KESEHATAN,JS— Masyarakat kini kembali memilih makanan kukusan dan rebusan untuk menjalani gaya hidup sehat. Mereka mengonsumsi jagung, ubi, singkong, hingga pisang kukus, dan makanan tradisional ini kini muncul di pasar, kedai, hingga media sosial.
Namun, muncul pertanyaan penting: Apakah masyarakat bisa mengonsumsi makanan kukusan setiap hari?
Konsumsi Kukusan Aman Asal Pola Makan Seimbang
Ahli gizi menegaskan masyarakat bisa mengonsumsi makanan kukusan setiap hari jika menjaga keseimbangan gizi.
Masyarakat sebaiknya mengombinasikan makanan kukusan dengan protein hewani atau nabati. Dengan begitu, tubuh menerima gizi lengkap dan manfaat kukusan menjadi optimal.
Masyarakat dapat mengolah ubi jalar, singkong, talas, dan kentang sebagai sumber karbohidrat sehat. Sayuran seperti brokoli, wortel, dan labu kuning memberikan vitamin dan antioksidan.
Selain itu, masyarakat bisa menambahkan kacang-kacangan, jagung manis, atau telur kukus sebagai sumber protein rendah lemak. Menu kukusan ini menyediakan kombinasi gizi lengkap.
Tren Kukusan Menunjukkan Kesadaran “Real Food”
Belakangan, makanan kukusan semakin populer di Indonesia dan viral di media sosial. Penelitian terbaru menunjukkan masyarakat mengonsumsi lebih banyak makanan ultra-olahan selama beberapa dekade. Sebaliknya, orang yang memilih makanan segar dan minim proses, termasuk kukusan, cenderung menjalani pola makan sehat dan menurunkan risiko penyakit kronis.
Fenomena ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap “real food”, yaitu pangan alami yang minim proses.
Karbohidrat Kompleks Membuat Kenyang Lebih Lama
Makanan kukusan mengandung karbohidrat kompleks yang dicerna lambat, sehingga tubuh tetap kenyang lebih lama dan kadar gula darah stabil. Serat pada sayuran dan umbi juga menjaga kesehatan pencernaan sekaligus meningkatkan metabolisme tubuh.
Mengukus Lebih Sehat Dibanding Menggoreng
Teknik mengukus lebih sehat dibanding menggoreng karena masyarakat menggunakan sedikit atau tanpa minyak. Makanan kukusan tetap rendah lemak jenuh dan kalori. Suhu pengukusan yang relatif rendah membantu tubuh menyerap vitamin dan mineral dari bahan pangan.
Dengan memanfaatkan berbagai bahan pangan lokal dan teknik kukus, masyarakat bisa menyajikan menu sehat, praktis, dan bergizi tinggi setiap hari.(TIM)









