IAIN Kerinci Buka Program Doktor Studi Islam, Peluang Kuliah S3 Kini Lebih Dekat

- Jurnalis

Jumat, 13 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

IAIN Kerinci buka program doktor study Islam

IAIN Kerinci buka program doktor study Islam

KERINCI,JS– Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci memperluas akses pendidikan tinggi dengan membuka Program Doktor (S3) Program Studi Studi Islam. Kehadiran program ini menjadi langkah penting bagi pengembangan pendidikan pascasarjana sekaligus membuka peluang bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.

IAIN Kerinci memperoleh Surat Keputusan (SK) pembukaan program tersebut dari Direktorat Pendidikan Islam (Pendis). Penyerahan dokumen berlangsung pada Jumat (13/2), dengan Rektor IAIN Kerinci, Dr. Ja’far Ahmad, M.Si., menyerahkan SK kepada Ketua Senat, Prof. Dr. H. As’ari, M.Ag. Selanjutnya, Ketua Senat meneruskan dokumen itu kepada Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Wisnarni.

Capaian ini menandai langkah baru bagi IAIN Kerinci dalam memperkuat perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengembangkan ilmu keislaman, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga :  IAIN Kerinci Kukuhkan 600 Guru Profesional, Yudisium PPG ke-V

Program S3 Studi Islam Perluas Pilihan Pendidikan di Kerinci

Pembukaan Program Doktor Studi Islam memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang ingin menempuh pendidikan doktoral tanpa harus langsung mencari kampus di luar daerah.

Selama ini, calon mahasiswa yang ingin meraih gelar doktor perlu mempertimbangkan berbagai hal, mulai dari lokasi perguruan tinggi, biaya pendidikan, hingga waktu yang harus mereka alokasikan untuk kuliah dan penelitian. Kehadiran program S3 di IAIN Kerinci berpotensi memperluas akses pendidikan lanjutan bagi masyarakat setempat.

Selain memberikan kesempatan kepada lulusan magister, program ini juga dapat memperkuat lingkungan akademik di Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Para dosen, peneliti, serta praktisi yang berkecimpung dalam bidang keislaman memiliki peluang untuk mengembangkan kompetensi dan memperdalam kajian ilmiah.

Namun, calon mahasiswa tetap perlu memperhatikan informasi resmi mengenai persyaratan penerimaan, biaya kuliah, jadwal pendaftaran, serta mekanisme perkuliahan. Informasi tersebut penting agar calon pendaftar dapat mempersiapkan diri sebelum mengikuti proses seleksi.

Rektor: Bukan Sekadar Menambah Program Studi

Rektor IAIN Kerinci, Dr. Ja’far Ahmad, M.Si., menegaskan bahwa pembukaan Program Doktor Studi Islam merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur pimpinan dan tim pengembangan pascasarjana.

Tim tersebut menjalankan proses pengembangan mulai dari tahap perencanaan hingga verifikasi akhir. Karena itu, pencapaian ini mencerminkan upaya institusi untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Menurut Ja’far, kehadiran program doktor tidak boleh berhenti pada pencapaian administratif. IAIN Kerinci perlu memastikan bahwa program tersebut mampu memberikan kontribusi nyata melalui pendidikan berkualitas, penelitian yang mendalam, serta pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Program Doktor Studi Islam ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia akademik terhadap sumber daya manusia yang unggul dan kompeten,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya hubungan antara pendidikan doktoral dan kebutuhan masyarakat. Lulusan program S3 tidak hanya perlu menguasai teori, tetapi juga harus mampu mengembangkan pemikiran kritis, menghasilkan penelitian yang relevan, serta menawarkan solusi atas persoalan sosial dan keagamaan.

Dengan arah tersebut, IAIN Kerinci memiliki peluang untuk memperkuat kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya kajian keislaman yang berhubungan dengan dinamika kehidupan masyarakat.

