Penjualan Sepeda Motor Oktober 2025 Capai Rekor Tertinggi

590.362 Unit Motor Terjual hingga Oktober 2025

- Jurnalis

Senin, 24 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Penjualan Motor

Ilustrasi Penjualan Motor

JAKARTA, JS – Penjualan sepeda motor nasional pada Oktober 2025 tercatat mencapai 590.362 unit, menjadikannya penjualan bulanan tertinggi tahun ini. Angka ini meningkat 4,09% dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 567.173 unit pada September 2025.

Penjualan Sepeda Motor 2025 Meningkat Signifikan

Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan total penjualan sepeda motor pada 10 bulan pertama 2025 mencapai 5,42 juta unit. Angka ini tumbuh 10,51% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2024, yang tercatat sebanyak 4,91 juta unit. Penjualan sepeda motor pada 2025 ini setara dengan 85,69% dari total penjualan tahun 2024 yang mencapai 6,33 juta unit.

Baca Juga :  Simulasi KUR Mandiri 2026 Plafon Rp50 Juta, Cicilan Mulai Rp966 Ribuan dan Syarat Pengajuan Terbaru

AISI Pertahankan Target Penjualan 6,4 Juta Unit

Ketua Umum AISI, Johannes Loman, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan mengubah target penjualan sepeda motor untuk 2025. Meskipun penjualan pada Agustus 2025 mengalami koreksi sebesar 1,7%, angka tersebut masih hampir setara dengan tahun lalu.

“Target penjualan tetap kami pertahankan karena penjualan hingga Agustus 2025 hampir setara dengan tahun lalu, meski terkoreksi 1,7%,” ujar Loman di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Optimisme Pertumbuhan Pasar Sepeda Motor

Loman menilai bahwa harga komoditas yang stabil dan pertumbuhan pasar di luar Pulau Jawa mendukung optimisme pasar sepeda motor. Ia juga berharap sektor pertanian mengalami hasil panen yang lebih baik di semester kedua tahun ini. Selain itu, ia berharap pemerintah akan meningkatkan belanja negara untuk mendorong perekonomian.

Baca Juga :  Tanpa Sewa Baterai, Polytron EVO Makin Menarik

Tantangan di Pasar Sepeda Motor

Meski optimistis, Loman mengakui pasar sepeda motor menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah pemberlakuan pajak di berbagai daerah yang membuat harga sepeda motor semakin mahal. Loman mengimbau agar pemerintah daerah tidak menaikkan pajak atau mengurangi insentif secara drastis, karena hal ini bisa menurunkan daya beli konsumen.

“Jika daya beli konsumen menurun, pasar akan menurun, dan akhirnya pendapatan daerah pun akan terpengaruh,” tambah Loman.(AN)

Berita Terkait

Orang Kaya Dilarang Beli Pertalite, Pemerintah Siapkan Sistem Baru Berdasarkan Desil
Terbaru!, KIP Kuliah 2026: Cara Cek Penerima, Jadwal Terbaru, Besaran Bantuan hingga Proses Pencairan Dana
Suhu Indonesia Tembus 37,4°C, Ini Wilayah Terpanas dan Ancaman Kemarau Makin Kering
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 11 Agustus 2026: 6K Mulai Rp985 Ribu, Emas Putih 17K Tembus Rp2,1 Juta per Gram
PPPK Tak Boleh Dirumahkan! Pemerintah Siapkan Rp18,9 Triliun untuk 546 Daerah
BI Checking atau SLIK OJK Jelek? Cek Cara Memulihkan Skor Kredit Sebelum Ajukan Pinjaman
Karhutla Mengancam Sejumlah Wilayah, Bromo hingga Rinjani Terbakar di Tengah Musim Kemarau
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 10 Agustus 2026: 24 Karat Rp2,22 Juta, Cek Semua Kadar Sebelum Beli
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Orang Kaya Dilarang Beli Pertalite, Pemerintah Siapkan Sistem Baru Berdasarkan Desil

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Terbaru!, KIP Kuliah 2026: Cara Cek Penerima, Jadwal Terbaru, Besaran Bantuan hingga Proses Pencairan Dana

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 11 Agustus 2026: 6K Mulai Rp985 Ribu, Emas Putih 17K Tembus Rp2,1 Juta per Gram

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:30 WIB

PPPK Tak Boleh Dirumahkan! Pemerintah Siapkan Rp18,9 Triliun untuk 546 Daerah

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:01 WIB

BI Checking atau SLIK OJK Jelek? Cek Cara Memulihkan Skor Kredit Sebelum Ajukan Pinjaman

Berita Terbaru