Fenomena “Marriage is Scary”, Buat Gen Z ‘Takut’ Nikah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena Marriage is Scary melanda gen z

Fenomena Marriage is Scary melanda gen z

JAKARTA,JS – Istilah “Marriage is Scary” kini populer di kalangan anak muda Indonesia. Ungkapan ini menunjukkan rasa takut dan kekhawatiran terhadap pernikahan yang dianggap penuh risiko.

Fenomena ini muncul karena banyak anak muda menilai pernikahan bukan sekadar soal cinta, melainkan juga tanggung jawab besar. Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 399.921 kasus perceraian di Indonesia, yang membuat generasi muda semakin ragu menikah.

Baca Juga :  Realisasi Proyek Jalan Produksi Disbunak Kerinci Dipertanyakan

Tekanan Finansial Jadi Alasan Utama

Banyak anak muda menghadapi biaya hidup tinggi, mulai dari utang pendidikan hingga harga sewa tempat tinggal yang mahal. Akibatnya, mereka menilai pernikahan sebagai beban tambahan. Mereka menyadari membangun keluarga memerlukan kesiapan finansial matang. Ketika penghasilan belum stabil, menikah terasa berisiko.

Ketidakpastian Ekonomi dan Karier

Generasi Z memasuki dunia kerja dengan persaingan ketat dan sedikit jaminan pekerjaan jangka panjang. Banyak yang bekerja secara lepas atau kontrak. Oleh sebab itu, mereka lebih fokus pada pengembangan diri dan karier. Dengan demikian, mereka merasa pernikahan dapat membatasi fleksibilitas dan peluang profesional.

Perubahan Sikap Sosial Terhadap Pernikahan

Anak muda tumbuh dengan menyaksikan masalah keluarga dan perceraian. Akibatnya, mereka menilai pernikahan tidak selalu menjamin kebahagiaan. Sehingga, mereka menganggap komitmen jangka panjang berisiko.

Kesehatan Mental Jadi Prioritas

Generasi Z menaruh perhatian besar pada kesehatan mental. Tekanan hidup, kecemasan, dan tuntutan sosial membuat mereka berhati-hati dalam menjalin komitmen serius. Banyak yang memilih memperbaiki kondisi emosional terlebih dahulu, agar hubungan berjalan sehat.

Baca Juga :  BSU bagi Guru Non ASN Kemenag, Ini Informasi Lengkapnya

Pengaruh Teknologi dan Media Sosial

Media sosial menampilkan hubungan yang tampak sempurna, sehingga mereka menetapkan standar tinggi yang sulit dicapai. Selain itu, kemudahan bertemu orang baru melalui teknologi membuat mereka memiliki banyak pilihan. Oleh karena itu, mereka merasa keputusan untuk menetap dalam satu hubungan terasa membatasi.

Komitmen Tidak Selalu Melalui Pernikahan

Generasi Z menilai komitmen tidak selalu harus diwujudkan melalui pernikahan. Mereka melihat hubungan sebagai pilihan personal, bukan kewajiban sosial. Dengan kata lain, selama mereka saling menghargai dan berkembang bersama, pernikahan bukan hal mutlak untuk mencapai kebahagiaan.(AN)

Berita Terkait

Gaji Besar Tapi Selalu Habis? 10 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bikin Kaya Tinggal Mimpi
Tidur Nyaman, Bangun Kesakitan? Waspadai Bantal Terlalu Tinggi
Bupati Lantik Direktur RSU Bukit Kerman dan RSUD Kerinci
Pemerintah Bakal Hapus Tunggakan BPJS, Ini Ketentuannya
Saldo DANA Melimpah dari Dana Kaget, Klaim Sekarang!
Fenomena Unik: Konsumsi Melemah, Keyakinan Ekonomi Menguat
3 Game Penghasil Saldo DANA dan Cara Klaimnya dengan Mudah
Sekolah Tidak Cukup, Begini Cara Jadi Cerdas Finansial
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 07:00 WIB

Gaji Besar Tapi Selalu Habis? 10 Kebiasaan Kelas Menengah yang Bikin Kaya Tinggal Mimpi

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:30 WIB

Tidur Nyaman, Bangun Kesakitan? Waspadai Bantal Terlalu Tinggi

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:00 WIB

Bupati Lantik Direktur RSU Bukit Kerman dan RSUD Kerinci

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:30 WIB

Pemerintah Bakal Hapus Tunggakan BPJS, Ini Ketentuannya

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:30 WIB

Saldo DANA Melimpah dari Dana Kaget, Klaim Sekarang!

Berita Terbaru

Pos Indonesia Fokus pada Transformasi Digital

Teknologi

Teknologi AI Masuk Logistik: Ini Strategi Pos dan Indosat

Sabtu, 14 Feb 2026 - 15:00 WIB

Ilustrasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menerapkan kebijakan work form anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap Jumat.(Sumber/Google)

Nasional

Pemprov Kaltim Terapkan WFA Setiap Jumat bagi ASN

Sabtu, 14 Feb 2026 - 13:30 WIB