FOMO di Kalangan Gen Z Makin Mengkhawatirkan, Media Sosial Jadi Pemicu Utama Gangguan Mental Anak Muda

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 Juni 2026 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOMO di Kalangan Gen Z

FOMO di Kalangan Gen Z

TEKNOLOGI,JS- Media sosial kini tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi. Bagi Generasi Z, platform digital telah berubah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas seperti membuka TikTok saat bangun tidur, melihat Instagram ketika istirahat, hingga memantau tren terbaru di malam hari sudah menjadi kebiasaan yang sulit dipisahkan.

Namun, di balik kemudahan akses informasi tersebut, muncul fenomena psikologis yang semakin mengkhawatirkan, yaitu Fear of Missing Out atau FOMO. Kondisi ini membuat seseorang merasa takut tertinggal tren, pengalaman, informasi, hingga pencapaian orang lain yang terlihat di media sosial.

Fenomena FOMO kini menjadi isu serius karena berdampak langsung pada kesehatan mental anak muda. Banyak pengguna media sosial mulai merasa cemas, tidak percaya diri, hingga mengalami tekanan sosial akibat terlalu sering membandingkan hidupnya dengan orang lain di internet.

Apa Itu FOMO dan Mengapa Semakin Banyak Dialami Gen Z?

Fear of Missing Out atau FOMO merupakan kondisi psikologis ketika seseorang merasa khawatir tertinggal sesuatu yang dianggap menarik atau penting. Perasaan tersebut muncul karena melihat orang lain terlihat lebih bahagia, lebih sukses, atau lebih menikmati hidup.

Generasi Z menjadi kelompok yang paling rentan mengalami FOMO karena lahir dan tumbuh di era internet. Mereka terbiasa mendapatkan informasi secara cepat dan terus-menerus melalui smartphone.

Selain itu, algoritma media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X membuat pengguna terus menerima konten viral tanpa henti.

Mulai dari tren fashion, konser musik, destinasi wisata, gadget terbaru, hingga gaya hidup mewah sering kali menjadi pemicu utama munculnya rasa cemas tersebut.

Media Sosial Membentuk Standar Kehidupan yang Tidak Realistis

Salah satu penyebab utama FOMO semakin meningkat adalah banyaknya unggahan yang menampilkan kehidupan “sempurna” di media sosial. Sebagian besar pengguna hanya membagikan momen terbaik mereka.

Foto liburan mewah, nongkrong di kafe mahal, pencapaian karier, hingga hubungan asmara yang terlihat harmonis dapat memicu tekanan psikologis bagi orang lain yang melihatnya.

Padahal, apa yang tampil di media sosial sering kali hanya potongan kecil dari kehidupan seseorang dan belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.

Dampak FOMO terhadap Kesehatan Mental Anak Muda

Fenomena FOMO tidak bisa dianggap sepele. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental secara serius.

Beberapa dampak yang paling sering muncul antara lain:

  1. Meningkatkan Rasa Cemas dan Overthinking

Pengguna media sosial yang terlalu sering melihat aktivitas orang lain cenderung merasa tertinggal. Kondisi tersebut memicu kecemasan berlebihan dan membuat pikiran sulit tenang.

  1. Menurunkan Rasa Percaya Diri

Perbandingan sosial yang terjadi secara terus-menerus dapat membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri. Mereka mulai merasa tidak cukup baik dibandingkan orang lain di internet.

Akibatnya, muncul rasa minder terhadap penampilan, pekerjaan, kondisi ekonomi, hingga pencapaian hidup.

Baca Juga :  Panduan Membuat Konten Viral di Media Sosial 2026: Lengkap dan Praktis
  1. Memicu Gaya Hidup Konsumtif

FOMO juga mendorong banyak orang membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Mulai dari gadget terbaru, outfit viral, hingga nongkrong di tempat hits dilakukan demi mengikuti tren.

Kondisi ini sering memicu perilaku konsumtif dan pengeluaran berlebihan hanya demi validasi sosial.

  1. Mengganggu Kualitas Tidur

Kebiasaan scrolling media sosial hingga larut malam membuat kualitas tidur menurun. Banyak pengguna takut melewatkan informasi terbaru sehingga sulit berhenti membuka aplikasi.

Akibatnya, tubuh menjadi mudah lelah dan konsentrasi menurun saat beraktivitas.

TikTok dan Instagram Jadi Pemicu FOMO Terbesar

Platform berbasis video pendek seperti TikTok dan Instagram Reels menjadi salah satu faktor terbesar meningkatnya FOMO di kalangan anak muda.

Konten viral yang terus bermunculan membuat pengguna merasa harus selalu update terhadap tren terbaru. Bahkan, banyak orang merasa tertinggal hanya karena belum mencoba makanan viral atau belum menonton konser tertentu.

Selain itu, fitur algoritma yang menampilkan konten sesuai minat pengguna membuat seseorang semakin sulit lepas dari media sosial.

FOMO Membuat Anak Muda Sulit Menikmati Hidup

Tanpa disadari, FOMO membuat banyak orang kehilangan kemampuan menikmati hidup secara sederhana. Mereka terlalu fokus mengejar validasi sosial dan pengakuan dari lingkungan digital.

