SUNGAIPENUH,JS- Harga cabai merah keriting di Pasar Induk Tanjung Bajure, Kota Sungai Penuh, mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 per kilogram pada pemantauan harga pangan yang dilakukan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Sungai Penuh, Rabu (24/6/2026).
Kenaikan tersebut menjadi satu-satunya perubahan signifikan di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang relatif stabil. Data pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas pangan strategis seperti beras, bawang, daging, telur, minyak goreng, hingga ikan tongkol masih bertahan pada harga sebelumnya.
Situasi ini memberikan sinyal positif terhadap stabilitas pasokan pangan daerah sekaligus menunjukkan daya tahan pasar lokal dalam menghadapi fluktuasi harga yang sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Harga Cabai Merah Keriting Naik Menjadi Rp50.000 per Kilogram
Berdasarkan data resmi pemantauan harga pangan di Pasar Induk Tanjung Bajure, harga cabai merah keriting meningkat dari Rp45.000 menjadi Rp50.000 per kilogram.
Kenaikan sebesar Rp5.000 tersebut terjadi ketika sejumlah komoditas lainnya tidak mengalami perubahan harga sama sekali.
Para pedagang mengaku kenaikan harga cabai dipicu oleh berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca dan penurunan volume panen.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Tanjung Bajure, Yanti (42), mengatakan pasokan cabai yang masuk ke pasar dalam beberapa hari terakhir mengalami penurunan.
“Pasokan dari petani memang sedikit berkurang. Cuaca beberapa minggu terakhir membuat hasil panen tidak sebanyak biasanya. Karena barang yang masuk berkurang, harga ikut naik,” ujarnya saat ditemui di lokasi pasar.
Meski demikian, Yanti menilai kenaikan tersebut masih berada dalam batas normal dan belum mengganggu aktivitas perdagangan secara signifikan.
Harga Beras Tetap Stabil, Stok Aman
Di tengah kenaikan cabai merah keriting, harga berbagai jenis beras tetap stabil.
Berikut daftar harga beras yang terpantau:
- Beras Ciwilis Rp15.000/kg
- Beras Solok Putih Rp15.625/kg
- Beras Kusut Rp16.250/kg
- Beras Pandan Wangi Rp16.250/kg
- Beras SPHP Rp13.000/kg
- Beras Lokal Rp15.000/kg
Stabilnya harga beras menunjukkan pasokan masih mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Sungai Penuh.
Selain itu, keberadaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) turut membantu menjaga keterjangkauan harga beras bagi masyarakat.
Para pembeli mengaku tidak menemukan perubahan berarti pada harga beras selama beberapa minggu terakhir.
Harga Bawang Merah dan Bawang Putih Tidak Berubah
Komoditas bumbu dapur yang sering memicu inflasi juga menunjukkan kondisi stabil.
Harga bawang merah kering lokal bertahan di angka Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang putih kering lokal tetap berada pada level Rp40.000 per kilogram.
Kondisi ini memberikan keuntungan bagi pelaku usaha kuliner, rumah makan, dan masyarakat umum karena biaya produksi maupun konsumsi rumah tangga tetap terkendali.
Selain itu, stabilitas harga bawang membantu menjaga keseimbangan pasar pangan lokal menjelang peningkatan aktivitas ekonomi pertengahan tahun.
Harga Daging, Ayam dan Telur Masih Terkendali
Komoditas protein hewani juga menunjukkan tren yang cukup baik.
Harga daging sapi murni masih berada pada angka Rp150.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam ras bertahan di Rp40.000 per kilogram.
Di sisi lain, telur ayam ras tetap dijual dengan harga Rp24.000 per kilogram.
Stabilnya harga protein hewani menjadi kabar baik bagi masyarakat karena kebutuhan konsumsi sehari-hari masih dapat terpenuhi tanpa tekanan harga yang berlebihan.
Kondisi tersebut juga mencerminkan distribusi pasokan yang berjalan lancar dari peternak hingga pasar tradisional.
Harga Minyak Goreng dan Gula Tetap Aman
Masyarakat juga tidak perlu khawatir terhadap harga minyak goreng dan gula konsumsi.
Data pemantauan menunjukkan:
- Gula konsumsi Rp19.000/kg
- Minyak goreng kemasan Rp21.000/liter
- Minyak goreng curah Rp20.000/kg
- Minyak Kita Rp15.500/liter
Harga tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Keberadaan produk Minyak Kita dengan harga terjangkau turut membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.
