Pasca Bencana, Perbankan di Sumbar Bergerak Positif

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bank di Sumbar

Ilustrasi Bank di Sumbar

PADANG – Sektor jasa keuangan di Sumatra Barat menunjukkan pertumbuhan positif hingga akhir 2025, mendukung pemulihan ekonomi daerah yang sempat terdampak bencana. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumbar, Roni Nazra, menekankan bahwa kinerja ini mencerminkan prospek pembangunan yang berkelanjutan di Ranah Minang.

Pertumbuhan Ekonomi dan Aset Perbankan

Menurut Roni, ekonomi Sumbar tumbuh 1,69% pada triwulan IV-2025 dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh sektor jasa keuangan. Total aset perbankan mencapai Rp85,37 triliun, meningkat 1,64% dibanding Desember 2024. Selain itu, penyaluran kredit mencapai Rp73,86 triliun, tumbuh 0,68% secara tahunan.

Baca Juga :  Terjebak Zona Nyaman? Risiko Setia Terlalu Lama pada Satu Bank

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp58,98 triliun, naik 5,09% dibanding tahun sebelumnya. “Meski terdampak bencana, sektor perbankan tetap menunjukkan daya tahan yang baik,” ujarnya.

Risiko Kredit dan Dukungan untuk UMKM

Roni menegaskan, risiko kredit tetap terkontrol. Rasio NPL perbankan konvensional tercatat 2,67%, naik dari 2,10% pada tahun sebelumnya. Penyaluran kredit untuk UMKM mencapai Rp31,06 triliun, atau 42,06% dari total kredit. Namun, angka ini turun 1,41% karena beberapa daerah masih pulih dari bencana.

Perbankan Syariah Meningkat Lebih Signifikan

Perbankan syariah menunjukkan performa lebih kuat. Total asetnya meningkat 10,58% menjadi Rp14,36 triliun. Penghimpunan DPK tumbuh 2,74% menjadi Rp11,20 triliun, sedangkan penyaluran pembiayaan naik 14,27% menjadi Rp12,10 triliun.

Baca Juga :  Saham Big Banks Melemah, BBRI Paling Terdampak

Roni menekankan keunggulan perbankan syariah dalam hal risiko. Rasio NPF tercatat 1,75%, lebih rendah dibanding rasio NPL perbankan konvensional. Kondisi ini menegaskan bahwa sektor syariah lebih stabil dan berperan strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi Sumbar.

Optimisme Pasca Bencana

Dengan tren positif ini, OJK Sumbar optimis sektor jasa keuangan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Roni menambahkan, perbankan syariah dan konvensional sama-sama berperan penting dalam membangun ketahanan ekonomi pasca bencana, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di Ranah Minang.(*)

Berita Terkait

Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis
Akhir Pekan! Ini Rincian Harga Emas Perhiasan 14 Februari 2026
Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China
Presiden Prabowo Tetapkan Target ROA 7% untuk Danantara
BINA Lebaran 2026 Bidik Transaksi Rp52,38 Triliun, Genjot Konsumsi Domestik
Harga Bitcoin Tertekan, Analis Prediksi Titik Terendah Bisa Capai US$40.000–50.000
DPR Sorot Kesiapan Industri Bayar THR, Usulkan Revisi Aturan
Social Commerce Jadi Kunci Pertumbuhan Brand Lokal di Era Digital
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:00 WIB

Bank Mandiri Perkuat Struktur Keuangan, Dukung Ekspansi Bisnis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 06:00 WIB

Hilirisasi Kelapa & Gambir, Indonesia Target Rp5.000 T dari China

Sabtu, 14 Februari 2026 - 03:00 WIB

Presiden Prabowo Tetapkan Target ROA 7% untuk Danantara

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:01 WIB

BINA Lebaran 2026 Bidik Transaksi Rp52,38 Triliun, Genjot Konsumsi Domestik

Jumat, 13 Februari 2026 - 23:00 WIB

Harga Bitcoin Tertekan, Analis Prediksi Titik Terendah Bisa Capai US$40.000–50.000

Berita Terbaru

Tampilan Nokia N8 Revival

Teknologi

Nokia N8 Revival: Ponsel Legendaris Kembali dengan Wajah Modern

Sabtu, 14 Feb 2026 - 12:00 WIB

Ilustrasi Siswa SMP di Kerinci Terima Beasiswa PIP

Daerah

2.700 Pelajar SMP Kerinci Dapat Beasiswa PIP 2025

Sabtu, 14 Feb 2026 - 10:30 WIB