BISNIS,JS- Mudik Lebaran selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia. Namun, tahun ini muncul fenomena baru. Banyak warga memilih pinjaman online atau pinjol untuk menutupi biaya mudik karena kondisi ekonomi sedang menekan pengeluaran mereka.
Seorang pekerja swasta di Jakarta mengaku, “Saya terpaksa meminjam dari aplikasi online karena biaya transportasi dan kebutuhan selama Lebaran cukup tinggi. Tanpa dana cadangan, pinjol menjadi pilihan cepat.”
Risiko Pinjol Semakin Tinggi
Para ahli keuangan memperingatkan risiko penggunaan pinjol. Bunga yang tinggi dapat menimbulkan masalah finansial jangka panjang jika tidak dikelola dengan hati-hati. Analis keuangan menyarankan, “Masyarakat harus bijak memanfaatkan pinjaman online. Jangan sampai mudik menjadi awal beban hutang yang sulit diselesaikan.”
Tekanan Ekonomi Menjadi Pemicu
Fenomena ini mencerminkan kesulitan ekonomi yang dialami banyak rumah tangga. Harga kebutuhan pokok yang terus naik dan pendapatan yang stagnan membuat pinjol terlihat sebagai solusi cepat. Padahal, risiko finansial dan tekanan psikologis dapat meningkat secara signifikan.
Tips Agar Mudik Aman dan Hemat
Pemerintah dan lembaga keuangan resmi mendorong masyarakat melakukan perencanaan keuangan sebelum mudik. Beberapa strategi praktis meliputi:
- Membuat dana cadangan khusus mudik jauh-jauh hari
- Memanfaatkan promo transportasi resmi atau program diskon tiket
- Membuat daftar kebutuhan untuk mengontrol pengeluaran
Dengan perencanaan matang, masyarakat dapat menikmati mudik tanpa terbebani hutang. Kesadaran finansial menjadi kunci agar momen Lebaran tetap menyenangkan dan aman.
Salah seorang masyarakat, Rani mengakui akan banyaknya masyarakat di Indonesia yang memanfaatkan pinjol untuk kebutuhan lebarannya, salah satunya untuk mudik lebaran. Kondisi ini tidak terlepas dengan kondisi ekonomi yang sulit.
“Di lain pihak tradisi mudik menjadi salah satu tradisi wajib yang dilaksanakan sebagian besar masyarakat layaknya kebutuhan pokok setiap tahunnya,”sebutnya.
Selaku masyarakat dirinya berharap agar pemerintah bisa memberikan peluang lebih bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan fasilitas mudik tahunan.
“Kalau bisa kuota untuk mudik gratis diperbanyak, baik itu tingkat daerah, provinsi hingga tingkat nasional. Agar bisa membantu masyarakat,”jelasnya.(*)









