TANJABTIM,JS- Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Dillah Hikmah Sari, meminta aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang masih berdomisili di Kota Jambi agar mulai menetap di wilayah Kabupaten Tanjabtim. Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik karena menyangkut persoalan ekonomi daerah, pertumbuhan UMKM, hingga kesejahteraan masyarakat lokal.
Permintaan itu disampaikan Dillah saat memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Kantor Bupati Tanjabtim pada Senin (15/6/2026) pagi. Dalam arahannya di hadapan ratusan ASN dan PPPK, Dillah menilai kebiasaan pegawai yang bekerja di Tanjabtim namun membelanjakan penghasilannya di Kota Jambi membuat perputaran ekonomi daerah tidak berkembang maksimal.
Menurut Dillah, selama ini banyak pegawai datang bekerja sejak pagi dan kembali ke Kota Jambi pada sore hari. Kondisi tersebut membuat sektor usaha masyarakat di Tanjabtim tidak menikmati dampak ekonomi dari keberadaan ribuan ASN dan PPPK.
“ASN dan PPPK menerima gaji dari APBD Kabupaten Tanjabtim. Karena itu, sudah seharusnya penghasilan tersebut ikut berputar di daerah tempat mereka bekerja,” ujar Dillah dalam sambutannya.
Perputaran Ekonomi Dinilai Tidak Sehat
Bupati perempuan pertama di Tanjabtim itu menegaskan bahwa kebiasaan pegawai tinggal di Kota Jambi menjadi salah satu faktor lambatnya pertumbuhan ekonomi lokal. Ia menilai uang yang seharusnya mampu menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, perumahan, hingga UMKM di Tanjabtim justru lebih banyak beredar di Kota Jambi.
Dillah bahkan menyebut banyak pegawai yang datang bekerja pagi hari dan pulang sebelum aktivitas pelayanan selesai. Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada ekonomi daerah, tetapi juga memengaruhi kualitas pelayanan publik.
Selain itu, Dillah meminta Sekretaris Daerah untuk segera mendata ASN dan PPPK yang masih tinggal di luar daerah, khususnya di Kota Jambi. Pendataan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan kepegawaian ke depan.
“Kita ingin ekonomi masyarakat Tanjabtim tumbuh. Kalau pegawai tinggal di sini, maka mereka akan belanja di sini, makan di sini, menyewa rumah di sini, dan itu akan menghidupkan usaha masyarakat,” katanya.
Dillah Pertanyakan Alasan ASN Tinggal di Kota Jambi
Dalam pidatonya, Dillah juga mempertanyakan alasan sebagian ASN dan PPPK memilih menetap di Kota Jambi dibandingkan tinggal di Kabupaten Tanjabtim. Ia menyoroti beberapa alasan yang sering disampaikan pegawai, mulai dari pendidikan anak hingga persoalan tempat tinggal.
Menurutnya, fasilitas pendidikan di Tanjabtim terus berkembang sehingga tidak ada alasan lagi untuk meninggalkan daerah tempat bekerja. Bahkan, ia menilai pegawai seharusnya ikut membangun daerah dengan menetap dan beraktivitas di wilayah tersebut.
“Kalau alasannya sekolah anak, kenapa tidak disekolahkan di Tanjabtim? Kalau alasannya rumah, kenapa tidak membeli rumah di Tanjabtim sejak awal,” tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perbincangan luas di media sosial. Banyak masyarakat mendukung langkah Dillah karena dianggap berpihak pada pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, sebagian pihak juga meminta pemerintah daerah meningkatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur agar ASN merasa nyaman tinggal di Tanjabtim.
Pemkab Tanjabtim Dorong ASN Miliki KTP Lokal
Tidak hanya soal tempat tinggal, Dillah juga mengungkapkan bahwa sekitar satu bulan lalu dirinya telah meminta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) agar ASN dan PPPK memiliki KTP Kabupaten Tanjabtim.
Menurutnya, jumlah penduduk sangat berpengaruh terhadap kemampuan fiskal daerah. Semakin besar jumlah penduduk yang tercatat secara administratif, maka semakin besar pula peluang daerah mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
Karena itu, Dillah ingin para pegawai yang bekerja di Tanjabtim ikut menjadi bagian dari masyarakat secara administratif.
“Jumlah penduduk menentukan kekuatan daerah. Kalau ASN tinggal dan memiliki KTP Tanjabtim, maka daerah ini akan lebih kuat dari sisi administrasi dan fiskal,” ujarnya.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi strategi pemerintah daerah untuk memperkuat pembangunan jangka panjang. Selain mendongkrak ekonomi lokal, langkah itu juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah serta mempercepat pertumbuhan sektor usaha masyarakat.
UMKM Tanjabtim Diyakini Akan Berkembang
Dillah optimistis kebijakan ASN menetap di Tanjabtim akan memberi dampak besar terhadap pertumbuhan UMKM. Sebab, semakin banyak masyarakat yang tinggal dan berbelanja di daerah tersebut, maka semakin tinggi pula perputaran uang di tingkat lokal.
Sektor kuliner, perumahan, jasa transportasi, perdagangan harian, hingga usaha kecil masyarakat diprediksi akan berkembang pesat jika ribuan ASN dan PPPK menetap di Tanjabtim.
Para pelaku UMKM selama ini memang mengeluhkan minimnya daya beli masyarakat di sejumlah wilayah Tanjabtim. Aktivitas ekonomi hanya ramai pada pagi hingga siang hari ketika pegawai masuk kantor. Setelah itu, kawasan kembali sepi karena banyak ASN langsung pulang ke Kota Jambi.
Karena itu, kebijakan ini dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
“Kalau pegawai tinggal di sini, otomatis kebutuhan hidup mereka dibeli dari masyarakat sini juga. Itu akan membantu UMKM berkembang,” ungkap seorang pelaku usaha di kawasan Muara Sabak.
Tantangan Infrastruktur dan Fasilitas Daerah
Meski mendapat dukungan, kebijakan tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan. Sebagian ASN mengaku masih mempertimbangkan fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga akses transportasi sebelum memutuskan pindah ke Tanjabtim.
Selain itu, beberapa pegawai telah memiliki rumah dan keluarga yang menetap di Kota Jambi sehingga membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Tanjabtim memastikan akan terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik agar daerah semakin nyaman untuk ditempati.
Pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan sektor pendidikan, layanan kesehatan, kawasan perumahan, serta fasilitas umum lainnya demi mendukung pertumbuhan wilayah.
Dillah Ingin Ubah Citra Tanjabtim
Dalam penutup arahannya, Dillah menegaskan dirinya tidak ingin Kabupaten Tanjabtim terus dipandang sebagai daerah tertinggal. Menurutnya, kemajuan daerah sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak, termasuk ASN dan PPPK.
Ia berharap para pegawai tidak hanya bekerja di Tanjabtim, tetapi juga ikut membangun daerah melalui aktivitas ekonomi dan sosial sehari-hari.
“Jangan sampai orang menganggap Tanjabtim tertinggal karena pegawainya sendiri meninggalkan daerah ini setelah selesai bekerja,” pungkasnya.
Kebijakan tersebut kini menjadi sorotan publik Jambi dan diprediksi akan memicu perubahan besar terhadap pola kehidupan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Dengan jumlah ASN dan PPPK yang cukup besar, langkah ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat UMKM lokal, hingga mendorong percepatan pembangunan Kabupaten Tanjabtim dalam beberapa tahun ke depan.(TIM)









