Viral! Wanita Menyamar Jadi Pramugari Batik Air

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sosok Khairun Nisa sang pramugari gadungan

Sosok Khairun Nisa sang pramugari gadungan

JAKARTA,JS– Seorang wanita asal Palembang, Sumatera Selatan, bernama Khairun Nisa (23) atau yang akrab disapa Nisya, menyamar sebagai pramugari dalam penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta pada 6 Januari 2026. Aksinya yang mengecoh banyak orang, termasuk penumpang dan pramugari asli, langsung viral setelah terbongkar ke publik. Kasus ini bukan hanya menyentuh isu penipuan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan penerbangan.

Penyamaran yang Sempurna dan Meyakinkan

Baca Juga :  Enam Maskapai Hentikan Penerbangan ke Venezuela, Ada Apa..?

Nisya tampil sangat meyakinkan dalam seragam pramugari lengkap, termasuk koper dengan logo Batik Air. Ia bahkan berhasil lolos pemeriksaan di bandara dan ikut terbang bersama penumpang lainnya. Penampilannya sangat profesional—dari kebaya putih, rok batik merah tua, hingga tas dan koper bermerek Batik Air. Hal ini membuat siapa pun yang melihatnya sulit mencurigai bahwa dia bukan pramugari sungguhan.

Tidak hanya itu, Nisya juga membuat ID card palsu dengan nama “Nisya” untuk menambah kesan sebagai pramugari resmi. Untuk menyempurnakan penyamarannya, dia aktif mengunggah foto dan video mengenakan seragam pramugari di akun media sosialnya. Di platform TikTok, misalnya, dia rutin berbagi konten dengan pose dan atribut maskapai. Akun dengan username @callmesyaaa ini kini sudah hilang, setelah video viral kasus penyamarannya menjadi perhatian publik.

Kecurigaan Terbang Setelah Lolos Pemeriksaan

Baca Juga :  BLT Kesra 2026; Simak Cara Cek Penerima dan Syaratnya

Meskipun Nisya hanya membeli tiket sebagai penumpang biasa, ia berhasil masuk pesawat tanpa menimbulkan kecurigaan. Namun, ketegangan mulai muncul setelah Nisya tidak dapat menjawab pertanyaan seputar tugas pramugari saat ditanya oleh awak kabin. Ketika pesawat mendarat, petugas keamanan bandara segera menunggu dan mengamankan Nisya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Walaupun Nisya mengaku bahwa ini adalah pertama kalinya ia melakukan penyamaran, banyak netizen yang menduga aksi serupa sudah berlangsung sebelumnya. Beberapa unggahan di media sosial memperlihatkan Nisya mengenakan kostum pramugari dari maskapai lain, yang menandakan bahwa dia sudah terbiasa mengenakan seragam awak kabin.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi dari Nisya

Setelah kasus ini viral, Nisya membuat video permintaan maaf yang ia unggah di media sosial. Dalam video tersebut, Nisya mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada pihak Batik Air dan Lion Group yang merasa dirugikan. Ia juga menegaskan bahwa tindakannya dilakukan dengan kesadaran penuh tanpa paksaan dari pihak manapun.

“Saya benar melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta ID 70-508.  Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Grup. Video ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun,” ujar Nisya dalam video permintaan maaf tersebut.

Keamanan Penerbangan Menjadi Fokus Utama

Kasus ini memicu keresahan publik, terutama karena menyentuh isu penting tentang keamanan penerbangan. Banyak pihak yang menilai penyamaran Nisya sebagai pramugari palsu dapat membahayakan keselamatan penumpang. Hal ini mengingat tugas awak kabin yang sangat krusial, mulai dari penanganan situasi darurat hingga pelayanan keselamatan. Dengan adanya orang yang tidak berkompeten dalam tim kabin, potensi risiko menjadi lebih besar.

Tindakan Hukum dan Tanggung Jawab Maskapai

Sampai saat ini, pihak Batik Air dan Lion Group belum memberikan pernyataan resmi mengenai langkah hukum yang akan diambil terhadap Nisya. Namun, kasus ini jelas menjadi peringatan bagi maskapai lain untuk lebih ketat dalam memeriksa identitas dan latar belakang awak kabin mereka.(AN)

Berita Terkait

Bansos Tunai Mei 2026 Cair di Kantor Pos, Ini Jadwal dan Cara Cek Nama Penerima
Heboh Usulan Gaji Guru Rp15 Juta, ASN PPPK Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru
PIP 2026 Termin 2 Resmi Cair! Begini Cara Ambil Dana hingga Rp1,8 Juta Tanpa Ribet
Promo Besar PLN Mei 2026, Tambah Daya Listrik Kini Lebih Murah hingga 50 Persen
Lowongan Kerja Garuda Indonesia Group Mei 2026 Dibuka Besar-Besaran, Lulusan SMA hingga S1 Bisa Daftar
PMK Baru Terbit, Ini Jadwal Lengkap Pencairan Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan 2026
Nasib Guru PPPK, PGRI Desak Pemerintah Angkat Jadi PNS Tetap
Rupiah Bangkit usai Prabowo dan BI Bergerak, Dolar AS Tersungkur dari Rp17.700
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:03 WIB

Bansos Tunai Mei 2026 Cair di Kantor Pos, Ini Jadwal dan Cara Cek Nama Penerima

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:02 WIB

Heboh Usulan Gaji Guru Rp15 Juta, ASN PPPK Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:09 WIB

PIP 2026 Termin 2 Resmi Cair! Begini Cara Ambil Dana hingga Rp1,8 Juta Tanpa Ribet

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:02 WIB

Promo Besar PLN Mei 2026, Tambah Daya Listrik Kini Lebih Murah hingga 50 Persen

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:32 WIB

Lowongan Kerja Garuda Indonesia Group Mei 2026 Dibuka Besar-Besaran, Lulusan SMA hingga S1 Bisa Daftar

Berita Terbaru