Panen Raya Berujung Masalah, Harga Cabai di Kerinci Anjlok

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga cabai disejumlah pasar tradisional di Kerinci turun drastis

Harga cabai disejumlah pasar tradisional di Kerinci turun drastis

KERINCI,JS– Harga cabai merah di Pasar Tradisional di Kerinci turun tajam dalam beberapa hari terakhir. Dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram, kini pedagang hanya menjual cabai merah seharga Rp25.000 per kilogram.

Di satu sisi, konsumen menyambut penurunan harga tersebut dengan antusias. Namun di sisi lain, para petani cabai justru mengeluhkan kondisi ini. Mereka menilai harga jual tidak sebanding dengan biaya produksi yang terus meningkat.

Baca Juga :  Ada Apa dengan Bank Jambi? ASN Kerinci–Sungai Penuh Resah

Panen Serentak Tekan Harga

Penurunan harga terjadi karena pasokan cabai melonjak. Petani di Kerinci memanen cabai hampir bersamaan. Akibatnya, stok membanjiri pasar dan menekan harga jual.

Yunita, pedagang cabai di Kerinci, mengatakan harga cabai sulit diprediksi. Menurutnya, perubahan bisa terjadi kapan saja tanpa pola yang jelas.

“Harga cabai memang naik turun. Kadang mendadak mahal, tapi bisa juga turun drastis seperti sekarang,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Petani Mengeluh Modal Tak Kembali

Sementara itu, para petani cabai menyampaikan keluhan lebih serius. Mereka mengaku harus mengeluarkan modal besar untuk pupuk, pestisida, dan perawatan tanaman. Namun harga panen justru jatuh saat cabai siap dijual.

“Biaya tanam sekarang mahal. Kalau harga cuma Rp25 ribu, hasilnya tidak seberapa. Kadang malah rugi,” kata Jupri seorang petani cabai Kerinci

Petani berharap pemerintah daerah ikut turun tangan. Mereka meminta solusi agar harga cabai tidak terus bergejolak dan merugikan petani saat panen raya.

Baca Juga :  Heboh! ASN Kerinci Absen di Pasar Bedug Selama Ramadan

Harga Komoditas Lain Masih Stabil

Di tengah anjloknya harga cabai, harga kebutuhan pokok lain masih bertahan stabil. Bawang merah dijual Rp20.000 per kilogram, sedangkan kentang berada di angka Rp7.500 per kilogram. Kondisi ini setidaknya membantu menjaga daya beli masyarakat.

Meski begitu, petani menegaskan bahwa stabilitas harga hasil pertanian menjadi hal utama. Tanpa kebijakan yang berpihak, mereka khawatir anjloknya harga cabai akan terus berulang dan melemahkan perekonomian petani lokal.(*)

Berita Terkait

Rotasi di Pemkab Sarolangun, 9 Pejabat Eselon II Dilantik dan Dua Jabatan Kosong
ASN Kerinci Kini Bisa Urus SK Berkala dan Cuti Secara Digital, Tak Perlu Lagi Antre Berkas Manual
Sungai Penuh Bergerak! Alfin Fokus Atasi Banjir dan Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Terancam? 78 Daerah Ajukan Relaksasi
156 Guru Kurang, Kota Jambi Andalkan PPPK 2026 untuk Selamatkan Sekolah
ASN Sungai Penuh Tak Bisa Santai Lagi, Jam Kerja dan Kinerja Kini Diawasi Ketat
RSUD Tipe C Kerinci Akhirnya Disetujui, Usulan Bupati Monadi Dibalas Menkes: Tahun 2026 Mulai Dibangun!
Bupati Dillah Reshuffle Pejabat Tanjab Timur 2026, Camat dan Lurah Baru Siap Genjot Pelayanan Publik
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:00 WIB

Rotasi di Pemkab Sarolangun, 9 Pejabat Eselon II Dilantik dan Dua Jabatan Kosong

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:00 WIB

ASN Kerinci Kini Bisa Urus SK Berkala dan Cuti Secara Digital, Tak Perlu Lagi Antre Berkas Manual

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:30 WIB

Sungai Penuh Bergerak! Alfin Fokus Atasi Banjir dan Selamatkan Ribuan Hektare Sawah

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:00 WIB

Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Terancam? 78 Daerah Ajukan Relaksasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:00 WIB

156 Guru Kurang, Kota Jambi Andalkan PPPK 2026 untuk Selamatkan Sekolah

Berita Terbaru