BISNIS,JS- PT Bank Mandiri menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dengan memperkuat struktur keuangan yang solid. Langkah ini bertujuan menopang ekspansi bisnis berkelanjutan dan mendukung berbagai program pembangunan nasional.
Aset dan Kredit Tumbuh Signifikan
Sepanjang 2025, Bank Mandiri fokus memperkuat fondasi keuangan untuk mendorong pertumbuhan intermediasi yang sehat dan ekonomi yang inklusif. Total aset bank meningkat 16,6 persen menjadi Rp2.829,9 triliun. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 13,4 persen menjadi Rp1.895,0 triliun.
Pertumbuhan ini terutama didorong strategi ekspansi yang menargetkan sektor produktif. Kredit UMKM meningkat 4,88 persen, memperluas akses pembiayaan bagi lebih dari 1,3 juta pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Strategi Kredit yang Selektif dan Terukur
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset. “Kami menyalurkan kredit secara selektif, fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan kerja. Strategi ini menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memastikan kualitas aset tetap terjaga,” ujarnya.
Pendanaan Sehat Mendukung Ekspansi
Ekspansi kredit mendapat dukungan dari struktur likuiditas yang kuat. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 23,9 persen menjadi Rp2.105,8 triliun. CASA (dana murah) juga meningkat 12,6 persen menjadi Rp1.431,4 triliun. Kondisi ini memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk memperluas bisnis secara berkelanjutan.
Mendukung Program Pemerintah dan Ekonomi Desa
Bank Mandiri menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp41 triliun kepada sekitar 360 ribu pelaku UMKM secara terukur. Selain itu, bank membiayai 147 mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung pembangunan sosial dan ketahanan pangan.
Di sektor ekonomi desa, Bank Mandiri mengelola lebih dari 4.700 rekening Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan membuka lebih dari 3.700 rekening BUMDes serta BUMDesma. Langkah ini sejalan dengan Program 3 Juta Rumah dan agenda pengembangan desa.
Komitmen Sosial dan Lingkungan
Sepanjang 2025, Bank Mandiri menjalankan 1.174 program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program ini fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta bantuan kemanusiaan untuk wilayah terdampak bencana.
Kontribusi Berkelanjutan bagi Negara
Bank Mandiri juga menjaga kontribusi ke negara. Dividen yang disalurkan pada 2025 mencapai Rp52,5 triliun, terdiri dari Rp43,5 triliun dari laba 2024 dan Rp9 triliun dividen interim dari laba 2025. Selama 2000–2025, total dividen mencapai Rp225 triliun.
Selain itu, bank membayarkan pajak sekitar Rp27 triliun pada 2025. Secara kumulatif sejak 2000, total pajak yang disetorkan mencapai Rp277 triliun, mencerminkan peran sistemik Bank Mandiri dalam memperkuat fondasi fiskal nasional.
Fokus pada Manfaat Pembangunan yang Merata
Riduan menegaskan, “Kami melihat dukungan terhadap program prioritas pemerintah bukan sekadar target bisnis. Kami bertanggung jawab sebagai mitra strategis negara. Dengan pembiayaan terukur dan penguatan ekosistem usaha, kami memastikan manfaat pembangunan dirasakan lebih merata.”(*)









