KERINCI,JS – Polemik Bantuan Bibit Kulit Manis Kembali Mencuat
Program bantuan bibit kulit manis (casiavera) tahun anggaran 2024 di Kabupaten Kerinci memicu tanda tanya besar di kalangan petani. Sejumlah kelompok tani menilai proses penyaluran bantuan dari Dinas Perkebunan tidak berjalan transparan dan cenderung tidak merata.
Isu ini semakin mencuat setelah beberapa kelompok tani mengaku tidak pernah menerima bantuan, meskipun mereka rutin mengajukan proposal sejak beberapa tahun terakhir. Kondisi ini pun memicu keresahan dan kekecewaan di kalangan petani lokal yang menggantungkan hidup pada komoditas unggulan tersebut.
Kelompok Tani Pertanyakan Kriteria Penerima
Redi, salah satu anggota kelompok tani di Kerinci, secara terbuka mempertanyakan mekanisme penentuan penerima bantuan. Ia menegaskan bahwa kelompoknya telah aktif mengajukan permohonan sejak 2022, namun hingga kini tidak pernah mendapatkan realisasi bantuan.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menjelaskan secara rinci kriteria yang digunakan dalam menentukan kelompok penerima.
“Setiap tahun kami mengajukan proposal, tetapi hasilnya nihil. Kami melihat hanya kelompok tertentu yang terus menerima bantuan,” ujarnya.
Selain itu, ia menilai kondisi ini dapat menimbulkan kesan tidak adil di tengah masyarakat petani.
Ketimpangan Distribusi Jadi Sorotan
Tidak hanya satu kelompok, beberapa petani lain juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka melihat adanya ketimpangan dalam distribusi bantuan bibit kulit manis yang seharusnya menjadi program strategis untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.
Sebagian petani bahkan menganggap program ini belum menyentuh kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Di sisi lain, program bantuan bibit seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hasil panen serta memperkuat ekonomi petani. Namun, tanpa distribusi yang merata, tujuan tersebut sulit tercapai.
Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas
Para petani mendesak pemerintah daerah, khususnya Dinas Perkebunan Kerinci, untuk membuka informasi secara jelas terkait:
- Kriteria penerima bantuan
- Mekanisme seleksi kelompok tani
- Jumlah bantuan yang disalurkan
- Daftar penerima secara terbuka
Transparansi ini dinilai penting untuk menghindari spekulasi negatif serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Lebih lanjut, petani berharap adanya sistem yang lebih terbuka dan berbasis data, sehingga bantuan benar-benar tepat sasaran.
Dampak terhadap Produktivitas Petani
Kulit manis atau kayu manis merupakan komoditas unggulan Kabupaten Kerinci yang memiliki nilai ekspor tinggi. Oleh karena itu, bantuan bibit berkualitas sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan pendapatan petani.
Ketika bantuan tidak merata, maka:
- Produktivitas kebun menjadi tidak optimal
- Petani kesulitan meningkatkan kualitas hasil
- Ketimpangan ekonomi antar kelompok semakin lebar
Dengan kata lain, distribusi bantuan yang tidak transparan berpotensi menghambat pertumbuhan sektor perkebunan di daerah tersebut.
Harapan Petani untuk Perbaikan Sistem
Meski merasa kecewa, para petani tetap berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program bantuan ini. Mereka ingin sistem yang lebih adil, transparan, dan akuntabel di masa mendatang.
“Kami tidak menuntut lebih, kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang ada kriteria tertentu, sampaikan secara terbuka,” tegas salah satu petani lainnya.
Selain itu, mereka juga mendorong pemerintah untuk melibatkan kelompok tani dalam proses evaluasi agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran.
Momentum Perbaikan Tata Kelola Bantuan
Kasus ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola program bantuan pertanian. Dengan sistem yang lebih transparan, pemerintah tidak hanya meningkatkan kepercayaan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Digitalisasi data penerima bantuan
- Publikasi terbuka daftar penerima
- Audit distribusi bantuan secara berkala
- Pelibatan masyarakat dalam pengawasan
Jika langkah tersebut diterapkan, maka program bantuan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani.
Kesimpulan
Polemik bantuan bibit kulit manis di Kerinci menunjukkan pentingnya transparansi dalam setiap program pemerintah. Tanpa keterbukaan, program yang seharusnya membantu justru berpotensi menimbulkan konflik dan ketidakpercayaan.
Para petani kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem distribusi bantuan agar lebih adil dan merata.









