Hino Finance Indonesia Terbitkan Obligasi Rp800 Miliar

Target Dana Hingga Rp3 Triliun

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Hino Finance Terbitkan Obligasi Rp800 Miliar. (Sumber/Google)

Hino Finance Terbitkan Obligasi Rp800 Miliar. (Sumber/Google)

BISNIS,JS- PT Hino Finance Indonesia kembali menggalang dana melalui pasar modal dengan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp800 miliar. Penerbitan ini menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I yang menargetkan pengumpulan dana hingga Rp3 triliun.

Tiga Seri Obligasi dengan Tenor Berbeda

Hino Finance menawarkan obligasi dalam tiga seri: Seri A, Seri B, dan Seri C, dengan total penawaran 100% dari jumlah pokok obligasi. Perusahaan menerbitkan seluruh obligasi tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang dicatat atas nama KSEI.

Baca Juga :  Isu Tokopedia Tutup, BPKN Tekankan Kepastian Hak Konsumen

Tiap seri memiliki karakteristik berbeda:

  • Seri A: Rp313 miliar, tenor 370 hari kalender, bunga tetap 4,75% per tahun.
  • Seri B: Rp255 miliar, tenor tiga tahun, bunga tetap 5,75% per tahun.
  • Seri C: Rp232 miliar, tenor lima tahun, bunga tetap 6,15% per tahun.

Hino Finance membayar bunga obligasi setiap tiga bulan, mulai 11 Mei 2026. Perusahaan melunasi pokok obligasi penuh saat jatuh tempo: 21 Februari 2027 untuk Seri A, 11 Februari 2029 untuk Seri B, dan 11 Februari 2031 untuk Seri C.

Baca Juga :  OJK Dorong BPD Lewat KUB Perkuat UMKM dan Ekonomi Daerah

Jaminan dan Hak Pemegang Obligasi

Hino Finance tidak menyediakan jaminan khusus. Perusahaan menggunakan seluruh aset, baik bergerak maupun tidak bergerak, untuk menjamin obligasi ini sesuai Pasal 1131 dan 1132 KUHPerdata. Pemegang obligasi memperoleh hak pari passu, setara dengan kreditur lain tanpa hak preferen.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberi peringkat AA+(idn) untuk obligasi jangka panjang ini, menegaskan kredibilitas surat utang Hino Finance di pasar.

Alokasi Dana Hasil Penerbitan

Hino Finance menggunakan sebagian besar dana obligasi untuk melunasi kewajiban utang yang jatuh tempo. Perusahaan mengalokasikan sekitar Rp410,94 miliar untuk membayar Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 Seri A.

Penjamin Emisi dan Jadwal Penerbitan

Hino Finance menunjuk PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Aldiracita Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai wali amanat.

Perusahaan membuka masa penawaran pada 4–6 Februari 2026. Hino Finance menjatah obligasi pada 9 Februari, mendistribusikan secara elektronik pada 11 Februari, dan mencatatkan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Februari 2026. Perusahaan menargetkan OJK memberikan pernyataan efektif pada 11 Maret 2026.

Kinerja Keuangan Terkini

Hino Finance mencatat total aset Rp6,59 triliun per 30 Juni 2025, meningkat dari Rp5,84 triliun pada akhir 2024. Perusahaan mencatat total liabilitas Rp5,12 triliun, dan pendapatan naik menjadi Rp314,13 miliar dibanding Rp277,68 miliar pada akhir 2024. Laba bersih per Juni 2025 mencapai Rp36,74 miliar, sedikit menurun dibanding Rp41,41 miliar pada akhir 2024.

Strategi dan Prospek Perusahaan

Dengan penerbitan obligasi ini, Hino Finance memperkuat struktur permodalan dan menyediakan dana segar untuk mendukung kegiatan pembiayaan kendaraan komersial. Langkah ini memperkuat posisi perusahaan di pasar pembiayaan yang semakin kompetitif.(*)

Berita Terkait

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya
Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar
MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM
Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI
IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200
BI Rate Diprediksi Naik Lagi Akhir 2026, Rupiah Jadi Perhatian dan Dampaknya ke Bunga Bank
IHSG Anjlok 1,51 Persen, Ini 3 Saham Pilihan untuk Trading Pekan Ini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Senin 28 September 2026: Cek Harga per Gram Semua Kadar, Ada Perubahan Menarik
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Ingin jadi Nasabah BCA Prioritas 2026: Ini Syarat, Cara Dapat Undangan dan Keuntungannya

Rabu, 30 September 2026 - 21:45 WIB

Bank Digital Makin Populer, Transaksi Digital Indonesia Capai 5,50 Miliar

Rabu, 30 September 2026 - 18:01 WIB

MotoGP Indonesia 2026 Segera Digelar, BRI Dorong Ekonomi Digital dan Peluang UMKM

Rabu, 30 September 2026 - 15:01 WIB

Terbaru! KUR BRI Rp20 Juta September 2026: Cicilan Mulai Rp396 Ribu, Cek Simulasi Lengkap dan Syarat Pinjaman BRI

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, Investor Wajib Cermati Level 6.000 dan 6.200

Berita Terbaru