Kenaikan harga cabai merah keriting mulai dirasakan sebagian konsumen.
Seorang pembeli, Siti Rahma (36), mengaku harus menyesuaikan jumlah pembelian cabai untuk kebutuhan rumah tangga.
“Kalau harga naik seperti sekarang, biasanya saya kurangi sedikit jumlah pembelian. Untuk kebutuhan dapur tetap ada, tapi harus lebih hemat,” katanya.
Menurut Siti, harga kebutuhan pokok lainnya yang masih stabil cukup membantu masyarakat dalam mengatur pengeluaran bulanan.
Ia berharap harga cabai kembali normal dalam beberapa minggu ke depan agar daya beli masyarakat tidak terganggu.
Stabilitas Harga Pangan Jaga Inflasi Daerah
Pengamat ekonomi daerah menilai stabilitas harga sebagian besar komoditas pangan menjadi faktor penting dalam menjaga laju inflasi.
Ketika harga beras, minyak goreng, gula, daging, dan telur tetap terkendali, tekanan inflasi dapat diminimalkan meskipun terjadi kenaikan pada satu atau dua komoditas tertentu.
Selain itu, kondisi tersebut menunjukkan efektivitas pengawasan pasar yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait.
Langkah pemantauan rutin juga membantu mendeteksi potensi lonjakan harga lebih awal sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat apabila terjadi gangguan pasokan.
Pasar Tanjung Bajure Jadi Barometer Harga Pangan Sungai Penuh
Pasar Induk Tanjung Bajure memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi berbagai kebutuhan pokok di Kota Sungai Penuh dan wilayah sekitarnya.
Karena itu, pergerakan harga di pasar ini sering menjadi indikator kondisi ekonomi masyarakat dan stabilitas pasokan pangan daerah.
Aktivitas perdagangan yang tetap berjalan normal menunjukkan tingkat konsumsi masyarakat masih terjaga dengan baik.
Para pedagang berharap pasokan dari sentra produksi pertanian tetap lancar sehingga harga pangan dapat terus stabil hingga memasuki semester kedua tahun 2026.
Daftar Lengkap Harga Pangan di Pasar Induk Tanjung Bajure 24 Juni 2026
Komoditas- Harga
- Beras Ciwilis- Rp15.000/kg
- Beras Solok Putih- Rp15.625/kg
- Beras Kusut- Rp16.250/kg
- Beras Pandan Wangi- Rp16.250/kg
- Beras SPHP- Rp13.000/kg
- Beras Lokal- Rp15.000/kg
- Kedelai- Rp12.000/kg
- Bawang Merah Lokal- Rp30.000/kg
- Bawang Putih Lokal- Rp40.000/kg
- Cabai Merah Keriting- Rp50.000/kg
- Cabai Rawit- Rp35.000/kg
- Daging Sapi Murni- Rp150.000/kg
- Daging Ayam Ras- Rp40.000/kg
- Telur Ayam Ras- Rp24.000/kg
- Gula Konsumsi- Rp19.000/kg
- Minyak Goreng Kemasan- Rp21.000/liter
- Minyak Goreng Curah- Rp20.000/kg
- Minyak Kita- Rp15.500/liter
- Tepung Terigu Curah- Rp9.000/kg
- Tepung Terigu Kemasan- Rp13.000/kg
- Garam Halus Yodium- Rp13.000/kg
- Ikan Tongkol- Rp30.000/kg
Kesimpulan
Pemantauan harga pangan di Pasar Induk Tanjung Bajure menunjukkan kondisi pasar yang relatif stabil. Hanya harga cabai merah keriting yang mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 per kilogram menjadi Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, harga beras, bawang, daging, telur, gula, minyak goreng, dan komoditas penting lainnya tetap bertahan pada level sebelumnya.
Stabilitas ini menjadi kabar positif bagi masyarakat Sungai Penuh karena membantu menjaga daya beli, mengendalikan inflasi daerah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang sehat. Dengan pengawasan rutin dan distribusi pasokan yang lancar, harga kebutuhan pokok diharapkan tetap terkendali dalam beberapa pekan mendatang.(*)
Sumber Berita: DPKPP Sungai Penuh









