Aturan Baru Pembelian Gas Melon, Ini Aturan Barunya

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gas LPG 3 Kg.(Sumber/Google)

Gas LPG 3 Kg.(Sumber/Google)

JAKARTA,JS- Pemerintah terus mematangkan regulasi baru untuk mengatur penyaluran LPG 3 kilogram agar tepat sasaran. Dalam kebijakan ini, pemerintah mewajibkan pembeli menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat membeli gas subsidi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan kebijakan tersebut bertujuan menciptakan sistem satu harga. Selain itu, pemerintah ingin memastikan LPG 3 kg hanya dikonsumsi masyarakat yang berhak. Pemerintah menargetkan penerapan aturan ini mulai berjalan tahun ini.

Baca Juga :  Pertamina Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Merangin

“Bisa kita laksanakan tahun ini. Dengan begitu, penyaluran benar-benar tepat sasaran dan seluruh lapisan masyarakat bisa merasakan harga yang sama,” ujar Laode dalam podcast di kanal YouTube Kementerian ESDM, Minggu.

Pemerintah Terapkan Kebijakan Secara Bertahap

Meski demikian, pemerintah tidak langsung menerapkan aturan ini secara nasional. Oleh karena itu, pemerintah memilih skema uji coba di beberapa wilayah terlebih dahulu.

Laode menyebut pengalaman sebelumnya sebagai pelajaran penting. Saat pemerintah langsung menerapkan aturan baru secara nasional, kondisi di lapangan justru menjadi tidak terkendali.

“Kita belajar dari kejadian Februari kemarin. Ketika aturan baru langsung berlaku di seluruh Indonesia, situasinya menjadi chaos. Sekarang kita lakukan pelatihan dan uji coba sekitar enam bulan, misalnya dimulai di Jakarta Selatan, sebelum kita perluas ke daerah lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Wacana Jatah Gas LPG 3 Kg Dipatok 10 Buah Per Kk

Pemerintah Nilai Kewajiban KTP Bukan Kendala

Sementara itu, Laode menilai kewajiban membawa KTP tidak lagi menimbulkan hambatan teknis. Saat ini, masyarakat sudah menikmati akses teknologi dan informasi hingga ke desa-desa.

Di sisi lain, pemerintah juga meminta PT Pertamina (Persero) untuk aktif melakukan sosialisasi. Pemerintah ingin masyarakat memahami mekanisme baru pembelian LPG subsidi sejak awal.

“Sistem pengawasan berbasis KTP memudahkan kontrol. Pertamina juga sudah kita arahkan untuk melakukan pendekatan dan sosialisasi yang tepat,” terangnya.

Pemerintah Siapkan Regulasi Baru

Pada awalnya, pemerintah hanya berencana merevisi Peraturan Presiden (Perpres) tentang LPG 3 kg. Namun, setelah melakukan pembahasan mendalam, pemerintah menilai perubahan yang dibutuhkan bersifat mendasar.

“Karena itu, pemerintah tidak sekadar merevisi. Kita menyiapkan regulasi baru khusus untuk LPG 3 kilogram,” kata Laode.

Pemerintah Batasi Pembeli Berdasarkan Data BPS

Lebih lanjut, pemerintah akan menerapkan pembatasan tegas terhadap pembeli LPG 3 kg. Jika sebelumnya pemerintah hanya memberikan imbauan, kini pemerintah menetapkan aturan berdasarkan data resmi.

Pemerintah menggunakan data desil tingkat kesejahteraan dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar kebijakan.

Baca Juga :  Prabowo Luncurkan Program Digitalisasi Pembelajaran bagi Guru

“Basis data BPS sudah sangat baik. Pemerintah juga sudah menyiapkan sistem monitoring. Pertamina pun sudah menggunakan KTP sebagai alat verifikasi,” ujarnya.

Laode menambahkan, pemerintah akan membatasi pembelian bagi masyarakat di atas desil tertentu. “Masyarakat di atas desil 4 sampai batas yang kita tentukan nanti tidak lagi berhak membeli LPG 3 kg,” jelasnya.

Pemerintah Perketat Distribusi hingga Sub Pangkalan

Selain membatasi pembeli, pemerintah juga mengubah sistem distribusi LPG 3 kg untuk memperketat pengawasan. Dalam sistem baru ini, pemerintah menambahkan peran sub pangkalan.

Sebelumnya, distribusi hanya berjalan dari agen ke pangkalan lalu ke konsumen. Kini, pemerintah mengatur alur distribusi dari agen ke pangkalan, berlanjut ke sub pangkalan, lalu ke konsumen.

“Dengan sistem ini, pemerintah bisa mengontrol distribusi dengan lebih baik karena konsumen membeli LPG di sub pangkalan,” pungkas Laode.

Melalui pengaturan baru tersebut, pemerintah berharap penyaluran LPG 3 kg berjalan lebih tertib, transparan, dan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.(*)

Berita Terkait

Di Hadapan Roy Suryo, Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli dari SD hingga UGM
BSU Rp900 Ribu November 2026: Kapan Cair ke Rekening Karyawan dan Buruh? Cek Syarat Penerimanya
Menteri PANRB Kirim Surat ke Seluruh ASN, PNS dan PPPK Diminta Jadi Agen Perlinsos, Ini Tugasnya
Harga BBM 3 November 2026: Pertalite Masih Rp10.000, Cek Daftar Pertamax, Shell, BP dan Vivo
Draf Perpres Alih Status PPPK Bikin Waswas, Pengangkatan Otomatis Mulai Januari 2027?
Harga BBM Non-Subsidi 1 November 2026 Berpotensi Naik, Ini Hitung-hitungan Pertamax hingga Dexlite
PPPK Teknis Usia 35 Tahun ke Atas Minta Diangkat PNS Tanpa Tes, Ini Alasan dan Tuntutannya
Pesan Penting Kepala BKN untuk PNS dan PPPK, Persiapan Pensiun Harus Dimulai Sejak Dini
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:01 WIB

Di Hadapan Roy Suryo, Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli dari SD hingga UGM

Kamis, 5 November 2026 - 12:31 WIB

BSU Rp900 Ribu November 2026: Kapan Cair ke Rekening Karyawan dan Buruh? Cek Syarat Penerimanya

Selasa, 3 November 2026 - 14:31 WIB

Menteri PANRB Kirim Surat ke Seluruh ASN, PNS dan PPPK Diminta Jadi Agen Perlinsos, Ini Tugasnya

Selasa, 3 November 2026 - 12:31 WIB

Harga BBM 3 November 2026: Pertalite Masih Rp10.000, Cek Daftar Pertamax, Shell, BP dan Vivo

Minggu, 1 November 2026 - 16:15 WIB

Draf Perpres Alih Status PPPK Bikin Waswas, Pengangkatan Otomatis Mulai Januari 2027?

Berita Terbaru