Penyerahan SK Beriringan dengan Asesmen Program PAI

Penyerahan SK Program Doktor Studi Islam berlangsung bersamaan dengan kegiatan Asesmen Lapangan (AL) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Kedua agenda tersebut menunjukkan perhatian institusi terhadap pengembangan program pendidikan dan peningkatan mutu akademik. Sejumlah pimpinan kampus, anggota senat, dosen, serta tamu undangan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Asesmen lapangan menjadi bagian penting dalam evaluasi kualitas pendidikan tinggi. Melalui proses ini, perguruan tinggi dapat menunjukkan komitmen terhadap standar akademik, tata kelola, serta upaya peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Sementara itu, pembukaan program doktor menambah tantangan bagi IAIN Kerinci untuk menjaga konsistensi mutu pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kampus perlu memastikan bahwa pengembangan program baru berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga pengajar, sistem pembelajaran, fasilitas penelitian, dan layanan akademik. Dengan demikian, pertumbuhan kelembagaan dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.

Baca Juga :  Pendakian Gunung Kerinci Dibuka Kembali, Waspadai Area Kawah

Senat Kawal Kualitas dan Integritas Akademik

Ketua Senat IAIN Kerinci, Prof. Dr. H. As’ari, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada tim pengusul dan seluruh pihak yang mendukung pembukaan Program Doktor Studi Islam.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan utama justru muncul setelah program mulai beroperasi. Pengelola harus menjaga kualitas pendidikan, menjalankan ketentuan yang berlaku, dan memastikan seluruh kegiatan akademik memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Senat memiliki peran penting dalam mengawal arah kebijakan akademik agar program doktor berkembang secara terukur. Pengawasan tersebut juga perlu mencakup integritas penelitian, kualitas disertasi, kompetensi dosen, serta pencapaian mahasiswa.

“Senat akan memastikan program ini berjalan dengan mutu dan integritas yang terjaga. Kualitas harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi penting karena pendidikan doktoral menuntut standar akademik yang tinggi. Mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan, tetapi juga perlu membangun argumentasi ilmiah, melakukan penelitian mendalam, dan menghasilkan karya yang memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Karena itu, konsistensi pengawasan dan evaluasi akan menentukan kemampuan program dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Pascasarjana Siapkan Kurikulum Berbasis Riset

Direktur Pascasarjana IAIN Kerinci, Prof. Dr. Wisnarni, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengelola Program Doktor Studi Islam. Pascasarjana menyiapkan kurikulum berbasis riset yang relevan dengan perkembangan sosial dan keagamaan kontemporer.

Pendekatan berbasis penelitian memiliki peran penting dalam pendidikan doktoral. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan analisis, memperdalam kajian keilmuan, serta merumuskan penelitian yang memiliki nilai akademik dan manfaat praktis.

Selain kurikulum, pengelola juga perlu memperkuat kapasitas dosen serta mengembangkan sarana dan prasarana pendukung. Ketersediaan referensi ilmiah, akses publikasi, fasilitas penelitian, dan ruang kolaborasi akan membantu mahasiswa menjalankan kegiatan akademik secara optimal.

Wisnarni berharap Program Doktor Studi Islam mampu melahirkan lulusan yang memiliki kedalaman ilmu, wawasan luas, serta kepekaan terhadap persoalan umat dan masyarakat global.

Harapan tersebut sejalan dengan kebutuhan dunia akademik terhadap peneliti dan pemikir yang mampu membaca perubahan sosial secara kritis. Kajian Islam juga memerlukan pendekatan yang terbuka terhadap perkembangan teknologi, perubahan budaya, persoalan ekonomi, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat.

Dengan demikian, penelitian mahasiswa doktoral berpeluang memberikan kontribusi yang lebih luas, baik bagi pengembangan teori maupun penyelesaian persoalan nyata.

