PEKANBARU,JS – Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat sinergi pengelolaan persampahan perkotaan melalui audiensi dan pertukaran praktik terbaik, Minggu (18/1/2026). Kedua pemerintah kota menargetkan terwujudnya lingkungan perkotaan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Audiensi Bahas Tantangan Persampahan Perkotaan
Audiensi bertema Pengelolaan dan Penanganan Persampahan Perkotaan tersebut mempertemukan Wali Kota Jambi Dr. dr. Maulana, MKM dengan Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, SE, MM. Keduanya membahas kebijakan, inovasi layanan, serta strategi peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Jajaran pimpinan dan perangkat daerah dari kedua pemerintah kota turut menghadiri pertemuan tersebut. Para kepala OPD terkait memperdalam diskusi untuk merumuskan solusi konkret atas persoalan persampahan di wilayah perkotaan.
Fokus Pengelolaan Sampah Hingga Tingkat RT
Dalam forum itu, kedua daerah mengulas berbagai tantangan pengelolaan sampah. Pembahasan mencakup sistem pengangkutan, penertiban TPS liar, serta penguatan pengelolaan berbasis masyarakat. Kedua pihak menempatkan pengelolaan sampah hingga tingkat RT sebagai fokus utama.
Wali Kota Jambi Maulana menilai Kota Pekanbaru berhasil menjalankan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Setiap warga mengelola sampahnya sendiri, sementara petugas mengambil sampah langsung dari rumah ke rumah.
“Tahun ini kami menggerakkan program Kampung Bahagia. Program ini mengatur pengelolaan sampah secara terstruktur di tingkat RT. Pola ini mampu menekan keberadaan TPS liar,” ujar Maulana.
Kerja Sama Meluas ke Sektor Pelayanan Publik
Selain membahas persampahan, kedua pemerintah kota memperluas kerja sama di bidang pelayanan publik. Pemerintah Kota Pekanbaru menyerahkan hibah aplikasi perizinan Persetujuan Pendirian Gedung (PPG) kepada Pemerintah Kota Jambi.
Maulana menjelaskan bahwa aplikasi tersebut memungkinkan proses perizinan selesai dalam waktu sekitar dua jam. Ia menilai penerapan aplikasi tersebut dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jambi.
Kolaborasi Bersifat Timbal Balik
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyambut positif kolaborasi antardaerah tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini berjalan secara timbal balik dan berkelanjutan.
“Hari ini Kota Jambi belajar dari Pekanbaru. Ke depan, kami juga siap belajar dari Kota Jambi,” kata Agung.
Audiensi ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Kota Pekanbaru. Kedua pihak sepakat mendorong pembangunan perkotaan yang ramah lingkungan, modern, dan berorientasi pada keberlanjutan demi kesejahteraan masyarakat.(AN)









