SUNGAIPENUH, JS – TP-PKK Kota Sungai Penuh memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan melalui kegiatan Training of Trainer (TOT) bagi guru ngaji dan calon muallim. Program ini menitikberatkan pada peningkatan kompetensi pengajar, pemahaman agama Islam, serta kemampuan baca tulis Al-Qur’an.
TP-PKK Kota Sungai Penuh bekerja sama dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut di Aula Kantor Wali Kota. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga pendidik keagamaan yang mampu membimbing generasi muda secara lebih terarah.
Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnida Haris, SE, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta agar terus meningkatkan kemampuan serta menjalankan peran sebagai pendidik dengan penuh tanggung jawab.
Tingkatkan Kompetensi Guru Ngaji
Pelatihan TOT tidak hanya berfokus pada penguatan pengetahuan agama. Program ini juga mendorong para peserta untuk mengembangkan kemampuan mengajar agar materi keagamaan lebih mudah dipahami oleh peserta didik.
Guru ngaji dan calon muallim memiliki peran penting dalam membangun pemahaman agama sejak usia sekolah. Karena itu, peningkatan kompetensi pengajar menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pendidikan keagamaan yang berkualitas.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapat pembekalan untuk menjalankan tugas pendidikan secara profesional. Mereka juga dapat bertukar pengalaman, memperluas wawasan, serta mempelajari pendekatan yang lebih efektif dalam membimbing peserta didik.
Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran agama, terutama dalam penguasaan dasar-dasar keislaman dan kemampuan membaca serta menulis Al-Qur’an.
Sasar Peserta Didik Berbagai Jenjang
Program TOT ini menyiapkan guru ngaji dan calon muallim untuk membimbing peserta didik pada sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), hingga SMA dan SMK.
Perbedaan jenjang pendidikan menuntut pengajar memahami kebutuhan peserta didik. Oleh sebab itu, guru ngaji perlu mengembangkan cara penyampaian materi yang sesuai dengan usia, tingkat pemahaman, serta kebutuhan belajar masing-masing kelompok.
Selain mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, pendidik keagamaan juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang baik dapat membantu peserta didik memahami pentingnya akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati.
Dengan bekal tersebut, guru ngaji diharapkan tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga menjadi pembimbing dalam pembentukan karakter generasi muda.
Hesnida Haris Tekankan Peran Strategis Guru Ngaji
Dalam arahannya, Hj. Hesnida Haris memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas guru ngaji dan calon muallim. Ia menekankan pentingnya peran pendidik keagamaan dalam membentuk karakter generasi muda.
Guru ngaji berada di garis depan dalam mengenalkan nilai-nilai agama kepada anak-anak dan remaja. Peran tersebut membutuhkan pengetahuan yang memadai, kemampuan komunikasi yang baik, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, pelatihan seperti TOT menjadi salah satu sarana untuk mendorong pengajar terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Kompetensi yang baik akan membantu mereka menyampaikan materi secara lebih jelas sekaligus membangun suasana pembelajaran yang positif.
Dukungan terhadap guru ngaji juga memiliki arti penting bagi keluarga dan lingkungan masyarakat. Pendidikan keagamaan yang berjalan dengan baik dapat membantu orang tua memperkuat pembinaan karakter anak di luar lingkungan sekolah.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan TP-PKK
Pelaksanaan TOT menunjukkan kolaborasi TP-PKK Kota Sungai Penuh dengan pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada bidang pendidikan keagamaan.
Kerja sama lintas sektor dapat memperluas jangkauan program pembinaan masyarakat. Dalam konteks ini, peningkatan kemampuan guru ngaji menjadi salah satu langkah untuk mendukung pendidikan yang tidak hanya menekankan pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak.
Ke depan, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan membutuhkan kesinambungan pembinaan. Para peserta perlu menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh selama pelatihan dalam kegiatan belajar sehari-hari. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh peserta didik.
Selain itu, evaluasi dan pengembangan kemampuan pengajar secara berkala dapat membantu menjaga kualitas pembelajaran. Langkah tersebut juga membuka peluang bagi guru ngaji untuk terus menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan generasi muda.
Melalui kegiatan TOT ini, TP-PKK dan Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap para guru ngaji serta calon muallim semakin siap menjalankan tugas pendidikan keagamaan. Peningkatan kompetensi pengajar diharapkan turut memperkuat kemampuan baca tulis Al-Qur’an, pemahaman agama Islam, dan pembentukan karakter generasi muda di Kota Sungai Penuh.(AN)










