BISNIS,JS– Bank Indonesia (BI) menargetkan layanan pembayaran QRIS dapat digunakan di delapan negara pada tahun ini. Saat ini, QRIS sudah dipakai sebagai metode pembayaran ritel lintas negara di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang.
Ekspansi Internasional QRIS
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa perluasan QRIS akan mencakup Cina, Korea Selatan, India, dan Arab Saudi. Hal ini menjadi kelanjutan dari langkah BI sebelumnya yang berhasil menembus sejumlah negara Asia.
“QRIS akan kami perluas ke delapan negara. Setelah Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, selanjutnya adalah Cina, Korea Selatan, India, dan Saudi Arabia,” ujar Perry saat meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 di Jakarta, Rabu (28/1).
Target Transaksi Digital dan Dukungan UMKM
BI bersama Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menargetkan 17 miliar transaksi digital pada 2026. Saat ini, QRIS digunakan oleh sekitar 60 juta pengguna, termasuk 45 juta pelaku UMKM. Dengan dukungan ini, BI berharap transaksi digital semakin cepat dan inklusif.
Selain itu, BI mendorong inovasi di sektor sistem pembayaran. “Kami terus memodernisasi sistem pembayaran Indonesia melalui konsolidasi industri dan digitalisasi lintas negara,” tambah Perry.
Pengembangan Infrastruktur dan Talenta Digital
Selain perluasan QRIS, BI mengembangkan infrastruktur BI-FAST dan menyelenggarakan kompetisi digital talenta Indonesia. Kompetisi ini menyeleksi 800 tim digital untuk mengikuti pelatihan enam bulan. Dua bulan pertama fokus pada kewirausahaan, dua bulan berikutnya pada uji coba teknologi (sandboxing), dan dua bulan terakhir menghadirkan perbankan serta investor untuk mendukung investasi talenta muda.
“Dengan kompetisi ini, kami mempersiapkan generasi muda untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran sesuai blueprint nasional,” jelas Perry.
Menuju Digitalisasi Sistem Pembayaran yang Terintegrasi
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen BI untuk mempercepat transaksi digital dan mentransformasi sistem pembayaran Indonesia. Dengan QRIS lintas negara, infrastruktur BI-FAST, dan talenta digital terlatih, BI menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem pembayaran digital regional dan global.(*)









