Pendaftar Membeludak, Sekolah Rakyat Jambi Terapkan Seleksi Ketat

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ; Kantor Dinsos Kota Jambi.

Foto ; Kantor Dinsos Kota Jambi.

JAMBI,JS – Menjelang tahun ajaran baru, Dinas Sosial Kota Jambi tancap gas melakukan pendataan calon siswa penerima Program Sekolah Rakyat. Sejak awal, pendataan diarahkan pada keluarga desil satu dan desil dua, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Ribuan Anak Masuk Pendataan Awal

Berdasarkan data sementara, sebanyak 2.645 anak tercatat masuk dalam daftar calon penerima. Jumlah ini jauh melampaui kuota yang tersedia, yakni hanya 1.080 siswa. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus bekerja lebih cermat dalam menentukan penerima manfaat.

Baca Juga :  Pemkab Tanjabtim Genjot Sekolah Rakyat Baru untuk Siswa 2026

Validasi Data Jadi Tahap Penentu

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Dinas Sosial Kota Jambi melakukan verifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kami sudah melakukan identifikasi awal. Dari hasil sementara, terdapat 2.645 anak yang masuk kategori calon penerima Sekolah Rakyat,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati, Minggu (22/2/2026).

Fokus pada Keluarga Paling Rentan

Selanjutnya, Yunita menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan keluarga desil satu dan dua karena berada pada kondisi ekonomi paling rentan. Melalui fokus ini, bantuan pendidikan diharapkan benar-benar menyentuh anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin memastikan setiap rupiah anggaran pendidikan memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi, Ini Keunggulannya

Seleksi Ketat, Transparansi Jadi Prinsip

Namun demikian, tingginya jumlah calon penerima membuat proses seleksi tidak bisa dilakukan secara longgar. Dinas Sosial akan menerapkan mekanisme seleksi yang ketat, terbuka, dan adil agar tidak terjadi kesalahan sasaran.

Menurut Yunita, transparansi menjadi kunci utama agar masyarakat memahami bahwa keterbatasan kuota mengharuskan pemerintah mengambil keputusan berdasarkan data dan kriteria yang jelas.

Sekolah Rakyat Tekan Angka Putus Sekolah

Pemerintah daerah optimistis program ini mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.(*)

Berita Terkait

Kampung Bahagia Kota Jambi Rampung 100 Persen, Maulana Pastikan Tahap II Segera Dimulai
Tinjau Jalan Selampaung–Masgo, Bupati Kerinci Pastikan Perbaikan Jalan Strategis Berjalan Sesuai Target
Solar Subsidi Jadi Sorotan, Temuan Barcode Berbeda di SPBU Jambi Picu Evaluasi Besar
Heboh! BKPSDM Bongkar Dugaan ASN Sungai Penuh Datang Cuma Isi Absen Lalu Pulang
Krisis Guru di Daerah Terpencil, Guru PNS dan Kepala Sekolah di Merangin Terancam Dirotasi
Sri Kartini Alfin Dorong UMKM Sungai Penuh Go Global, Strategi Digital Ini Buka Peluang Cuan dan Lapangan Kerja
Pembangunan Koperasi Merah Putih Tanjab Timur Dikebut, 16 Unit Rampung dan Puluhan Desa Segera Beroperasi
ASN Sungai Penuh Wajib Tahu! Absen Kerja Berhari-hari Bisa Berujung Dipecat, BKPSDM Tegaskan Sanksi Disiplin
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 08:01 WIB

Kampung Bahagia Kota Jambi Rampung 100 Persen, Maulana Pastikan Tahap II Segera Dimulai

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tinjau Jalan Selampaung–Masgo, Bupati Kerinci Pastikan Perbaikan Jalan Strategis Berjalan Sesuai Target

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:02 WIB

Solar Subsidi Jadi Sorotan, Temuan Barcode Berbeda di SPBU Jambi Picu Evaluasi Besar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:01 WIB

Heboh! BKPSDM Bongkar Dugaan ASN Sungai Penuh Datang Cuma Isi Absen Lalu Pulang

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:31 WIB

Krisis Guru di Daerah Terpencil, Guru PNS dan Kepala Sekolah di Merangin Terancam Dirotasi

Berita Terbaru