Menkes Prediksi 28 Juta WNI Alami Masalah Kesehatan Jiwa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi jutaan orang bermasalah dengan kesehatan jiwa

Ilustrasi jutaan orang bermasalah dengan kesehatan jiwa

KESEHATAN,JS– Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, memperkirakan sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa. Prediksi ini mengacu pada panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menyatakan bahwa satu per delapan hingga satu per sepuluh dari populasi suatu negara berpotensi menghadapi gangguan jiwa.

Panduan WHO Jadi Acuan

Baca Juga :  Jus Jeruk Tingkatkan Kesehatan Jantung, Ini Rahasianya

“Dengan populasi Indonesia sekitar 280 juta, minimal 28 juta orang menghadapi masalah kesehatan jiwa,” ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (19/1/2026). Menurutnya, gangguan jiwa bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari depresi dan gangguan kecemasan, hingga skizofrenia dan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder).

Hasil Skrining Masih Rendah

Baca Juga :  2027, Satu Jenis Paspor Bernomor Seumur Hidup Diberlakukan

Hingga kini, skrining kesehatan gratis menunjukkan angka gangguan jiwa yang relatif rendah, yaitu kurang dari satu persen pada orang dewasa dan sekitar lima persen pada anak-anak. Meskipun demikian, Budi menekankan bahwa langkah ini penting untuk mendeteksi kondisi kesehatan jiwa sejak dini.

Puskesmas Siap Menjadi Rujukan

Kementerian Kesehatan tengah memperkuat layanan kesehatan jiwa di puskesmas. “Kami membangun sistem agar masyarakat bisa langsung mengakses layanan di puskesmas, mulai dari konseling psikolog hingga obat-obatan untuk gangguan jiwa,” jelas Budi. Dengan adanya layanan ini, puskesmas akan menjadi rujukan utama bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat.

Sebaran Provinsi dengan Gangguan Jiwa Tertinggi

Baca Juga :  Hindari 7 Minuman Ini, Bisa Berdampak Buruk pada Ginjal

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2023, DKI Jakarta mencatat persentase penderita gangguan jiwa tertinggi, yaitu 24,3 persen. Provinsi lain dengan angka tinggi termasuk Nanggroe Aceh Darussalam (18,5 persen), Sumatera Barat (17,7 persen), Nusa Tenggara Barat (10,9 persen), Sumatera Selatan (9,2 persen), dan Jawa Tengah (6,8 persen).

Secara keseluruhan, Budi menekankan perlunya deteksi dini dan layanan kesehatan jiwa yang mudah dijangkau agar masalah ini tidak berkembang lebih serius di masyarakat.(TIM)

Berita Terkait

Krim Pencerah Wajah Aman di Apotek 2026: Kandungan Terbaik yang Direkomendasikan Dokter Kulit
Jangan Sampai Salah, Begini Membedakan Nyeri Punggung Biasa dengan Nyeri Tanda Sakit Ginjal
KPK Keluarkan Peringatan Keras Saat SPMB 2026, Praktik Titipan dan Uang Bangku Jadi Sorotan
Mengejutkan! 39 Daerah Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
7 Keputusan Hasil Rapat Dengar Pendapat DPR dan Pemerintah, PPPK Teknis Mengelus Dada!
Bukan Lulusan PPG Prajab, Ini Link Daftar PPPK TENDIK SR untuk Semua Jurusan
BBM E5 Mulai Berlaku Juli 2026, Amankah Buat Kendaraan Kita?
Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN? Usulan DPR Ini Bisa Ubah Nasib Guru dan Tenaga Kesehatan di Daerah
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 05:02 WIB

Krim Pencerah Wajah Aman di Apotek 2026: Kandungan Terbaik yang Direkomendasikan Dokter Kulit

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:31 WIB

Jangan Sampai Salah, Begini Membedakan Nyeri Punggung Biasa dengan Nyeri Tanda Sakit Ginjal

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:05 WIB

KPK Keluarkan Peringatan Keras Saat SPMB 2026, Praktik Titipan dan Uang Bangku Jadi Sorotan

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:04 WIB

Mengejutkan! 39 Daerah Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:30 WIB

7 Keputusan Hasil Rapat Dengar Pendapat DPR dan Pemerintah, PPPK Teknis Mengelus Dada!

Berita Terbaru