DPR RI Kunker di Jambi, Sengketa Lahan Jadi Pembahasan Utama

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wabup Tanjabbar, Katamso hadiri kunker Komisi II DPR RI di Jambi bahas soal agraria.

Wabup Tanjabbar, Katamso hadiri kunker Komisi II DPR RI di Jambi bahas soal agraria.

JAMBI,JS– Komisi II DPR RI menempatkan persoalan agraria sebagai agenda utama dalam kunjungan kerja reses di Provinsi Jambi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Mahligai 9 Bank Jambi itu dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf Macan Effendi, dan dihadiri kepala daerah se-Jambi, termasuk Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Katamso.

Sejak awal pertemuan, Komisi II langsung membuka dialog terbuka dengan pemerintah daerah, perwakilan perbankan, serta unsur Kementerian Dalam Negeri dan ATR/BPN. Diskusi berlangsung intens dan menyoroti berbagai persoalan strategis yang selama ini menghambat pembangunan daerah.

Baca Juga :  Wabup Katamso Pimpin Apel Pagi, Tekankan Kinerja 2026

Tumpang Tindih Lahan Jadi Sorotan Utama

Dalam forum tersebut, Komisi II DPR RI menilai persoalan agraria di Jambi membutuhkan penanganan serius dan terukur. Luasnya kawasan hutan industri, perkebunan, serta taman nasional sering memicu konflik kepemilikan lahan antara masyarakat, perusahaan, dan negara.

Untuk itu, Komisi II mendorong percepatan penyelesaian konflik agraria melalui optimalisasi Satgas Agraria. Selain itu, Komisi II menekankan pentingnya penerapan kebijakan satu peta (one map policy) agar pemerintah pusat dan daerah memiliki data pertanahan yang seragam dan akurat.

Melalui sinkronisasi data tersebut, Komisi II berharap potensi konflik lahan dapat ditekan sejak tahap perencanaan pembangunan.

Pemerintah Provinsi Dorong Penataan Tata Ruang

Selanjutnya, Gubernur Jambi Al Haris memaparkan langkah-langkah pemerintah provinsi dalam menata ulang tata ruang wilayah. Ia menyebut penyesuaian regulasi dan penyelarasan kebijakan pusat–daerah terus berjalan untuk memperkuat kepastian hukum pertanahan.

Baca Juga :  Sengketa Batas Tanjabbar–Tanjabtim Berlanjut ke TPBD Pusat

Menurutnya, tata ruang yang jelas akan menjadi fondasi penting bagi penyelesaian konflik agraria sekaligus membuka ruang investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Kami berupaya memastikan pembangunan berjalan seiring dengan kepastian hukum lahan bagi masyarakat,” tegasnya.

Daerah Percepat RDTR untuk Tekan Konflik Agraria

Sementara itu, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Katamso menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Pemkab memprioritaskan RDTR kawasan pesisir dan wilayah strategis yang berpotensi dikembangkan di sektor pariwisata dan kelautan.

Ia menilai RDTR memiliki peran penting dalam mencegah sengketa lahan sejak dini. Dengan tata ruang yang jelas, pemerintah daerah dapat mengarahkan pembangunan secara terukur sekaligus melindungi hak masyarakat.

“Kami ingin konflik lahan tidak terus berulang. RDTR menjadi instrumen penting untuk itu,” ujarnya.

Isu BUMD Jadi Pendukung Agenda Agraria

Di sisi lain, Komisi II juga menyinggung penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai pendukung pembangunan daerah, terutama di tengah kebijakan efisiensi fiskal nasional. Namun, Komisi II menegaskan bahwa penguatan ekonomi daerah harus berjalan seiring dengan penyelesaian persoalan agraria dan tata ruang.

Tanpa kepastian lahan, menurut Komisi II, pengembangan BUMD dan investasi daerah akan menghadapi risiko tinggi dan sulit berkembang secara optimal.

Baca Juga :  Hasil Lab Keluar, Sumber Keracunan Massal Siswa SD Muaro Jambi Akhirnya Terbongkar

Sinkronisasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Menutup pertemuan, Komisi II DPR RI mengapresiasi keterbukaan pemerintah daerah dalam menyampaikan berbagai persoalan agraria yang dihadapi. Komisi II berharap kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.

Dengan penyelesaian konflik agraria yang terarah, Komisi II optimistis Jambi dapat mendorong pembangunan yang adil, berkelanjutan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas.(*)

Berita Terkait

Dana Desa 2026 Dipangkas 58%! 22 Desa di Batang Hari Sudah Ajukan Pencairan, Ini Fakta Terbarunya
Heboh! Pemprov Jambi Gelontorkan Rp40 Miliar untuk Jemaah Haji, DPR RI Beri Apresiasi Tinggi
Pembatasan BBM 2026 Resmi Berlaku! Batas Isi Solar & Pertalite di Kerinci Bikin Warga Kaget
WFH Resmi Berlaku di Tanjabtim Hari Ini! ASN Tetap Wajib Kerja, Ini Aturan Lengkap & Dampaknya ke BBM dan Ekonomi
Larangan Siswa Bawa Motor ke Sekolah Resmi Berlaku! Kebijakan Baru Sungai Penuh Picu Perhatian Orang Tua
Lelang Jabatan Pemprov Jambi Dimulai! 6 OPD Jadi Rebutan, Ini Strategi Baru Isi Kursi Eselon II
Waspada DBD 2026! Kasus di Kerinci Capai 33, Kelembaban 80% Jadi Pemicu Utama Penyebaran
Bank Jambi Disorot! Ketua DPRD Hafiz Fattah Kritik Keras Direksi, Layanan Masih Lumpuh
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 13:30 WIB

Heboh! Pemprov Jambi Gelontorkan Rp40 Miliar untuk Jemaah Haji, DPR RI Beri Apresiasi Tinggi

Jumat, 10 April 2026 - 10:00 WIB

Pembatasan BBM 2026 Resmi Berlaku! Batas Isi Solar & Pertalite di Kerinci Bikin Warga Kaget

Jumat, 10 April 2026 - 09:00 WIB

WFH Resmi Berlaku di Tanjabtim Hari Ini! ASN Tetap Wajib Kerja, Ini Aturan Lengkap & Dampaknya ke BBM dan Ekonomi

Kamis, 9 April 2026 - 12:30 WIB

Larangan Siswa Bawa Motor ke Sekolah Resmi Berlaku! Kebijakan Baru Sungai Penuh Picu Perhatian Orang Tua

Kamis, 9 April 2026 - 10:00 WIB

Lelang Jabatan Pemprov Jambi Dimulai! 6 OPD Jadi Rebutan, Ini Strategi Baru Isi Kursi Eselon II

Berita Terbaru