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana media sosial mulai memengaruhi cara seseorang memandang kebahagiaan.

Cara Mengatasi FOMO di Era Digital

Batasi Waktu Bermain Media Sosial

Mengurangi durasi penggunaan media sosial dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang. Gunakan fitur screen time agar penggunaan aplikasi lebih terkontrol.

Fokus pada Kehidupan Nyata

Alihkan perhatian pada aktivitas yang benar-benar memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti olahraga, membaca buku, atau mengembangkan keterampilan baru.

Hindari Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Apa yang terlihat di internet belum tentu mencerminkan kenyataan sebenarnya.

Lakukan Digital Detox Secara Berkala

Mengurangi penggunaan gadget selama beberapa jam atau beberapa hari dapat membantu kesehatan mental menjadi lebih stabil.

Bangun Lingkungan Sosial yang Positif

Berinteraksi dengan orang-orang yang suportif dapat membantu mengurangi tekanan sosial akibat media digital.

Generasi Z Perlu Lebih Bijak Menggunakan Media Sosial

Media sosial memang memberikan banyak manfaat, mulai dari hiburan, edukasi, hingga peluang karier digital. Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa kontrol dapat memicu berbagai masalah psikologis.

Generasi Z perlu memahami bahwa kehidupan nyata jauh lebih penting dibanding validasi di internet. Tidak semua tren harus diikuti, dan tidak semua pencapaian orang lain harus dijadikan standar hidup.

Kesadaran terhadap kesehatan mental menjadi langkah penting agar anak muda dapat menggunakan media sosial secara lebih sehat dan produktif.

Baca Juga :  Generasi Z Sudah Bosan Media Sosial? Ini Profesi Masa Depan yang Bisa Bikin Kamu Tajir

FAQ

Apa arti FOMO?

FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yaitu rasa takut tertinggal tren, informasi, atau pengalaman yang dinikmati orang lain.

Mengapa Gen Z rentan mengalami FOMO?

Karena Generasi Z tumbuh bersama internet dan media sosial sehingga lebih sering terpapar tren digital setiap hari.

Apa dampak FOMO bagi kesehatan mental?

FOMO dapat memicu kecemasan, overthinking, stres, kurang percaya diri, hingga gangguan tidur.

Bagaimana cara mengurangi FOMO?

Mengurangi waktu bermain media sosial, fokus pada kehidupan nyata, dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain menjadi langkah efektif mengatasi FOMO.

Apakah media sosial selalu berdampak buruk?

Tidak. Media sosial tetap memiliki banyak manfaat jika digunakan secara bijak dan tidak berlebihan.

Kesimpulan

Fenomena FOMO semakin meningkat di era digital, terutama di kalangan Generasi Z yang sangat dekat dengan media sosial. Paparan konten viral secara terus-menerus membuat banyak anak muda merasa tertinggal, cemas, hingga kehilangan rasa percaya diri.

Selain berdampak pada kesehatan mental, FOMO juga memicu gaya hidup konsumtif dan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.

Karena itu, penting bagi pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam mengelola waktu online, membatasi konsumsi konten digital, serta fokus pada kehidupan nyata yang lebih sehat dan bermakna.(*)

Berita Terkait

Sering Transaksi Digital? Terapkan Langkah Keamanan OCTO Ini agar Rekening Tetap Aman
Tes Performa iPhone 16 Pro Max dan Galaxy S25 Ultra, Siapa Raja Speed untuk Kreator Konten?
Algoritma TikTok 2026 Terbongkar! Cara Masuk FYP Setiap Hari, Naikkan Followers dan Cuan TikTok Shop Lebih Cepat
Waspada!, Malware Android Baru Bisa Curi PIN M-Banking dan Password, Jangan Download Aplikasi Ini
Cara Transfer Gratis ke Semua Bank Lewat OCTO Mobile CIMB Niaga, Simak Biaya Admin Terbaru 2026
WhatsApp Plus Mulai Tersedia, Apakah Worth It? Cek Harga dan Fitur Lengkapnya
Emas Digital Cetak Rekor Baru Hari Ini! Simak Harga Treasury, Lakuemas, IndoGold dan ShariaCoin Terbaru
Aplikasi Lite vs Versi Biasa, Mana yang Lebih Cocok untuk HP Anda?
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:01 WIB

Sering Transaksi Digital? Terapkan Langkah Keamanan OCTO Ini agar Rekening Tetap Aman

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:01 WIB

Tes Performa iPhone 16 Pro Max dan Galaxy S25 Ultra, Siapa Raja Speed untuk Kreator Konten?

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:31 WIB

Algoritma TikTok 2026 Terbongkar! Cara Masuk FYP Setiap Hari, Naikkan Followers dan Cuan TikTok Shop Lebih Cepat

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:01 WIB

Waspada!, Malware Android Baru Bisa Curi PIN M-Banking dan Password, Jangan Download Aplikasi Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Cara Transfer Gratis ke Semua Bank Lewat OCTO Mobile CIMB Niaga, Simak Biaya Admin Terbaru 2026

Berita Terbaru