KESEHATAN,JS- Masyarakat harus waspada terhadap lonjakan kasus influenza penyebab infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama varian Influenza A (H3N2) atau superflu. Varian ini masuk ke Indonesia sejak 25 Desember 2025.
Superflu H3N2 menyerang balita, lansia, dan pasien dengan penyakit kronis. Penderitanya mengalami batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan.
DPR Soroti Kesiapan Pemerintah
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, meminta Kemenkes bertindak cepat untuk menekan penyebaran H3N2 subclade K.
Ia menekankan Kemenkes harus mengevaluasi efektivitas vaksin. Jika vaksin tidak cukup melindungi, pemerintah harus menyiapkan langkah alternatif.
“Jika vaksin tidak melindungi secara memadai terhadap subclade K, Kemenkes harus uji ulang, buka hasilnya secara transparan, dan siapkan vaksin alternatif yang lebih efektif,” kata Ninik, sapaan akrabnya, Jumat (2/1).
Tiga Langkah Strategis
Ninik menekankan tiga langkah penting. Pertama, Kemenkes harus menguji ulang efektivitas vaksin terhadap subclade K. Kedua, Kemenkes harus membuka data uji klinis dan surveilans virus influenza kepada publik.
Ketiga, pemerintah harus mempercepat pengembangan atau pengadaan vaksin alternatif jika vaksin saat ini terbukti kurang efektif.
Perlu Kolaborasi Nasional dan Global
Ninik menekankan perlunya kerja sama lintas sektor. DPR, Kemenkes, ahli epidemiologi, dan organisasi kesehatan global harus bersinergi agar Indonesia tetap siap menghadapi epidemi influenza musiman.
Subclade K merupakan varian baru Influenza A (H3N2). Varian ini mendominasi gelombang flu di Inggris, Amerika Serikat, Australia, dan Jepang.
Penularan Tinggi Tekan Fasilitas Kesehatan
Meskipun tidak lebih mematikan, subclade K menular cepat. Lonjakan kasus meningkatkan tekanan pada fasilitas kesehatan.
Data Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menunjukkan musim flu di AS tahun ini menimbulkan jutaan kasus. Puluhan ribu pasien menjalani perawatan di rumah sakit, sebagian besar akibat H3N2 subclade K.









