Sentimen Global, Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar hari ini

Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar hari ini

JAKARTA,JS- Sentimen Global, Rupiah Melemah di Tengah Penguatan Dolar AS

Perdagangan Jumat (9/1/2026) menunjukkan rupiah bergerak fluktuatif dan cenderung melemah terhadap dolar AS. Pada saat yang sama, pembukaan perdagangan di Jakarta mencatat kurs Rp16.829–Rp16.832 per dolar AS, lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya di Rp16.798 per dolar AS.

Selain itu, Bank Indonesia melaporkan kurs transaksi harian, dengan dolar AS diperdagangkan sekitar Rp16.885,01, menandakan tekanan lanjutan pada rupiah.

Penguatan Dolar AS Tekan Rupiah

Baca Juga :  Nilai Tukar Rial Anjlok Picu Protes Besar di Iran

Di sisi lain, indeks dolar AS menguat tipis ke level 98,75, mendorong investor meningkatkan permintaan terhadap greenback. Selain itu, pelaku pasar menunggu data nonfarm payrolls (NFP) AS Desember untuk melihat arah kebijakan suku bunga The Fed.

Sentimen Geopolitik dan Kebijakan Moneter

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Melemah, Pasar Tunggu Kebijakan The Fed

Selain faktor ekonomi, ketegangan geopolitik memengaruhi pergerakan pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan Caracas setuju memasok 30–50 juta barel minyak ke AS setelah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro akhir pekan lalu.

Sementara itu, ketidakpastian arah suku bunga The Fed menarik perhatian investor. Gubernur The Fed Stephen Miran mendorong pelonggaran suku bunga, sedangkan Presiden Fed Thomas Barkin menilai suku bunga saat ini netral dan tidak mendorong maupun menahan aktivitas ekonomi. Dengan kondisi ini, investor menghadapi dilema strategi investasi.

Pergerakan Mata Uang Asia

Selain rupiah, investor mencatat pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS:

Melemah: dolar Hong Kong (-0,04%), dolar Taiwan (-0,30%), won Korea (-0,24%), rupee India (-0,19%), ringgit Malaysia (-0,13%), baht Thailand (-0,38%)

Menguat: yen Jepang (+0,15%), peso Filipina (+0,28%), yuan China (+0,13%)

Dengan demikian, tekanan regional berbeda-beda tergantung kondisi ekonomi dan geopolitik masing-masing negara.

Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Di sisi domestik, IMF, Bank Dunia, dan Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 sekitar 5%. Namun, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indonesia bisa mencapai 6%, karena fundamental ekonomi tetap kuat.

Prediksi Pergerakan Rupiah

Dengan mempertimbangkan semua faktor ini, analis memperkirakan rupiah masih akan tertekan hingga akhir pekan. Oleh karena itu, investor harus memantau data tenaga kerja AS dan perkembangan geopolitik global untuk menentukan arah pergerakan mata uang.(AN)

Berita Terkait

BLT Kesra Rp900.000 April 2026: Cara Cek Penerima, Jadwal Pencairan, dan Fakta Terbarunya
Nasib PPPK 2027 Resmi Diungkap! Pemerintah Jamin Aman, Ini Strategi Baru Transfer Daerah yang Bikin Tenang
PPPK Resah! Gaji Terancam Seret, Usulan Diambil Alih Pemerintah Pusat Makin Kuat
12.000 Lowongan Kerja Padat Karya 2026 Dibuka, Ini Syarat & Cara Daftar Resmi
Sertifikasi K3 Gratis 2026 Resmi Dibuka! Peluang Kerja Gaji Tinggi Menanti
Electric Motorcycle Conversion Indonesia: Peluang Hemat dan Investasi Energi Masa Depan
Update PPPK 2027! Peluang Perpanjangan Kontrak dan Nasib ASN di Daerah Terkuak
Fenomena Cahaya Misterius di Langit Sumatera, 5 Fakta Mengejutkan yang Wajib Kamu Tahu!
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 16:00 WIB

BLT Kesra Rp900.000 April 2026: Cara Cek Penerima, Jadwal Pencairan, dan Fakta Terbarunya

Selasa, 7 April 2026 - 14:28 WIB

Nasib PPPK 2027 Resmi Diungkap! Pemerintah Jamin Aman, Ini Strategi Baru Transfer Daerah yang Bikin Tenang

Senin, 6 April 2026 - 14:00 WIB

PPPK Resah! Gaji Terancam Seret, Usulan Diambil Alih Pemerintah Pusat Makin Kuat

Senin, 6 April 2026 - 12:30 WIB

12.000 Lowongan Kerja Padat Karya 2026 Dibuka, Ini Syarat & Cara Daftar Resmi

Senin, 6 April 2026 - 08:00 WIB

Sertifikasi K3 Gratis 2026 Resmi Dibuka! Peluang Kerja Gaji Tinggi Menanti

Berita Terbaru