Permintaan Telur Melonjak, Peternak Tanjab Timur Kewalahan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJABTIM,JS- Permintaan telur ayam ras di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Namun, keterbatasan produksi membuat peternak lokal belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar.

Setiap hari pedagang pasar, masyarakat, hingga pelaku usaha kuliner datang mencari pasokan telur dari peternakan lokal. Kondisi ini menunjukkan tingginya konsumsi telur di daerah tersebut.

Baca Juga :  Percepat Pembangunan, Pemkab Tanjabtim Berencana Beli Excavator Amphibi

Produksi Masih Terbatas

Salah satu peternak ayam petelur di Kecamatan Muara Sabak Barat menjelaskan bahwa permintaan telur terus berdatangan hampir setiap hari. Namun, kapasitas produksi yang tersedia masih terbatas.

Saat ini ia memelihara sekitar 2.500 ekor ayam petelur produktif. Dari jumlah tersebut, peternakan miliknya mampu menghasilkan sekitar 1.800 butir telur setiap hari.

Meski produksi berjalan stabil, jumlah tersebut belum mampu mengimbangi kebutuhan pasar yang terus meningkat. Akibatnya, sebagian permintaan dari pedagang dan konsumen tidak terpenuhi.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Tanjabtim Monev Infrastruktur di Kuala Jambi

Permintaan Datang dari Berbagai Sektor

Selain pedagang pasar tradisional, banyak pelaku usaha kuliner juga mencari pasokan telur dalam jumlah besar. Warung makan, penjual kue, hingga pedagang makanan ringan rutin membeli telur untuk kebutuhan usaha mereka.

Karena itu, permintaan telur terus meningkat dari berbagai sektor. Situasi ini membuat peternak harus bekerja lebih keras agar dapat menjaga ketersediaan stok.

Peluang Usaha Masih Terbuka

Di sisi lain, tingginya permintaan telur membuka peluang usaha yang cukup besar bagi peternak di Tanjung Jabung Timur. Jika peternak menambah populasi ayam petelur, produksi telur dapat meningkat secara signifikan.

Namun, pengembangan usaha peternakan membutuhkan tambahan modal, pakan, serta sarana produksi yang memadai. Karena itu, peternak berharap dukungan dari berbagai pihak agar usaha peternakan ayam petelur di daerah tersebut dapat berkembang lebih cepat.

Dengan peningkatan kapasitas produksi, peternak menargetkan pemenuhan kebutuhan pasar lokal sekaligus menjaga stabilitas pasokan telur bagi masyarakat.(*)

Berita Terkait

Ribuan Warga Padati CFD Hardiknas 2026 di Kerinci, Bupati Monadi Serukan Transformasi Pendidikan Modern
11 Hari Truk Batu Bara Dilarang Melintas, Jemaah Haji Jambi Bisa Berangkat Tanpa Macet
Jalan Desa Sungai Jambat Rusak Parah, Warga Kesulitan Lewat Saat Hujan
Hujan Deras Teror Warga Kerinci, Longsor Intai Permukiman hingga Sekolah di Muara Emat
Tiga Pejabat Berebut Kursi Dewan Pengawas Perumda Tirta Khayangan, UKK Digelar di Universitas Jambi
Viral! Jalan Tebo–Rimbo Bujang Dipenuhi Lubang, Warga Keluhkan Debu dan Lumpur
Air Bersih Jadi Prioritas, Sungai Penuh Dapat Proyek IPAM 50 Liter per Detik dari APBN
Rotasi di Pemkab Sarolangun, 9 Pejabat Eselon II Dilantik dan Dua Jabatan Kosong
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 13:00 WIB

Ribuan Warga Padati CFD Hardiknas 2026 di Kerinci, Bupati Monadi Serukan Transformasi Pendidikan Modern

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:00 WIB

11 Hari Truk Batu Bara Dilarang Melintas, Jemaah Haji Jambi Bisa Berangkat Tanpa Macet

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:00 WIB

Jalan Desa Sungai Jambat Rusak Parah, Warga Kesulitan Lewat Saat Hujan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:00 WIB

Hujan Deras Teror Warga Kerinci, Longsor Intai Permukiman hingga Sekolah di Muara Emat

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:00 WIB

Tiga Pejabat Berebut Kursi Dewan Pengawas Perumda Tirta Khayangan, UKK Digelar di Universitas Jambi

Berita Terbaru