MERANGIN,JS– Kerusakan jalan di Merangin terutama tepat di depan gerbang masuk SMAN 6 Merangin terus memicu sorotan publik. Hingga akhir Januari 2026, lubang-lubang tanah dengan ukuran dan kedalaman beragam masih mengganggu kondisi jalan di kawasan Tugu Macan, ruas lintas Sumatera.
Selain itu, lubang-lubang tersebut muncul di area putaran balik kendaraan dan hanya berjarak beberapa meter dari pintu masuk sekolah. Kondisi ini menghambat arus lalu lintas serta meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pelajar dan orang tua yang melintas setiap hari.
Sementara itu, kerusakan jalan ini langsung mengganggu mobilitas warga. Warga dari kawasan Perumahan Desa Sungai Ulak kesulitan menuju jalan lintas Sumatera, begitu pula pengguna jalan dari arah sebaliknya. Terlebih pada jam sibuk, pengendara memperlambat kendaraan untuk menghindari lubang.
Seiring berjalannya waktu hingga memasuki tahun 2026, kondisi ruas jalan tersebut terus memburuk. Padahal, jalan ini berfungsi sebagai jalur strategis yang menghubungkan aktivitas warga, pelajar, dan pejabat daerah.
Di sisi lain, warga menyampaikan keluhan secara terbuka. Diana, warga Pematang Kandis, menyampaikan kekecewaannya kepada media ini pada Senin (26/1/2026). Ia menilai pemerintah daerah belum menunjukkan kepedulian terhadap kerusakan jalan di depan sekolah.
“Kami tidak mengerti mengapa pemerintah mengabaikan jalan rusak tepat di depan gerbang sekolah. Padahal, pejabat daerah setiap hari melintasi ruas ini,” ujarnya.
Oleh karena itu, Diana mendesak pemerintah Kabupaten Merangin segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, penanganan sementara seperti penimbunan menggunakan batu koral atau material kuat lainnya dapat mengurangi risiko kecelakaan.
“Yang penting pemerintah menutup lubangnya terlebih dahulu agar aman dilewati,” tutup Diana.
Hingga saat ini, pemerintah daerah belum melakukan perbaikan di lokasi tersebut. Dengan demikian, warga berharap pemerintah segera bertindak demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.(AN)









