KESEHATAN,JS- Bulan Ramadan tidak harus menjadi hambatan bagi pasangan suami istri yang sedang menjalani program hamil atau promil. Banyak pasangan tetap berhasil mendapatkan kehamilan meskipun menjalankan ibadah puasa.
Pakar kesehatan seks dan reproduksi, Boyke Dian Nugraha, menegaskan bahwa puasa tidak mengganggu kesuburan selama pasangan menjaga kondisi tubuh dan mengatur waktu berhubungan dengan tepat. Karena itu, pasangan yang sedang merencanakan kehamilan tetap bisa menjalani promil selama Ramadan.
Selain itu, pola hidup sehat dan pemahaman mengenai masa subur juga berperan penting dalam meningkatkan peluang kehamilan.
Puasa Tidak Menghambat Program Hamil
Pertama, pasangan perlu memahami bahwa puasa tidak secara langsung menurunkan tingkat kesuburan. Selama tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang cukup saat sahur dan berbuka, fungsi reproduksi tetap berjalan normal.
Namun demikian, pasangan harus menjaga kondisi tubuh agar tidak mengalami kelelahan atau dehidrasi. Tubuh yang sehat akan membantu menjaga kualitas sel telur dan sperma.
Oleh sebab itu, pasangan yang sedang menjalani promil tetap dianjurkan menjaga pola makan bergizi seimbang selama Ramadan.
Pilih Waktu Terbaik untuk Berhubungan
Selanjutnya, pasangan perlu menyesuaikan waktu berhubungan intim dengan jadwal ibadah selama Ramadan. Waktu yang paling disarankan adalah setelah berbuka puasa dan setelah menyelesaikan salat tarawih.
Pada waktu tersebut, tubuh sudah mendapatkan energi dari makanan dan cairan sehingga kondisi fisik menjadi lebih stabil.
Selain itu, waktu menjelang sahur juga sering dianggap ideal. Pada dini hari, tubuh biasanya lebih rileks setelah beristirahat. Kondisi tersebut dapat membantu pasangan menjalani hubungan intim dengan lebih nyaman.
Atur Frekuensi Hubungan Intim
Di sisi lain, pasangan tidak perlu melakukan hubungan intim setiap hari. Banyak orang mengira frekuensi yang tinggi akan memperbesar peluang hamil. Padahal, kualitas sperma juga membutuhkan waktu untuk pulih.
Karena itu, Boyke Dian Nugraha menyarankan pasangan memberi jeda sekitar dua hingga tiga hari sebelum kembali berhubungan. Jeda tersebut memberi waktu bagi tubuh untuk menghasilkan sperma dengan kualitas yang lebih baik.
Dengan cara ini, peluang pembuahan dapat meningkat secara alami.
Perhatikan Asupan Nutrisi Selama Ramadan
Selain mengatur waktu hubungan intim, pasangan juga perlu memperhatikan asupan nutrisi. Tubuh membutuhkan berbagai vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan sistem reproduksi.
Oleh karena itu, pasangan dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka. Protein, sayuran, buah, serta makanan yang mengandung asam folat sangat baik untuk mendukung program hamil.
Di samping itu, pasangan juga perlu memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi selama menjalani puasa.
Kelola Stres dan Istirahat yang Cukup
Tidak hanya faktor fisik, kondisi mental juga memengaruhi peluang kehamilan. Stres yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.
Karena itu, pasangan perlu menjaga pikiran tetap tenang selama menjalani promil. Aktivitas ringan, olahraga ringan setelah berbuka, serta tidur yang cukup dapat membantu tubuh tetap bugar.
Dengan kondisi tubuh dan mental yang sehat, peluang kehamilan tentu menjadi lebih besar.
Peluang Kehamilan Tetap Terbuka
Pada akhirnya, puasa Ramadan tidak menjadi penghalang bagi pasangan yang ingin memiliki anak. Selama pasangan menjaga pola hidup sehat, mengatur waktu berhubungan, dan memahami masa subur, peluang untuk mendapatkan kehamilan tetap terbuka.
Jika kehamilan belum terjadi setelah menjalani promil dalam waktu tertentu, pasangan dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi secara lebih mendalam.
Dengan persiapan yang tepat, impian mendapatkan momongan tetap bisa terwujud meskipun menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.(*)








