LIFESTYLE,JS- Di bulan Ramadan, pertanyaan seputar mandi wajib masih sering muncul, khususnya di kalangan pasangan suami istri. Salah satu yang paling banyak ditanyakan ialah hukum puasa jika seseorang belum sempat mandi junub hingga waktu imsak atau bahkan setelah masuk Subuh.
Lantas, apakah kondisi tersebut membuat puasa menjadi tidak sah?
Penjelasan Ustaz: Mandi Wajib Setelah Subuh Tetap Boleh
Menanggapi persoalan ini, Dosen sekaligus Wakil Rektor III PTIQ dan Ustaz iWise Islamic Education, KH. DR. Ali Nurdin, menegaskan bahwa mandi wajib setelah masuk waktu Subuh tidak membatalkan puasa.
Ia menjelaskan, selama hubungan suami istri terjadi sebelum terbit fajar, puasa tetap sah meskipun mandi wajib dilakukan setelah Subuh.
Kondisi Ideal dan Realita di Lapangan
Menurut Ustaz Ali, Islam memang menganjurkan agar seseorang mandi wajib sebelum Subuh.
Dalam praktiknya, berbagai kendala kerap muncul. Waktu sahur yang sempit, keterbatasan air, hingga masalah teknis seperti kran rusak sering membuat seseorang menunda mandi wajib.
“Utamanya memang sebelum Subuh. Tetapi kalau ada kendala, misalnya sudah mau mandi tapi airnya sulit atau waktunya sangat mepet, lalu akhirnya sahur dulu, maka mandi setelah Subuh itu tetap boleh,” jelasnya.
Selanjutnya, Ustaz Ali meluruskan pemahaman yang kerap keliru di masyarakat. Ia menekankan bahwa mandi wajib setelah Subuh berarti setelah masuk waktu Subuh, bukan setelah menunaikan salat Subuh.
Seseorang yang masih dalam keadaan junub tetap wajib mandi terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat.
Puasa Tetap Sah, Asal Syarat Terpenuhi
Dengan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa seseorang yang masih berhadas besar saat imsak atau awal Subuh tetap boleh melanjutkan puasanya.
Meski demikian, Islam tetap menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan dan kesucian diri sejak awal waktu.
Menyegerakan Mandi Tetap Lebih Utama
Sebagai penutup, Ustaz Ali kembali mengingatkan pentingnya menyegerakan mandi wajib. Selain menjaga kesucian, hal ini juga membantu seseorang lebih siap menjalankan ibadah, terutama salat Subuh tepat waktu dan dengan kondisi yang lebih khusyuk.
“Yang jelas, lebih cepat itu lebih baik. Berada dalam keadaan suci tentu lebih utama,” pungkasnya.(*)









