Prabowo Libatkan Danantara di KSSK, Strategi Baru Perkuat Stabilitas Keuangan dan Investasi Nasional

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality?

JAKARTA,JS- Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah strategis untuk memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi nasional. Pemerintah kini mengarahkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) agar ikut terlibat dalam setiap proses pengambilan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Kebijakan tersebut menandai babak baru dalam tata kelola ekonomi Indonesia. Selama ini KSSK hanya beranggotakan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dengan masuknya Danantara, pemerintah ingin memperkuat sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, serta pengelolaan investasi negara.

Danantara Resmi Masuk Lingkaran Koordinasi KSSK

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menginginkan seluruh keputusan strategis KSSK melibatkan Danantara.

Menurut Rosan, keterlibatan Danantara akan membuat setiap kebijakan ekonomi memiliki dampak yang lebih luas terhadap aktivitas bisnis nasional dan investasi BUMN.

Ia menilai koordinasi tersebut akan mempercepat terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih kuat. Kebijakan tidak lagi hanya bertumpu pada instrumen fiskal maupun moneter, melainkan juga didukung sektor usaha yang dikelola negara.

Rosan menegaskan bahwa arahan Presiden mengubah konsep kerja KSSK menjadi lebih luas dengan menghadirkan Danantara sebagai mitra strategis.

Baca Juga :  Denda Pinjol Legal Terbaru 2026 Resmi Dibatasi OJK, Begini Aturan Telat Bayar dan Cara Aman Hindari Debt Collector

Pemerintah Bangun Ekosistem Ekonomi yang Lebih Terintegrasi

Langkah ini menunjukkan pemerintah tidak ingin lagi menjalankan kebijakan ekonomi secara terpisah.

Selama beberapa tahun terakhir, stabilitas ekonomi Indonesia memang dijaga melalui koordinasi empat lembaga utama. Namun pemerintah melihat perlunya menghubungkan kebijakan tersebut dengan pengelolaan investasi nasional.

Danantara memiliki peran penting karena mengelola berbagai aset dan investasi strategis milik negara.

Melalui koordinasi yang lebih erat, pemerintah berharap kebijakan yang dihasilkan mampu:

  • memperkuat pertumbuhan ekonomi;
  • meningkatkan investasi nasional;
  • menjaga stabilitas sektor keuangan;
  • mempercepat proyek strategis nasional;
  • meningkatkan daya saing BUMN di tingkat global.
  • Dengan demikian, setiap kebijakan tidak hanya menghasilkan stabilitas, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi secara nyata.

Rosan: Danantara Akan Ikut Seluruh Rapat KSSK

Rosan memastikan Danantara akan hadir dalam setiap agenda koordinasi KSSK sesuai arahan Presiden.

Keterlibatan tersebut memungkinkan pertukaran informasi berlangsung lebih cepat sehingga pemerintah dapat merespons dinamika ekonomi global secara lebih efektif.

Selain itu, Danantara dapat memberikan masukan berdasarkan perkembangan investasi, kondisi perusahaan BUMN, hingga peluang pembiayaan proyek-proyek strategis nasional.

Langkah tersebut juga diharapkan mempercepat pengambilan keputusan ketika terjadi tekanan terhadap pasar keuangan.

Bank Indonesia Sambut Penguatan Koordinasi

Pelaksana tugas Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, membenarkan bahwa Presiden meminta seluruh anggota KSSK memperkuat koordinasi bersama Danantara.

Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga akan membuat kebijakan ekonomi menjadi lebih sinkron.

Bank Indonesia tetap menjalankan fungsi menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem pembayaran. Sementara itu, Kementerian Keuangan mengelola kebijakan fiskal, OJK mengawasi industri jasa keuangan, LPS menjaga kepercayaan terhadap sistem perbankan, dan Danantara menghadirkan perspektif investasi negara.

Baca Juga :  Prabowo Ungkap Temuan Cadangan Emas Raksasa di Papua

Sinergi tersebut diyakini mampu memperkuat fondasi ekonomi nasional menghadapi tantangan global.

Apa Itu KSSK?

Komite Stabilitas Sistem Keuangan merupakan forum koordinasi yang bertugas menjaga stabilitas sektor keuangan Indonesia.

KSSK berperan mengantisipasi berbagai risiko yang dapat mengganggu sistem keuangan nasional, mulai dari gejolak pasar global, tekanan nilai tukar, hingga potensi krisis perbankan.

Lembaga ini selama ini terdiri atas:

Menteri Keuangan;

  • Gubernur Bank Indonesia;
  • Ketua Dewan Komisioner OJK;
  • Ketua Dewan Komisioner LPS.

