SPORT,JS—Setelah skandal pemalsuan dokumen yang mengguncang dunia sepak bola internasional, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) kini berusaha mengubah arah program naturalisasi. Fokus utama mereka beralih ke pemain asing yang sudah lama tinggal di Malaysia untuk memperkuat tim nasional.
Skandal Naturalisasi yang Menghebohkan Dunia
Pada 2022, Malaysia menarik perhatian FIFA setelah FAM terlibat dalam skandal pemalsuan dokumen. FAM mencoba memanfaatkan celah dalam aturan naturalisasi untuk memasukkan pemain keturunan yang tidak memenuhi syarat. Mereka memalsukan akte kelahiran leluhur pemain demi mempermudah proses naturalisasi. FIFA kemudian mengungkapkan skandal tersebut dan memberikan sanksi kepada FAM serta tujuh pemain yang terlibat. Sebagai langkah lanjutan, FAM mengajukan banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk membebaskan pemain-pemain tersebut dari hukuman.
Namun, FAM tidak menghentikan program naturalisasi. Sebaliknya, mereka beralih ke pendekatan yang lebih sah dan sesuai dengan regulasi FIFA.
Fokus pada Pemain Asing yang Sudah Lama Tinggal di Malaysia
Setelah kegagalan sebelumnya, FAM kini mengalihkan perhatian mereka ke pemain asing yang telah lama berkarier di Malaysia. Pemain yang telah tinggal di negara ini selama minimal lima tahun kini menjadi target utama dalam program naturalisasi. Kebijakan baru ini bertujuan menghindari masalah hukum serupa dan memperkuat tim nasional dengan cara yang lebih transparan.
Pemain pertama yang berhasil dinaturalisasi dengan skema baru ini adalah Jordan Mintah, striker asal Ghana yang sudah bermain di Liga Malaysia sejak 2018. Pada November lalu, FAM memanggil Mintah untuk bergabung dalam skuad Malaysia untuk Kualifikasi Piala Asia 2027. Sayangnya, Mintah tidak bisa tampil karena persyaratan dokumen yang belum lengkap.
Bergson: Kandidat Berikutnya dalam Program Naturalisasi
Setelah Mintah, FAM kini menargetkan Bergson, penyerang asal Brasil yang bermain untuk Johor Darul Takzim (JDT). Bergson, yang bergabung dengan JDT pada 2021, telah tampil luar biasa di Liga Malaysia. Pada musim 2025/2026, meski sempat cedera, Bergson mencetak 13 gol dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di liga.
Pelatih timnas Malaysia, Peter Cklamovski, baru-baru ini mengunggah video wawancara Bergson yang disertai dengan bendera Malaysia. Ini memperkuat spekulasi bahwa FAM akan segera menaturalisasi Bergson. Meski FAM belum mengeluarkan pengumuman resmi, banyak penggemar yang berharap Bergson akan segera bergabung dengan timnas.
Bergson: Adaptasi Cepat dan Kecintaan pada Budaya Lokal
Meskipun usianya sudah mencapai 35 tahun, kualitas permainan Bergson tetap mengesankan. Namun, yang lebih menarik adalah kemampuannya beradaptasi dengan budaya lokal. Bergson sudah menguasai bahasa Melayu dan menyatakan kecintaannya terhadap kuliner Malaysia, seperti nasi lemak dan nasi goreng. Sikap positif ini membuatnya semakin diterima oleh penggemar sepak bola Malaysia.
Bergson menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pemain yang handal di lapangan, tetapi juga bagian dari masyarakat Malaysia. Ini menjadi nilai tambah dalam proses naturalisasi.
Upaya FAM Menghadapi Tantangan
FAM kini berusaha memperbaiki citra mereka setelah skandal besar yang melibatkan pemalsuan dokumen. Fokus pada pemain asing yang sudah tinggal di Malaysia selama lima tahun dianggap sebagai solusi yang lebih aman dan sah menurut aturan FIFA. Keberhasilan program ini bergantung pada kemampuan FAM untuk menjalankan prosedur yang benar, tanpa melanggar aturan internasional.
Harapan untuk Timnas Malaysia di Masa Depan
Dengan kebijakan baru ini, FAM berharap timnas Malaysia semakin kuat. Pemain seperti Mintah dan Bergson, yang sudah beradaptasi dengan budaya lokal, diharapkan bisa memberikan kontribusi besar. Penggemar sepak bola Malaysia juga berharap FAM akan terus mematuhi aturan FIFA dan menjaga integritas dalam proses naturalisasi pemain.(Tim)









