Aktivis Lingkungan Sebut Hutan Kerinci Terancam PETI

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan kerusakan kawasan TNKS akibat aktivitas peti

Penampakan kerusakan kawasan TNKS akibat aktivitas peti

KERINCI,JS- Kerusakan hutan di Kabupaten Kerinci mencuat setelah aktivis lingkungan Randi Vitora mengunggah informasi penting melalui media sosial pribadinya. Ia menyebut puluhan hektare hutan, termasuk di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), diduga rusak akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Unggahan tersebut viral dan langsung memicu perhatian publik, menyoroti kondisi konservasi hutan yang semakin memprihatinkan. Randi menegaskan, aparat dan otoritas terkait tidak boleh membiarkan kepentingan modal mengalahkan hukum.

“Negara tidak boleh kalah oleh cukong. Jika birokrasi di tingkat tapak sudah tumpul, jangan salahkan jika publik mulai bergerak mencari keadilan sendiri,” tulis Randi.

Baca Juga :  Jelang Mudik Lebaran, Tarif Travel Jambi–Kerinci Meroket

Lemahnya Pengawasan Tambang Ilegal

Randi kemudian mempertanyakan seriusnya pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal di Kerinci. Ia menyoroti masuknya alat berat ke lokasi tambang di wilayah Tamiai. Menurutnya, mobilisasi alat berat yang memakan waktu hingga tiga hari seharusnya memberi petugas kesempatan cukup untuk menghentikan aktivitas ilegal.

“Para penambang dan alat berat tidak turun begitu saja dari langit. Apakah waktu tempuh tiga hari tidak cukup untuk menghentikan? Kita jadi bertanya, seserius apa pengawasan terhadap hutan Kerinci?” ujar Randi.

Dengan kata lain, Randi menekankan bahwa lemahnya pengawasan memperburuk kerusakan hutan yang seharusnya bisa dicegah.

Isu Lain yang Memprihatinkan

Selain PETI, Randi menyoroti beberapa masalah lain yang menimbulkan keresahan masyarakat. Ia menyinggung pengelolaan sampah di jalur pendakian dan dugaan praktik jual beli lahan ilegal di kawasan konservasi. Ia menilai, akumulasi persoalan ini menunjukkan ketidakadilan ekologis yang berpotensi merugikan masyarakat Kerinci secara luas.

Baca Juga :  Heboh Informasi PETI, Polres Bungo Turun Pantau ke Lokasi

“Hutan Kerinci adalah sumber kehidupan, bukan komoditas cukong. Jika pengawasan di tingkat tapak sudah tumpul, maka publik yang harus tajam bersuara,” tegas Randi.

Belum Ada Tanggapan Resmi

Hingga berita ini diterbitkan, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat belum memberikan tanggapan resmi terkait data kerusakan hutan maupun tudingan pembiaran masuknya alat berat yang disampaikan aktivis tersebut. Publik masih menunggu langkah nyata dari pihak berwenang untuk menyelamatkan hutan Kerinci.(*)

Berita Terkait

Peluk Duka Warga Koto Tinggi, Sri Kartini Alfin Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di Sungai Penuh
Harga Sawit Jambi Turun Lagi! TBS Periode 15–21 Mei 2026 Kini Rp3.860/Kg, Petani Mulai Khawatir
BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Angin Kencang di Jambi, Ini Daftar Daerah yang Diguyur Hujan
Banjir Jalan Sapat Ujung Unit 6 Rimbo Bujang Tebo Viral di Facebook, Warga Keluhkan Akses Lumpuh dan Kerugian Meningkat
Musda PPNI Kota Sungai Penuh 2026 Bahas Masa Depan Pelayanan Kesehatan Modern
Banjir Bungo Hari Ini: Sungai Batang Mampun Meluap, 200 Rumah Terendam di Desa Bedaro, TNI Turun Evakuasi Warga
Pelayanan RSUD Nurdin Hamzah Disorot, Bupati Dillah Turun Langsung ke UGD dan Apotek
Internet Telkomsel Error Massal di Kerinci, Aktivitas Digital Lumpuh Sejak Sore
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:02 WIB

Harga Sawit Jambi Turun Lagi! TBS Periode 15–21 Mei 2026 Kini Rp3.860/Kg, Petani Mulai Khawatir

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:04 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Angin Kencang di Jambi, Ini Daftar Daerah yang Diguyur Hujan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:02 WIB

Banjir Jalan Sapat Ujung Unit 6 Rimbo Bujang Tebo Viral di Facebook, Warga Keluhkan Akses Lumpuh dan Kerugian Meningkat

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:03 WIB

Musda PPNI Kota Sungai Penuh 2026 Bahas Masa Depan Pelayanan Kesehatan Modern

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:09 WIB

Banjir Bungo Hari Ini: Sungai Batang Mampun Meluap, 200 Rumah Terendam di Desa Bedaro, TNI Turun Evakuasi Warga

Berita Terbaru