Kini pemerintah memperluas koordinasi tersebut dengan melibatkan Danantara.

Mengapa Danantara Dinilai Penting?

Danantara dibentuk untuk mengoptimalkan pengelolaan investasi negara melalui aset-aset strategis BUMN.

Lembaga ini memiliki posisi penting karena mengelola investasi dalam berbagai sektor seperti:

  • energi;
  • infrastruktur;
  • hilirisasi industri;
  • teknologi;
  • ketahanan pangan;
  • ekonomi hijau.

Kehadiran Danantara dalam KSSK memungkinkan pemerintah menghubungkan kebijakan makroekonomi dengan implementasi investasi secara langsung.

Dengan kata lain, kebijakan yang dihasilkan tidak berhenti pada level regulasi, tetapi dapat segera diterjemahkan menjadi aktivitas ekonomi yang menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan nasional.

Dampak bagi Dunia Usaha dan Investor

Kalangan pelaku usaha menilai koordinasi yang lebih kuat antarotoritas akan meningkatkan kepastian kebijakan.

Investor biasanya mempertimbangkan stabilitas ekonomi sebelum menanamkan modal.

Ketika pemerintah, bank sentral, regulator keuangan, lembaga penjamin simpanan, dan pengelola investasi negara bergerak dalam satu arah, tingkat kepercayaan pasar berpotensi meningkat.

Selain itu, koordinasi yang solid dapat mempercepat penyelesaian berbagai tantangan ekonomi, termasuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, serta memastikan pembiayaan proyek strategis tetap berjalan.

Pemerintah Ingin Pertumbuhan Ekonomi Lebih Berkualitas

Arahan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa pemerintah ingin membangun pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya bergantung pada konsumsi masyarakat.

Sebaliknya, pemerintah juga ingin memperkuat investasi, meningkatkan produktivitas BUMN, serta menciptakan nilai tambah melalui pengelolaan aset negara.

Strategi tersebut diharapkan mampu memperbesar kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.

Tantangan Ekonomi Global Masih Membayangi

Di sisi lain, pemerintah tetap menghadapi berbagai tantangan eksternal.

Ketidakpastian ekonomi dunia, fluktuasi nilai tukar, kebijakan suku bunga global, hingga perlambatan perdagangan internasional masih berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.

Karena itu, koordinasi yang lebih erat antarotoritas menjadi kebutuhan penting agar Indonesia mampu merespons setiap perubahan secara cepat dan terukur.

Kesimpulan

Keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan Danantara dalam setiap pengambilan keputusan KSSK menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi kebijakan ekonomi nasional.

Kolaborasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, LPS, dan Danantara diharapkan mampu menciptakan kebijakan yang tidak hanya menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga mempercepat investasi, memperkuat BUMN, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya membangun ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi sehingga setiap kebijakan dapat memberikan manfaat langsung bagi dunia usaha, investor, dan masyarakat luas.(*)

Berita Terkait

Harga BBM Non-Subsidi 1 November 2026 Berpotensi Naik, Ini Hitung-hitungan Pertamax hingga Dexlite
Ribuan ATM di Indonesia Terus Tutup, 13 Bank Bangkrut hingga 2026: Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Nasabah
Bank Mandiri Perluas Pasar UMKM Lewat Livin’ Food, Jangkau 42,6 Juta Pengguna dan Gandeng 2.300 Merchant
PPPK Teknis Usia 35 Tahun ke Atas Minta Diangkat PNS Tanpa Tes, Ini Alasan dan Tuntutannya
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 31 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian 24 Karat hingga 20 Karat
Rupiah Menguat ke Rp18.123 per Dolar AS, Sinyal The Fed dan Inflasi AS Jadi Penentu Pergerakan Kurs
Harga Saham CNMA Cuma Rp72, Cinema XXI Bagi Dividen Rp333 Miliar, Yield Tembus 5,5 Persen
Pesan Penting Kepala BKN untuk PNS dan PPPK, Persiapan Pensiun Harus Dimulai Sejak Dini
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Harga BBM Non-Subsidi 1 November 2026 Berpotensi Naik, Ini Hitung-hitungan Pertamax hingga Dexlite

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Ribuan ATM di Indonesia Terus Tutup, 13 Bank Bangkrut hingga 2026: Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Nasabah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Bank Mandiri Perluas Pasar UMKM Lewat Livin’ Food, Jangkau 42,6 Juta Pengguna dan Gandeng 2.300 Merchant

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Sabtu 31 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian 24 Karat hingga 20 Karat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.123 per Dolar AS, Sinyal The Fed dan Inflasi AS Jadi Penentu Pergerakan Kurs

Berita Terbaru