JAKARTA,JS – Kesibukan kerja sering membuat pekerja kantoran sulit menjaga pola makan. Pilihan makanan praktis di sekitar kantor, seperti gorengan, nasi padang, atau fast food, memang cepat saji, tetapi bisa memicu lonjakan gula darah.
Menurut dr. Mulianah Daya, M.Gizi, Sp.GK dari Mayapada Hospital Tangerang, menjaga pola makan sehat membantu mempertahankan energi, fokus, dan produktivitas, terutama bagi mereka yang berisiko atau hidup dengan diabetes.
Persiapan Bekal Sehat dari Rumah
Salah satu strategi paling efektif adalah menyiapkan bekal sehat dari rumah. Selain lebih aman, bekal rumah juga hemat dan memungkinkan kontrol nutrisi. Berikut panduannya:
-
Karbohidrat kompleks
Pilih sumber karbohidrat berskala gula rendah agar tubuh menyerapnya perlahan. Contohnya, nasi merah, nasi cokelat, quinoa, oat, roti gandum utuh, kentang rebus, atau ubi. -
Protein sehat
Tambahkan protein untuk menjaga rasa kenyang lebih lama dan mempertahankan massa otot. Pilihan yang baik antara lain dada ayam tanpa kulit, ikan (salmon, tuna, kembung), telur, tahu, atau tempe. -
Sayuran warna-warni
Isi setengah kotak makan dengan sayuran segar, rebus, atau tumis ringan. Pilih sayuran beragam warna untuk memastikan asupan vitamin, mineral, dan serat cukup. -
Lemak sehat
Batasi lemak jenuh dan gorengan. Gunakan minyak sehat seperti zaitun, kanola, atau minyak jagung dalam jumlah kecil. -
Buah rendah–sedang gula
Tambahkan buah seperti apel, pir, jeruk, beri, pepaya, atau jambu. Hindari jus buah manis tanpa serat karena dapat menaikkan gula darah dengan cepat.
Dengan langkah ini, pekerja kantor bisa menyiapkan bekal untuk 3–4 hari sekaligus dalam wadah bersekat (bento), sehingga karbohidrat, protein, dan sayur tetap seimbang. Selain itu, pilih camilan sehat seperti almond, edamame, atau yoghurt rendah lemak tanpa gula, dan minum cukup air putih sambil mengurangi minuman manis atau bersoda.
“Membawa bekal dari rumah membantu pasien menjaga gula darah tetap stabil. Banyak yang merasakan peningkatan energi sejak rutin membawa bekal sehat dibanding mengandalkan makanan siap saji,” jelas dr. Mulianah.
Skrining Dini untuk Cegah Diabetes
Selain menjaga pola makan, skrining dini risiko diabetes juga penting. dr. Nurhidayati Endah Puspita Sari, Direktur Mayapada Hospital Tangerang, mengatakan, Mayapada menghadirkan Sugar Clinic, layanan gratis yang menilai risiko prediabetes dan diabetes.
Layanan ini memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan akurasi skrining, sekaligus menawarkan pemeriksaan gula darah (HbA1c dan kolesterol), konsultasi medis, dan panduan gaya hidup sehat secara terintegrasi.
Dengan kombinasi pola makan sehat dan skrining rutin, pekerja kantoran bisa tetap produktif sekaligus menjaga kadar gula darah stabil.(AN)