Peluang Meningkatkan Riset dan Publikasi Ilmiah

Kehadiran Program Doktor Studi Islam juga membuka peluang bagi IAIN Kerinci untuk meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Program doktor yang dikelola dengan baik dapat mendorong lahirnya penelitian tentang pemikiran Islam, pendidikan, kehidupan sosial-keagamaan, serta berbagai isu kontemporer yang berkembang di tengah masyarakat.

Kerinci dan Sungai Penuh memiliki konteks sosial, budaya, dan keagamaan yang dapat menjadi ruang kajian akademik. Peneliti dapat mengembangkan berbagai topik sesuai bidang keilmuan, sepanjang memenuhi standar metodologi dan etika penelitian.

Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi lain dapat memperluas pertukaran gagasan dan meningkatkan kualitas karya ilmiah. Kerja sama akademik juga berpotensi membuka akses terhadap seminar, konferensi, dan jaringan penelitian yang lebih luas.

Meski begitu, peningkatan reputasi kampus membutuhkan proses berkelanjutan. IAIN Kerinci perlu menjaga kualitas pembelajaran, memperkuat budaya riset, serta mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan karya yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

IAIN Kerinci Hadapi Tantangan Baru Pendidikan Doktoral

Pembukaan Program Doktor Studi Islam menjadi capaian penting sekaligus tanggung jawab baru bagi IAIN Kerinci. Kampus kini perlu memastikan bahwa perluasan jenjang pendidikan berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas layanan akademik.

Bagi masyarakat, kehadiran program ini memberikan tambahan pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Bagi institusi, program doktor membuka ruang untuk memperkuat penelitian, meningkatkan kapasitas akademisi, dan memperluas kontribusi terhadap perkembangan ilmu keislaman.

Ke depan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada jumlah mahasiswa yang mendaftar. Kualitas lulusan, ketajaman penelitian, integritas akademik, dan manfaat hasil kajian bagi masyarakat juga menjadi ukuran penting.

Melalui pengelolaan yang konsisten, IAIN Kerinci berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan kajian Islam di wilayah Jambi. Langkah berikutnya ialah memastikan seluruh rencana akademik berjalan sesuai standar dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan tinggi di tingkat lokal maupun nasional.

Dengan demikian, pembukaan Program Doktor Studi Islam bukan sekadar penambahan jenjang pendidikan, melainkan kesempatan untuk membangun tradisi akademik yang lebih kuat dan berkelanjutan di Kerinci.(AN)

Berita Terkait

Perluas Akses Keuangan Daerah, Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026
7 Nama Mengemuka Jelang Sekda Kota Jambi Pensiun, Siapa Bakal Jadi Pj?
Puluhan Pejabat Merangin Dilantik, Ini Daftar Nama Camat, Pejabat OPD hingga 17 Kepala Puskesmas
8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, 1.513 Lainnya Diusulkan Perpanjangan
Wali Kota Alfin dan Sri Kartini Hadiri HUT ke-27 Tanjung Jabung Timur, Dorong Sinergi Pembangunan Jambi
Dapat Dukungan Guru dan Siswa, Lamia Deareni Ungkap Target Besarnya untuk SMPN 8 Sungai Penuh
BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 2.474 Nelayan Tanjab Timur, Ada Manfaat JKM Rp213 Juta
5 Kepala OPD Sungai Penuh Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Azhar Hamzah
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Perluas Akses Keuangan Daerah, Azhar Hamzah Hadiri Rakornas TPAKD 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Puluhan Pejabat Merangin Dilantik, Ini Daftar Nama Camat, Pejabat OPD hingga 17 Kepala Puskesmas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:23 WIB

8 PPPK Paruh Waktu Sungai Penuh Tak Lanjut Kontrak, 1.513 Lainnya Diusulkan Perpanjangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Wali Kota Alfin dan Sri Kartini Hadiri HUT ke-27 Tanjung Jabung Timur, Dorong Sinergi Pembangunan Jambi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Dapat Dukungan Guru dan Siswa, Lamia Deareni Ungkap Target Besarnya untuk SMPN 8 Sungai Penuh

Berita Terbaru