenai jadwal, mekanisme pendaftaran, dan cara memperoleh rekening.
Hingga informasi terbaru pada 6 November 2026, pemerintah belum mengumumkan seluruh petunjuk teknis pelaksanaan program secara terperinci.
Apakah Saldo Rp50.000 Bisa Langsung Dicairkan?
Informasi mengenai saldo awal Rp50.000 juga menimbulkan pertanyaan tersendiri.
Banyak masyarakat ingin mengetahui apakah dana tersebut bisa langsung mereka tarik setelah rekening terbentuk.
Namun, masyarakat perlu membedakan antara saldo awal rekening dan bantuan tunai yang pemerintah berikan.
Dalam program ini, pemerintah menyiapkan saldo awal Rp50.000 untuk setiap rekening baru. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti ketentuan bank pelaksana mengenai penggunaan dana, transaksi, dan penarikan saldo.
Jangan menganggap saldo tersebut sebagai bantuan tunai terpisah yang otomatis masuk ke rekening lama.
Masyarakat juga perlu memperhatikan ketentuan administrasi dari bank yang nantinya membuka rekening.
Informasi mengenai biaya, fasilitas, kartu ATM, akses mobile banking, serta ketentuan transaksi perlu mengikuti pengumuman resmi masing-masing bank pelaksana.
Program Ini Bertujuan Meningkatkan Inklusi Keuangan
Pemerintah tidak hanya mengejar penambahan jumlah rekening melalui program tersebut. Lebih jauh, pemerintah ingin memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Selama ini, sebagian masyarakat belum mempunyai rekening sehingga mereka menghadapi keterbatasan ketika menggunakan layanan perbankan.
Kepemilikan rekening dapat membantu masyarakat melakukan berbagai transaksi, menerima transfer, menyimpan uang, dan mengakses layanan keuangan sesuai persyaratan bank.
Pemerintah berharap program Satu Orang Satu Rekening mampu meningkatkan inklusi keuangan nasional dari sekitar 93 persen hingga mendekati 99 persen.
Target tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin memperluas jangkauan layanan perbankan, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini belum menikmati akses keuangan secara optimal.
Selain itu, kepemilikan rekening juga dapat mendukung efektivitas berbagai program pemerintah yang membutuhkan penyaluran dana melalui rekening bank.
Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada jumlah rekening baru. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat benar-benar menggunakan rekening tersebut untuk kebutuhan keuangan sehari-hari.
Masyarakat Diminta Waspada Penipuan Mengatasnamakan Rekening Gratis
Seiring meningkatnya perhatian terhadap program ini, masyarakat perlu berhati-hati terhadap informasi yang tidak jelas sumbernya.
Program yang menawarkan rekening gratis dan saldo awal Rp50.000 berpotensi dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan tautan palsu.
Karena itu, masyarakat jangan sembarangan memberikan nomor identitas, PIN, kata sandi, kode OTP, maupun informasi perbankan kepada orang yang mengaku sebagai petugas program.
Masyarakat juga sebaiknya tidak membayar biaya pendaftaran kepada pihak yang menjanjikan kelulusan sebagai penerima.
Gunakan informasi dari pemerintah, bank pelaksana, dan lembaga resmi sebagai rujukan utama.
Pada akhirnya, program Satu Orang Satu Rekening menjadi salah satu kebijakan yang menarik untuk masyarakat, terutama warga berusia minimal 17 tahun yang belum mempunyai rekening bank dan masuk kelompok desil 1 sampai 4.
Dengan target 25,16 juta penerima, saldo awal Rp50.000, serta anggaran sekitar Rp1,28 triliun, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses layanan perbankan.
Kini, masyarakat tinggal menunggu pengumuman resmi mengenai jadwal dan mekanisme pelaksanaannya. Yang terpenting, pastikan memenuhi kriteria dan jangan mudah percaya terhadap informasi pendaftaran yang belum memiliki konfirmasi resmi.(*)










